Never Not

Never Not
Ch. 128 : Kembalinya Black Shadow



Kedua sosok bertopeng itu kini melakukan perkelahian sengit dengan belasan pasukan khusus yang dibentuk Kazuya Toda. Salah satu dari sosok bertopeng berperawakan perempuan itu tak segan melayangkan pukulan pada siapapun yang mendatanginya. Tubuhnya yang lentur dengan mudah menghalau pukulan demi pukulan yang terarah padanya. Ia memanjat kontainer, berpegangan pada pintunya lalu menyapukan tendangan pada beberapa lawan yang menyerangnya.


Sementara sosok bertopeng laki-laki tak kalah gentar melawan satu per satu musuh yang memiliki keahlian bela diri sama sepertinya. Sorot matanya bergerilyax melihat musuh yang datang dari segala arah. Ia melawan pasukan khusus itu dengan menggabungkan beberapa teknik bela diri serta bantuan rantai besi di tangannya.


Sosok perempuan bertopeng melompat ke tubuh salah satu lawan yang terkapar. Kemudian duduk di atas perutnya, sambil menghajarnya tanpa ampun. Namun, tiba-tiba ada yang menyerang dari arah belakang hingga membuatnya jatuh tengkurap. Tak sampai situ, orang itu menarik kedua kakinya sehingga tubuhnya ikut terseret ke aspal kasar sepanjang tiga meter. Untungnya, pria bertopeng datang membantu dengan melakukan serangan dadakan pada orang yang menyeretnya.


Di waktu yang sama, Eita Kaze masuk ke dalam ruangan Kazuya setelah mendapat panggilan penting dari pria itu. Guratan wajahnya terlihat cemas saat ini. Bagaimana tidak, ia telah mendengar dari penjaga gudang, bahwa ada yang berhasil menyusup masuk ke ruang safe room. Itu artinya, ada seseorang yang telah berhasil membobol sistem keamanan di sana.


Begitu tiba di ruangan itu, Eita Kaze membungkuk di hadapan Kazuya Toda yang berdiri di pinggir jendela kaca yang memenuhi seluruh dinding.


"Bagaimana safe room yang aman dan hanya diketahui kita bertiga, bisa terendus oleh orang lain?" tanya Kazuya Toda sambil memandangi jalanan Tokyo dari ruang kerjanya.


"Saya akan segera menyelidikinya," ucap Eita Kaze dengan cepat.


Kazuya Toda tersenyum dingin, lalu bertanya dengan nada suara yang mencekam. "Kau tidak membunuh hacker itu, kan? Hanya sekelas hacker profesional yang bisa meretas sistem keamanan canggih. Selain itu, jaringan internet dan komunikasi kepolisian serta intelejen juga diretas."


Dugaan Kazuya Toda membuat Eita Kaze terperanjat dengan raut yang gugup. "Tolong maafkan saya, waktu itu pasukan khusus telah berhasil menangkapnya, tapi mereka mengaku ada seseorang yang membantunya. Kami masih mencarinya hingga kini." Eita Kaze kembali membungkuk.


Kazuya Toda tersenyum ringkih lalu berkata, "Bahkan seekor lalat yang kecil pun bisa mengusik manusia. Ini adalah keteledoran kau yang tetap membiarkan lalat itu hidup, Kaze-san.


Untuk kedua kalinya Eita Kaze melakukan permohonan maaf pada atasannya yang telah banyak membantu karirnya. "Tolong berikan kesempatan saya untuk mengurus semua ini."


Baru saja Eita Kaze berbalik, ponselnya membunyikan pesan pemberitahuan surat elektronik yang dikirim menggunakan layanan broadcast. Begitu pula dengan komputer Kazuya Toda. Pesan elektronik itu adalah sebuah video berdurasi kurang dari sepuluh menit dan diberi judul "Pencarian Harta Karun Pejabat."


Melihat judul besar video tersebut, serta thumbnail yang menampilkan gudang-gudang belakang bea cukai, membuat Kazuya Toda bergegas memutarnya. Video yang diambil dengan kualitas tinggi itu dibuka dengan penjelajahan seseorang memasuki sebuah gudang tua. Sosok yang tak menunjukkan diri itu menuju koridor-koridor sepi yang menyerupai ruang bawah tanah dengan beberapa pintu masuk yang menggunakan teknologi canggih. Ada beberapa bagian yang sengaja tak diperlihatkan dalam video, seperti saat orang itu mencoba membuka setiap pintu penghubung satu ruangan ke ruangan berikutnya.


Hingga sampai pada pintu terakhir, sesuatu mencengangkan pun terlihat jelas di ruangan berlapis baja itu. Tumpukan uang dollar yang tak terhitung jumlahnya!


Gambar dalam video itu tiba-tiba menggelap, berganti sebuah tulisan. "Apakah kalian bisa menebak siapakah pejabat yang menyimpan harta sebanyak ini? Untuk memudahkan kalian menjawab, mari kita lihat foto-foto ini."


Adegan dalam video kembali berganti, kali ini terlihat foto dua orang pria yang sedang bertransaksi di kapal laut. Salah satu pria itu memakai seragam militer luar negeri yang disinyalir berasal dari negara Rusia, sementara satunya lagi memakai jas dengan tanda pengenal seorang pejabat Jepang. Hanya saja, foto pejabat itu sengaja dikaburkan.


Setelah menampilkan foto-foto sebagai petunjuk, video itu kembali menulis pesan. "Kenapa seorang pejabat negara melakukan pertemuan dengan jenderal negara lain di perairan laut lepas? Mari kita nantikan jawabannya dalam beberapa hari ke depan!"


Melihat itu, membuat mata Eita Kaze terbelalak seketika. Pasalnya pria berjas itu adalah dirinya.


"Kaze-san, kali ini kau benar-benar mengecewakanku! Bagaimana bisa kau seceroboh ini!" Suara kelam nan suram datang dari Kazuya Toda.


Video itu tidak hanya menggemparkan Kazuya Toda dan Eita Kaze, tapi juga seluruh lapisan masyarakat yang sedang menontonnya. Sebagian publik meyakini video itu dibuat oleh Black Shadow.


Sementara Kei dan Yuriko bertugas menghadang pasukan khusus yang dibentuk Kazuya Toda. Dengan keahlian bela diri yang mereka miliki, sanggup meladeni pasukan khusus itu. Tujuan bukan untuk melumpuhkan, melainkan mengalihkan fokus mereka yang hendak mengamankan safe room. Sebab, Rai dan Shohei masih berada di dalam sana.


Semua ini telah Shohei rencanakan saat melakukan rapat tim beberapa waktu yang lalu.


"Aku akan menggantikan posisinya sebagai Black Shadow di misi yang akan datang," ucapnya kala itu.


"Apa itu tidak berbahaya? Kau polisi aktif dan memiliki jabatan. Jika ketahuan, kau akan dikeluarkan!" sahut Kei mencoba memperingati Shohei kala itu.


"Apa yang membuat Shohei-san tiba-tiba ingin menggantikan Rai-kun sebagai Black Shadow?" tanya Yuriko ikut menyambung tanggapan dari Kei.


"Bukan hanya aku, tapi kalian juga. Kita semua akan menjadi Black Shadow! Untuk itu, aku telah menyiapkan topeng yang sama untuk kita gunakan," ucap Shohei saat rapat tersebut.


Meskipun uang yang tersimpan di safe room adalah hasil money laundry yang dilakukan Kazuya Toda, tapi tetap saja tak ada sebuah bukti, data, maupun saksi yang menyatakan pria itu melakukannya. Hanya ada foto Eita Kaze bersama jenderal Rusia. Kazuya Toda terlalu cerdik untuk tak melibatkan dirinya dalam kejahatan yang ia lakukan. Satu-satunya cara adalah memancing pria itu lewat video yang mereka sebarkan.


Kepolisian dan kejaksaan pun ikut terperanjat. Mereka saling bertanya-tanya lokasi gudang yang menyimpan uang-uang tersebut.


"Dilihat dari video awal itu seperti gudang di pelabuhan Tokyo," ucap Jun setelah ikut menerima video yang juga masuk ke e-mailnya.


"Apakah itu uang hasil korupsi atau pencucian uang?" tebak para pejabat Metropolitan.


"Bisa jadi. Jika dilihat dari foto dalam video itu, seorang pejabat melakukan pertemuan diam-diam dengan jenderal negara lain di luar perairan laut Jepang. Ini perlu diwaspadai. Jangan sampai ada pemufakatan ilegal yang mereka lakukan," balas Jun dengan tenang.


Meski Jun tertarik, tetapi untuk perkara korupsi, pencucian uang, maupun suap, kepolisian tak punya wewenangan lebih untuk menelusuri. Apalagi sejak mendiang menteri kehakiman membuat peraturan yang mengeluarkan kepolisian dari penyelidikan kasus korupsi dan membiarkan kejaksaan sendiri yang mengusutnya.


"Cari tahu berapa banyak video ini diedarkan!" perintah Kazuya Toda dengan tangan yang mengepal keras.


Eita Kaze mengangguk, lalu tak lama kemudian berkata dengan ekspresi tak percaya. "Video ini telah beredar luas sampai ke pelosok Jepang!"


.


.


.


jangan lupa like dan komeng biar semangat bray