
"Waktu kematiannya menurut ahli forensik berada di rentang waktu 11.00-12.00 malam. Sementara, di rentang waktu itu kau sedang berkonfrontasi dengan Black Shadow yang palsu," tutur Shohei dengan suara bergelombang.
"Apa itu benar? Kenapa dia melakukannya?" tanya Yuriko bingung.
Shohei terdiam. Memakai fitur video call, ia menunjukkan isi video pada Rai dan lainnya. Pada unggahannya itu, tuan Matsumoto mengatakan akan menebus dosa-dosanya yang ikut menyembunyikan kebusukan sepuluh pejabat dan politikus selama ini. Dalam video itu dia juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lelah, karena terus dipaksa mengikuti skenario culas salah satu pejabat yang berambisi menguasai seluruh unit keamanan Jepang termasuk militer.
Ini seakan menegaskan jika mendiang Matsumoto bukan hanya mengetahui kebusukan Kazuya Toda, tapi juga ikut andil seperti yang dicurigai Shohei sejak awal. Jika ditilik kembali dari awal, penyebab Shohei menciptakan tokoh Black Shadow adalah karena dirinya dan beberapa polisi lainnya dikeluarkan dari divisi khusus penanggulangan kasus korupsi, yang mana perintah itu datang langsung dari mendiang Matsumoto yang menjabat sebagai menteri kehakiman.
"Berarti sebelum penculikan itu terjadi, Matsumoto-san memang berencana mengakhiri hidupnya." Rai memberi kesimpulan setelah menonton tayangan video tersebut.
"Apakah itu alasan paman akhirnya mau menjadi narasumber acaraku? Kenapa ... kenapa paman harus bekerja sama dengan orang itu ...." Raut wajah tak percaya masih membayang di manik mata Kei.
"Mungkin ... dugaan Yuriko dulu benar! Bisa jadi, matsumoto-san memiliki rahasia yang digenggam oleh Kazuya Toda," cetus Rai seraya mengingat pembahasan mereka di awal pembentukan tim.
Shohei lalu teringat masih ada satu rekaman audio lagi yang belum diputarnya. "Masih ada rekaman audio yang belum kubuka. Kurasa ini akan lebih menjelaskan semuanya. Akan kuputar sekarang!"
"Tunggu!" Potong Rai seketika, "rekaman itu sebaiknya kau dengarkan sendiri. Matsumoto-san menitipkan itu padamu pasti karena ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Aku juga punya sesuatu yang Yuta titipkan, mungkin ini bisa sedikit membantu kita untuk melawan Kazuya Toda." Sepasang mata Rai mengarah ke dalam kamarnya, tepatnya pada laptop milik Yuta.
"Aku setuju!" ucap Yuriko diikuti Ryo dan Kei.
"Baiklah!" Shohei menyudahi percakapan video call mereka.
Pria berkacamata itu segera memasang earphone di telinga. Ia menghela napas perlahan, sebelum memutar rekaman audio yang berada di samping film video. Tak perlu berpikir, Shohei langsung bisa mengenali dua suara pria yang tengah berdebat. Isi rekaman itu sukses membuatnya tercengang. Pasalnya, rekaman yang berisi percakapan antara tuan Matsumoto dan Kazuya toda, membawa-bawa nama ayahnya—jenderal Yamazaki—serta mengungkap fakta yang tidak diketahuinya selama ini.
"Apa sebenarnya tujuanmu? Apakah kursi Perdana Menteri adalah tujuan terakhirmu?" Tuan Matsumoto melayangkan pertanyaan dalam rekaman tersebut.
Lawan bicaranya langsung tertawa. Sudah jelas dia adalah Kazuya Toda.
"Menargetkan kursi Perdana menteri? Haha ... tidak perlu terlalu bersusah payah sampai ke situ. Tidakkah kau merasa perdana menteri kita terlalu polos? Dia terlalu terpengaruh dengan nasihat-nasihat bijak dari orang-orang yang mengaku negarawan. Lihatlah! Dia tidak memberi perlindungan hukum pada anggota partainya yang terciduk Black Shadow sehingga kita sendiri yang jadi kerepotan. Aku hanya ingin menjadi orang terdekatnya dan membuat dia bergantung pada kita."
"Kau sudah terlalu jauh, Toda-san! Aku akan berhenti! Aku tidak akan membantumu lagi! Aku akan mengundurkan diri dari jabatan!"
Kazuya Toda terkekeh. "Kenapa tiba-tiba berpikir untuk mengundurkan diri dari jabatan yang susah payah diraih. Ah, aku baru ingat sebentar lagi kau akan memiliki anak mantu dari putra semata wayangnya jenderal Yamazaki. Kau takut kedokmu akan terbongkar oleh calon mantumu yang berprofesi penyidik itu, kan?"
"Aku tidak melakukan tindakan korupsi, pencucian uang atau pun suap seperti yang kau dan para sekutumu lakukan!" tegas Matsumoto.
"Bukankah kau juga selicik kami?," tandas Kazuya Toda, "apa kau lupa dengan yang kau lakukan? Demi menduduki kursi menteri kehakiman, kau memalsukan mandat yang diberikan mendiang perdana menteri Tsuji Namiki pada jenderal Yamazaki. Kau merekayasa mandat tersebut seolah diberikan padamu. Lalu, kau memerintahkan aku untuk menyebarkan isu ke media jika jenderal Yamazaki menolak jabatan menteri kehakiman. Dengan kata lain, Kau merebut jabatan sahabatmu sendiri!"
(Ket: masih ingat perdana menteri Tsuji Namiki di GA? Di penghujung cerita GA, Tsuji Namiki meninggal tiba-tiba karena sakit yang dideritanya. Berarti kalau di NN kejadian itu empat tahun yang lalu, ya!)
Pernyataan yang baru saja diungkap Kazuya Toda, membuat sepasang mata Shohei melebar diikuti tubuh yang membeku seketika.
"Aku akui itu adalah dosaku." Suara tuan Matsumoto yang tadinya menggebu-gebu kini menjadi begitu pelan dan lemah. "Oleh karena itu, aku akan segera menebusnya. Aku tidak akan menutupinya lagi dari publik. Besok aku akan mengumumkan pengunduran diriku, sekaligus mengungkap apa yang selama ini kusembunyikan."
Rekaman audio itu terhenti di menit ke dua belas. Namun, cukup untuk menjawab seluruh rasa penasaran Shohei. Ternyata, rahasia besar tuan Matsumoto yang dipegang oleh Kazuya Toda menyangkut ayahnya sendiri. Strategi mengancam dengan mengetahui kelemahan sekutu ini, juga Kazuya Toda lakukan pada sembilan politikus lainnya agar mereka tak ikut menyeret namanya saat mereka tertangkap basah. Dengan kata lain, yang membuat Kazuya Toda kuat dan tak tersentuh selama ini adalah karena dia memegang kartu AS banyak pejabat, termasuk tuan Matsumoto.
Sayangnya, sebelum apa yang direncanakan terjadi, tuan Matsumoto lebih dulu di culik oleh orang-orang Kazuya Toda. Tentu saja itu bertujuan untuk menggagalkan pengunduran diri tuan Matsumoto. Kekuasaan yang dipegang tuan Matsumoto sebagai menteri kehakiman, masih dibutuhkan untuk memuluskan segala rencananya.
Bak sekali mendayung dua pulau terlampaui, drama penculikan itu juga digunakan untuk mengambinghitamkan Black Shadow. Mereka membuat skenario seolah-olah Black Shadow melakukan penyekapan dan akan mengeksekusi menteri kehakiman.
Selama tiga hari disekap, Kazuya Toda berusaha membujuk tuan Matsumoto agar tak jadi meninggalkan kursi jabatannya dan mau memberi kesaksian tentang penyekapan yang dilakukan Black Shadow terhadapnya. Sayangnya, tuan Matsumoto sudah sangat lelah dengan drama yang dimainkan Kazuya Toda selama ini. Belum lagi, ia ingin mempertanggungjawabkan kebijakan merugikan yang pernah ia putuskan sebagai seorang menteri.
Untungnya, sebelum kasus penculikan itu terjadi, ia telah membuat pengakuan serta memberi bukti rekaman antara dirinya dan Kazuya Toda yang disimpan ke dalam flashdisk dan dititipkan ke putrinya. Tepat setelah tayangan Black Shadow palsu itu berakhir, ia berusaha mengambil pisau belati yang ditunjukkan Black Shadow palsu dalam siarannya.
Sementara itu, Black Shadow palsu sengaja terus menggiring Black Shadow asli menuju ruang penyekapan tuan Matsumoto. Ketika hendak mempersiapkan perangkap, Black Shadow palsu malah terkejut mendapati tuan Matsumoto menikam dadanya sendiri. Pria berusia enam puluh dua tahun itu mengembuskan napas terakhir tepat di depan matanya. Karena semuanya tak berjalan sesuai rencana, ia pun buru-buru menarik pisau itu lalu melemparnya ke arah Black Shadow asli yang baru saja datang.
Rupanya, kematian Matsumoto tidak terlalu buruk bagi Kazuya Toda, malah memberikan keuntungan karena bisa mencekal penayangan Black Shadow sekaligus menjadikan pria bertopeng itu sebagai buronan nasional. Namun, ada satu hal yang terlupakan oleh Kazuya Toda. Ia lupa bahkan mungkin tidak sadar jika pisau yang menjadi alat bukti kasus tersebut dipegang oleh Black Shadow asli.
Sebaliknya, kematian Matsumoto mendatangkan penyesalan di hati Seto Tanaka sebagai Black Shadow tiruan. Ia menyesal tak bisa mencegah tindakan menteri kehakiman. Ia yang bergabung dengan Kazuya Toda karena diiming-imingi jabatan, sama sekali tak pernah berniat untuk membunuh tuan Matsumoto. Rasa bersalahnya semakin menyeruak, saat melihat Shohei disalahkan Seina atas kematian ayahnya.
Bahkan, pria itu ikut menghadiri pemakaman tuan Matsumoto secara diam-diam. Begitu Seina dan rombongannya pergi, ia melangkah pelan menuju kuburan tersebut. Ia meletakkan buket bunga yang dibawanya di atas tumpukan buket bunga lainnya.
"Kematianmu adalah keinginanmu sendiri. Jadi, bukan salahku," ucap Seto Tanaka.
.
.
.
catatan author ✍️✍️
terjawab sudah, ya, siapa yang mendatangi makam tuan Matsumoto waktu itu. paling juga kalian dah lupa tuh scene🤣
Kita intermezzo dikit ya gays, sebelum penculikan itu terjadi tuan Matsumoto telah menunjukkan gelagat aneh seperti menemui tuan yamazaki, meminta Shohei menikahi Seina, menitipkan flashdisk untuk Shohei kepada Seina dan yang terakhir mengabulkan permintaan kei untuk menjadi narasumber program acaranya. Ada beberapa dari kalian yang mengatakan mungkin tuan Matsumoto telah berfirasat dirinya akan dibunuh oleh Kazuya Toda. Nope, dia melakukan itu karena dia berniat mengakhiri hidupnya. Sesuatu yang dimulai dengan kecurangan, pasti tidak akan baik pada akhirnya. seperti yang dilakukan tuan Matsumoto pada tuan Yamazaki.
Sebelum-sebelumnya juga banyak yang suudzon sama tuan Yamazaki alias ayahnya Shohei. padahal sifat baik hati dan tidak sombong yang dimiliki Shohei menurun dari ayahnya. Di GA, diceritakan tuan Yamazaki pejabat yang tidak haus kekuasaan dan pernah mau mengadopsi Ren.
Jepang terkenal dengan angka kematian bunuh diri tertinggi. bunuh diri bagi kepercayaan mereka itu bukan dosa, melainkan sebagai bentuk pertanggung jawaban dan memulangkan kehormatan. nah, kalau sudah menyangkut masalah kepercayaan, emang susah gays. kita ga bisa menghakimi kepercayaan orang. Kalau di jaman dulu, istilahnya harakiri. tapi istilah ini untuk para samurai.
Semakin ke sini, sebagian rakyat Jepang udah mulai sadar kalau bunuh diri itu bukan hal yang baik. maka datanglah fenomena baru bernama johatsu. apa itu? yaitu menghilang tanpa jejak. mereka yang melakukan johatsu ini rata-rata meninggalkan keluarga, kota, pekerjaan, bahkan mengganti identitas lalu pergi ke suatu daerah terpencil dan memulai kehidupan baru di sana. bahkan ada perusahaan yang siap membantu orang melakukan johatsu. ini seperti yang dilakukan Yu Hiroshi di DF gays, ingat gak?
Oke, ini benar-benar udah mau dekat dengan ending, gays. cuma gua aja yang boros kata-kata 🙈🙈. Jangan lupa kasih naikkan popularitas Never Not di penghujung story dengan like dan komenmu.
.
.
.