Never Not

Never Not
Ch. 31 : Camelia Berdarah



Video yang pertama kali diunggah di akun YouTube itu menampilkan seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan yang duduk di kursi sambil memeluk foto gadis muda cantik.


"Video ini kutujukan kepada Black Shadow yang dikenal sebagai sang pahlawan keadilan. Ini adalah adikku tercinta yang telah menghilang selama seminggu," tutur wanita itu seraya menunjukkan foto yang sedari tadi dipeluknya. "Dia bekerja sebagai seorang hostest¹ di salah satu kelab malam Ikebukuro. Dia berkenalan dengan salah satu pejabat birokrat dan sering mengajaknya ke tempat perjudian di kawasan Ikeburuko," lanjutnya lagi.


Wanita dalam video itu menjelaskan kalau adiknya dan pejabat birokrat itu sangat dekat bahkan memiliki hubungan spesial. Tapi, seminggu yang lalu adiknya tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Padahal sebelumnya, dia sempat mengatakan akan dinikahi oleh pejabat birokrat itu.


"Aku telah membuat laporan di kepolisian, tetapi polisi malah mengatakan dia tidak hilang, melainkan melarikan diri karena telah melakukan penipuan dan membawa kabur uang pemilik kasino tempat ia bermain. Mirisnya lagi, statusnya malah beralih menjadi buronan polisi. Aku tidak percaya adikku melakukan hal itu. Dia hanyalah gadis berusia sembilan belas tahun yang terpaksa bekerja menjadi hostest. Mana mungkin dia bisa melakukan penipuan dengan total fantastis," terangnya sambil terisak. "Oleh karena itu, aku meminta pada Black Shadow untuk mengungkap kasus ini. Aku sangat yakin, adikku tidak seperti yang dituduhkan kepolisian. Tolong bantu kami! Bukankah kau dikenal mampu memecahkan kasus sulit yang tak bisa diungkap oleh kepolisian? Kumohon bantu aku membersihkan nama baik adikku," isak wanita itu setelah menjelaskan kronologi adiknya yang menghilang beserta tuduhan pihak pemilik kasino.


Video itu menjadi viral dan telah dibagikan sebanyak puluhan ribu kali dalam sehari. Rupanya, publik ikut mendukung wanita itu untuk meminta bantuan pada Black Shadow. Tentu saja hal ini mengundang polemik dari berbagai pihak, termasuk kepolisian.


Departemen Kepolisian Ikebukuro melakukan klarifikasi terkait unggahan wanita itu. Seperti yang dikatakan dalam video itu, kepolisian setempat mengubah status hilangnya wanita itu menjadi buronan kriminal atas tuduhan membawa lari uang ratusan ribu Yen. Tuduhan polisi bukan tanpa bukti. Mereka menemukan rekaman CCTV gadis hostest itu sedang berbelanja di supermarket sambil membawa koper uang, ada juga bukti gadis itu memasukkan sejumlah uang di rekeningnya. Dan itu terjadi tiga hari sebelum ia dilaporkan hilang.


Di Departemen Metro, Kepala Kepolisian Metropolitan kembali mengumpulkan para detektif terbaik.


"Polisi mulai kehilangan harga diri sebagai penegak hukum. Masyarakat malah memilih mengadu ke Black Shadow untuk menuntut keadilan! Jangan sampai kita kena teguran dari Kepala Kepolisian Nasional lagi," ucap Kepala kepolisian Metro menggebu-gebu. Kekhawatirannya bukan tanpa sebab. Sejak adanya fenomena Black Shadow, masyarakat selalu mengelu-elukan dan berharap kasus-kasus besar dituntaskan olehnya.


Detektif Shu langsung berdiri, menyanggah ucapan Kepala Kepolisian Metro. "Kasus itu ditangani oleh Departemen Kepolisian Ikebukuro dan masih terus diselidiki. Masyarakat tak mengerti dan sulit memahami prosedur kerja polisi, mereka hanya menuntut agar setiap kasus dapat dipecahkan sesuai asumsi mereka. Ketika temuan polisi tak sama dengan isi otak mereka, mereka malah menganggap itu tak masuk akal, lalu berharap Black Shadow bisa menyamakan isi otak mereka. Bukankah ini lucu?"


Letupan kata-kata yang dilontarkan detektif Shu rupanya banyak disetujui oleh polisi-polisi yang berada dalam ruangan itu. Mereka mengangguk-angguk sepaham. Terkecuali Shohei yang sibuk mengulang-ulang isi video yang tengah santer di masyarakat itu. Ia berpikir, mungkin saja kasus ini ada kaitannya dengan salah satu pejabat yang ada di daftar hitam miliknya.


Inspektur Heiji mengangkat tangan, lalu berdiri setelah diizinkan. "Menurutku, sebaiknya kasus itu dilimpahkan ke Departemen Kepolisian Metro. Ya, meskipun bermula dari laporan orang hilang, tapi kasus ini sudah merebak ke publik. Bukankah saatnya kita turun tangan?"


Kepala Kepolisian Metro menghela napas. "Itu tak bisa kita lakukan kalau bukan dari Kepolisian Ikebukuro yang memintanya. Mereka akan tersinggung jika kita mengambil alih tugas mereka."


Seto Tanaka bersama detektif muda lainnya saling berbisik. Mereka mengatakan perfoma kepolisian Metro menurun setelah ditinggal oleh Megumi Jun sebagai Kepala Kepolisian Metropolitan sebelumnya. Di sisi lain, Kepala kepolisian Metropolitan terus berpidato membakar semangat para detektif untuk lebih giat bekerja agar bisa merebut kembali kepercayaan publik.


"Tugas polisi adalah sebagai pengayom dan memberikan rasa aman terhadap publik. Bukan berkompetisi dengan pihak-pihak lain untuk mencari pujian masyarakat," sanggah Shohei setelah sekian lama memilih diam.


Perkataan pria berkacamata itu sontak membuat suasana aula itu menghening sesaat.


"Hei, Yamazaki-san, bahkan prestasimu menurun setelah menjabat sebagai ketua penyidik. Bukankah itu artinya segala prestasi yang dulunya kau dapatkan hanya untuk mengejar jabatan sekarang?" sindir detektif Shu pada Shohei.


"Yamazaki-san, datanglah ke Departemen Kepolisian Ikebukuro bersama beberapa tim kalian dan tawarkan bantuan penyelidikan pada mereka," ucap Kepala Kepolisan Metro.


"Siap, laksanakan!" ucap Shohei.


Di jalan utama Shibuya, Rai tengah menyaksikan potongan video wanita yang ditujukan untuknya. Ia melihat layar ponselnya sejenak. Aneh, sudah beberapa jam setelah video itu viral, Shohei belum menghubunginya sama sekali. Ia pun berinisiatif menghubungi Shohei. Namun, sedetik kemudian ia malah kembali menyimpan ponselnya dalam saku celana. Memasang topi kasual di kepalanya, ia menyeberang bersama para pejalan kaki lainnya.


Kenapa aku harus repot-repot memikirkan apa yang dikatakan wanita itu? Black Shadow bukan Rai Matsui, dia hanyalah bayangan Shohei. Otak di balik kehebatan Black Shadow adalah Mr. White, bukan diriku. Jika Shohei atau Mr. White tak memedulikan kasus itu, maka aku pun akan berlaku sama. Aku bekerja atas perintahnya, bukan atas kemauanku.



Di kampus, Seina dan kawan-kawannya turut membicarakan video viral tersebut.


"Kurasa Black Shadow tidak akan meresponnya. Itu hanyalah kasus orang hilang, sementara Black Shadow selalu mengungkap kasus-kasus yang berhubungan dengan pemerintahan," ucap teman Seina mengemukakan pendapatnya.


"Tapi, bukankah dia pernah mengungkap kasus tabrak lari yang dilakukan mahasiswa di kampus kita? Lagi pula, kasus gadis yang menghilang itu masih ada kaitannya dengan pemerintahan, kan? Dalam video itu disebutkan gadis itu memiliki hubungan dengan salah satu pejabat birokrasi. Aku yakin Black Shadow akan beraksi lagi," tampik Seina.


"Benar juga, ya?" Salah satu teman Seina membenarkan ucapannya. "Omong-omong, kau tidak pernah bersemangat seperti ini ketika membicarakan Black Shadow," ucap temannya.


Seina terdiam. Sepertinya ia pun tak menyadari reaksinya barusan terlalu berlebihan. Sejenak, ia teringat ucapan terakhir pria bertopeng itu sebelum mereka berpisah.


Jika ingin bertemu denganku lagi, kau bisa temukan aku di Tokyo Skytree setelah siaran langsungku berakhir. Aku selalu berada di sana setelah menyelesaikan misi.


"Di manapun kau berada saat ini, aku mohon bantulah wanita itu mendapatkan keadilan! Dia menaruh harapan besar padamu!" gumam Seina dalam hati sambil mengingat saat pria itu melempar kelopak bunga camelia ke arahnya dan langsung pergi.


Shohei bersama timnya tiba di Departemen Kepolisian Ikeburuko. Mereka memeriksa kembali isi CCTV salah satu swalayan yang menjadi bukti jika gadis hostest itu membawa kabur uang dari pemilik kasino senilai ratusan juta Yen. Di dalam rekaman CCTV, terlihat gadis itu membuka koper tersebut dan mengambil beberapa lembar uang untuk membayar belanjaannya.


Shohei memundurkan kembali rekaman CCTV ke menit sebelumnya. Terlihat, gadis itu sengaja menatap lama ke arah CCTV.


"Dia menatap CCTV, artinya dia sadar sedang dalam pantauan CCTV, kan?" tanya Seto Tanaka.


"Dari gestur bibirnya, terlihat dia ingin mengungkap sesuatu dan wajahnya seperti sedang dalam tekanan," ucap Shohei sambil menekan tombol pause lalu memperbesar wajah gadis itu, "yang harus kita lakukan adalah menemukan gadis itu terlebih dahulu."


Shohei membaca deretan postingan gadis itu. Ujung jari telunjuk yang bergerak-gerak cepat menunjukkan ketajaman berpikirnya. Tiba-tiba matanya memancarkan kilauan cahaya, bersamaan dengan sunggingan senyum di bibirnya.


"Serahkan kasus ini pada tim kami. Aku rasa gadis itu hanyalah korban, ada orang yang menggunakannya untuk sebuah misi," ucap Shohei dengan wajah serius. Kali ini, ia berniat mengungkap kasus tersebut tanpa menggunakan Black Shadow sebagai bayangannya. Hal ini demi mengembalikan citra Kepolisian yang meredup akibat tokoh ciptaannya itu sendiri.


Rupanya salah satu polisi di Departemen Kepolisian Ikeboruko telah menjadi mata-mata dan melaporkan semua itu pada sang pelaku utama. Polisi itu juga mengatakan kalau kasus ini akan ditangani langsung oleh Yamazaki Shohei.


Saat hari memasuki petang, Shohei berencana menjemput Seina di kampusnya. Pria itu singgah sebentar ke toko bunga hanya untuk membeli buket bunga camelia untuk kekasihnya. Berjalan menuju parkiran mobilnya sambil membawa bunga camelia, Shohei mengambil ponselnya lalu menghubungi Rai.


"Apa kau sudah melihat video yang viral itu?" tanya Shohei mengawali pembicaraan.


"Tentu saja. Berita itu ada di mana-mana dan semua orang membicarakannya. Malahan sudah dari tadi aku menunggu teleponmu. Meskipun aku tidak pernah tertarik dengan apa yang kulakukan sebagai Black Shadow. Entah kenapa, aku merasa seperti dihantui wanita dalam video itu."


Shohei tertawa kecil sembari terus berjalan melewati jalanan yang sepi. "Itu artinya nuranimu telah terpanggil. Black Shadow telah benar-benar hidup dalam dirimu, dan kau bukan sebagai pemeran seperti yang sering kau katakan."


"Benarkah?" Rai termenung. Ya, tak bisa dipungkiri hatinya turut cemas saat Shohei belum menghubunginya juga. Ia seperti turut mengkhawatirkan gadis hostest yang hilang itu, meskipun tak tahu harus berbuat apa.


"Tapi ... kali ini kau harus absen dulu," ucap Shohei seraya memicingkan sebelah mata.


"Eh?"


"Kasus kali ini akan kutangani sendiri. Ini sekaligus memancing target-target kita yang masih tersisa," ucap Shohei.


"Sokka (begitu, ya). Kalau begitu, ganbatte ne! Jika kau membutuhkanku, aku siap kapanpun."


"Hum." Shohei mengangguk. Baru saja hendak memutus panggilan telepon, seseorang berpakaian serba hitam langsung menghunuskan pisau belati ke perutnya berkali-kali.


"Argh!"


Rai yang belum menutup panggilan, terkejut ketika mendengar suara pekikan Shohei.


"Apa yang terjadi denganmu? Kau baik-baik saja, kan?" tanya Rai panik.


Dalam sekejap, tubuh Shohei rubuh terantuk di trotoar yang sepi. Darah berhamburan dari perut pria bernama belakang Yamazaki itu. Bunga camelia yang akan diberikan pada kekasihnya pun turut terlempar bersamaan dengan beberapa kelopaknya yang rontok berguguran.


.


.


.


jejak kaki 🦶🦶



hostest : cewek yang bertugas sebagai teman mengobrol saat minum di bar. ini kaya kerjaannya Ren di GA gays, tapi versi ceweknya, kalau cowok kan host



catatan author ✍️✍️✍️


Terima kasih kupersembahkan khusus pada pendukung setiaku yang selalu memberi dukungan vote dan hadiah sehingga menjadikan novel ini satu-satunya novel bergenre misteri, detektif, and crime yang masuk lima besar.


aku anggap readers yang mendukung karyaku selama ini adalah barisan readers tulus, karena jujur aku ga pernah adain give away buat bikin novelku bertengger 10 besar. Enggak pernah sama sekali. Harap maklum, author miskin 🤣, lihat aja level gua masih jadi penulis gold bukan platinum atau diamond yang punya penghasilan wow.


Tapi meskipun begitu, kalian tetap mendukung karyaku mulai dari DF yang masuk 15 besar di chapter-chapter terakhir, GA yang masuk 3 besar dan tembus rank 1, AR yang selalu masuk 5 besar, dan juga novel ini yang baru tayang. satu-satunya caraku berterima kasih pada kalian adalah dengan menyajikan karya yang tidak asal-asalan.


untuk vote, karena hanya ada 1 vote/Minggu jadi aku ga serakah dengan meminta kalian harus vote novel ini. itu terserah kalian, dan hak kalian mau ngasih ke siapa. Tapi, kapan aku meminta untuk divote, itu artinya aku lagi butuh menaikkan popularitas novel. karena di NT, popularitas karya sangat dibutuhkan biar bisa dilirik admin sama pembaca.


Arigatou gozaimasu


Saya Aotian Yu, mencintai kalian semua ❤️