I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
98# BAB 98



 


" Sebebarnya kita mau kemana sih mas,perasaan dari tadi ga sampai sampai?"


 


" Sabar dong sayang, sebentar lagi, Mas jamin kamu bakal suka, tapi harus sabar dulu."


 


Lamanya perjalanan membuat Tesya memilih untuk tidur.


 


"Sayang bangun kita makan siang dulu yuk, ajak Kevin."


" Emmm, emang belum sampai ya mas, tanya Tesya yang mulai membuka matanya."


 


" Sebentar lagi tapi mas keburu lapar makanya kita makan dulu. Turun yuk cacing di dalam perut udah meronta ronta."


Tesya binggung begitu masuk ke restoran. Beberapa pelayan berjajar dari pintu masuk sampai tempat yang sudah di pesan Kevin. Mereka tampak memberikan bunga mawar putih kepada Tesya.


 


Ketika sampai di meja, begitu terpananya Tesya melihat satu boket besar bunga mawar merah dan di sampingnya ada kotak kado kecil.


"Kok ada bunga bunga juga sih mas, ini ada apa?"


 


Tanpa menjawab Kevin menepukkan tangannya dua kali datanglah beberapa pelayan masing masing membawa baki yang berisi makanan.


 


Keduanya tampak asik melahap semua makanan. Pikiran Tesya yang masih saja binggung dengan apa yang barusan ia alami.


" Sayang kok benggong, kata Kevin yang melihat istrinya melamun."


"Ini sebenarnya ada apa sih mas, jujur aku binggung."


" Habiskan dulu makanmu nanti mas kasih tahu. Di sini dulu ya sayang mas mau ke kamar mandi, ujar Kevin."


" Iya mas, jawab Tesya."


Tesya tampak susah menyelesaikan makannya. Tiba tiba datang seorang laki laki berbadan tinggi gagah berwajah seram yang menghampirinya. Tesya tampak takut melihat ada orang asing yang sudah duduk di depannya.


" Apa benar ini mbak Tesya, tanya laki laki tadi?"


 


" Iya benar saya Tesya, .maaf kalau boleh tahu bapak ini siapa dan ada perlu apa sama saya?"


" Ini ada surat buat mbak, isinya penting harap langsung di baca, saya permisi dulu, ucap laki laki tadi dan ia beranjak pergi."


 


 


" Mas kamu sebenarnya kemana dari tadi kok ga balik balik. Terus ini juga surat apa?batin Tesya."


Dengan hati hati Tesya membuka surat tersebut. Perasaanya semakin campur aduk tak karuan.


\*Bukalah kotak kecil yang ada di sampingmu, lalu pergilah ke depan ada seseorang yang menunggumu\*.


 


Tesya berjalan ke luar restoran, benar saja di depan ada seorang pelayan yang menunggunya. Di berikannya sepucuk bunga mawar merah muda dan selembar surat kepadanya.


*Berjalanlah mengikuti kuntum kuntum mawar. Disanalah kamu akan menemukan sosok yang kamu cari*.


Tesya mulai kesal karena dari tadi di kerjain. Sambil terus berjalan mengikuti arahan tadi, ia sesekali tampak melihat sekeliling.


 


Bunga yang Tesya kumpulkan jamlahnya hampir sama dengan yang berada di meja tempat ia makan. Ini bunga terakhir yang ia ambil tapi ia tak menemukan siapapun disana.


 


--------------------------------


Sementara itu Kevin berada di tempat yang sama dengan Tesya tetapi masih bersembunyi. Ia tertawa melihat istrinya kebinggungan. Karena ia tak bisa menahan akhrirnya Tesya mendengar suaranya.


 


Dengan wajah kesal Tesya menghampiri Kevin.


 


" Udah puas, mas pikir enak di kerjain kaya gini. Apa mas ga kasihan sama aku, udah hamil di kerjain suruh nenteng bunga sebanyak ini, omel Tesya."


" Maaf sayang, kata Kevin lalu memeluknya."


 


" Maksud mas itu apa, Tesya masih kesal sama suaminya."


 


Kevin menggangeng tangan Tesya menuju ke sebuah rumah yang tak jauh dari tempatnya. Rumah yang sangat sejuk, di kelilingi perkebunan teh.