I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
75# BAB 75



 


Acara berbelanja selesai Kevin dan Tesya singgah di sebuah resto di pusat perbelanjaan untuk istirahat sebentar. Mereka berdua asik bercerita sambil menunggu pesanannya datang.


 


" Mas tanaman di rumah tadi kalau di buat taman kaya gini kira kira bisa ga ya, kata Tesya sambil menunjukkan beberapa gambar dari internet."


" Bisalah sayang kan nanti tukang yang ngerjain sesuai keinginan kita. Lagian mereka baru mulai hari senin kok. Kalau kamu mau nambah jenis tanamannya besok kita kesana lagi sambil nentuin mau gimana."


" Maulah mas mau nambah bunga mawar lagi. Makasih ya mas udah kasih aku kejutan banyak tanaman. Tahu saja kalau nanti aku di rumah bakal kesepian."


Di tempat yang sama Lia dan Intan sedang berjalan menuju ke resto tersebut. Ketika hendak duduk Lia melihat sosok yang tak asing di depannya.


Tapi ia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat, ketika hendak memastikan Intan keburu menarik tangannya buat mencari tempat yang ga begitu ramai.


" Intan,,, padahal tadi disana udah enak loha suasananya kok pakai pindah, kata Lia kesal."


" Disana terlalu ramai Li, lagian kamu kenapa sih dari tadi clingak clinguk nyari siapa."


" Tadi di sana aku kaya lihat Tesya sama laki laki tapi ga tahu siapa, pas aku mau dekati eh kamunya ngajak kesini, gerutu Lia."


" Masa sih Li, balik kesana yuk. Lagian kenapa kamu ga bilang kalau ada Tesya disana. Tahu gitukan kita bisa tahu sosok laki laki yang ada di handphone Tesya."


" Ya udah ayo balik kesana nanti kamu bilang sama masnya tadi kalau kita pindah meja."


Giliran mereka berdua mau pindah tempat yang semula sudah di tempati sama orang lain . Akhirnya dengan berat hati mereka kembali lagi.


" Kan, udah ada yang nempati, hilangkan kesempatan kita buat mata matain Tesya, kata Lia kesal."


" Kita tunggu makanan sampai habis itu langsung kita samperi kesana, dari pada penasaran terus."


Kevin dan Tesya masih asik bercerita sambil menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Tanpa menyadari kalau sedang di mata matai.


 


Tesya hanya mengganggukkan kepalanya sambil melanjutkan makan. Dari kejauhan Intan dan Lia datang menghampiri Tesya. Betapa terkejutnya dia melihat kedua sahabatnya tiba tiba datang.


 


" Aduh...... gimana ini, padahal handphone dan kacamata Kevin tergeletak di atas meja. Mau menyembunyikan sudah ga ada waktu. Perasaan Tesya menjadi tak karuan campur aduk. Seketika selera makannya langsung hilang entah kemana."


" Sendirian saja Sya, sapa Intan sambil meletakkan makanannya di atas meja."


Tesya tersenyum kecut karena ia binggung mau menjawab bagaimana. Apa lagi kalau suaminya sudah kembali dari kamar mandi, semua bakal ketahuan juga.


" Tumben jalan ga ngajak ajak biasanya gimana, sambung Lia."


" Maaf aku kira kamu masih masa penyembuhan terus Intan dari kemarin ga bisa di hubungi ya udah aku jalan sendiri, jelas Tesya yang tidak bisa menyembunyikan ke gugupannya. Eh iya Tan kok kemarin ga ke kantor mana ga bisa di hubungi lagi, sebenarnya kemana sih."


" Mobil aku bannya kempes mau kasih kabar handphone q mati lupa ga di cas. Terus mau ke kantor udah siang juga jadi ya aku pulang saja dari pada kena omel pak Kevin."


" Kirain kamu jalan sama pak Arda, soalnya dia juga ga ke kantor. Pak Kevin sampai binggung padahal ada jadwal metting gitu."


Mendengar penuturan Tesya, Intan jadi kepikiran Arda. Perasaan ga enak mulai menghantuinya lagi.


" Ah nanti kalau sudah sampai rumah aku bakal hubungi pak Arda. Aduh kalau sampai terjadi apa apa bagaimana ya."


Karena asik ngobrol Tesya sampai lupa ga mengambil kaca mata dan handphone Kevin dari atas meja. Ya benar saja Lia menyadari kalau itu bukan milik Tesya dan tak hanya itu Lia mulai paham itu benda milik siapa.