
Sepeninggal Arda Kevin dan Tesya siap siap menuju rumah yang kemarin mereka beli. Pak Santoso selaku pengacara Kevin juga sudah menunggu disana.
" Asik banget main handphonenya, kata Kevin yang melihat Tesya dari tadi sibuk sendiri."
" Biasa mas Intan sama Lia binggung kenapa aku ga berangkat paling sebentar lagi mereka telpon."
Benar saja ada salah satu dari mereka yang menelpon. Tampak di layar handphone Tesya ada nama Lia.
" Hallo kenapa Li,jawab Tesya."
" Ngapain ga masuk kerja,tanya Lia dari sebrang sana."
" Gue kesiangan mau berangkat males,udah telat juga kalau nekat. Paling paling di SP sama pak Kevin."
" Pak Kevin hari ini juga ga masuk kok."
" Gitu ya, yah tahu gitu tadi aku berangkat aja,jawab Tesya."
Kevin hanya cengar cengir mendengar obrolan Tesya dan Lia. Padahal yang membuat temannya ga berangkat dirinya.
" Asik tahu Sya ,kerjanya agak santai, teriak Intan."
" Yah.. aku kehilangan moment santai di kantor dong, kata Tesya."
" Tapi besok elu masuk kan,seru Intan."
" Kalau ga kesiangan ya masuk, hehehe jawab Tesya sambil tertawa."
" Kesiangan kok terus, elu baru dimana sih Sya rame amat?"
" Di jalan mu ke tempat cattring."
" Udah ga masuk kerja malah jalan jalan enak banget Sya hidupmu."
" Mas kenapa dari tadi senyam senyum, ada yang aneh ya, tanya Tesya penasaran?"
" Ga kok,cuma lucu aja teman temanmu jadi selama ini kalau aku ga masuk pada santai ya kerjanya."
" Hehehe iya mas, lagian mas kalau nyuruh suka seenak perutnya."
Semuanya urusan hari ini selesai, tinggal nunggu hari H nya saja. Habis makan malam Tesya dan Kevin langsung tidur. Rasa capek yang menyelimuti tubuh mereka sudah tak bisa di toleransi lagi.
Hari terus berganti ,sampai akhirnya hari yang begitu dinanti datang juga. Sedari pago Kevin dan Tesya sibuk memepersiapkan semuanya biar acaranya berjalan sesuai rencana.
Acara openning dan di lanjutkan acara anniversery mama dan papanya. Pukul 17.00 acara openning di mulai para tamu tampak antusias menyambut usaha baru milik Tesya tersebut.
" Selamat ya sayang semoga usaha kamu ini maju dan dapat di terima banyak orang, kata papa dan mamanya sesaat setelah Tesya menggunting pita."
Tak lupa Intan ,Lia dan banyak orang disana menggucapkan selamat kepada Tesya.
" Selamat ya sayang ucap Intan dan Lia bersamaan kemudian mereka saling berpelukan."
Dari kejauhan Kevin melemparkan senyum kepada Tesya kemudian ia melambaikan tangannya. Tak banyak orang yang tahu status keduanya, makanya ia memilih agak menjauh.
" Aku kesana dulu ya Tan , Lia nemuin tamu yang lainnya, pamit Tesya."
" Iya,jawab keduanya."
Dengan jalan agak cepat Tesya menghampiri Kevin di dekat ruang kerjanya.
" Selamat ya sayang, ucap Kevin dan langsung memeluk tubuh Tesya."
" Terima kasih ya mas buat dukungannya semoga ini menjadi awal yang baik,ucap Tesya."
" Iya sayang,kata Kevin dan langsung menciym bibir munggil Tesya."
" Mas, kalau ada yang lihat gimana, Tesya marah mendapat serangan mendadak dari Kevin."
" Habis beberapa hari ini kamu sibuk terus sampai lupa sama mas."
" Maaf ya mas,Tesya janji kalau udah selesai bakal nuruti semua kemauan mas, ujar Tesya."
Acara demi acara selesai pukul 22.00 Tesya dan Kevin berpamitan sama semuanya. Ada pak Bayu sekalian pak Sanjaya ada Tya dan bang Vano juga.