I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
69# BAB 69



 


Rumah Sakit


Tesya dan Intan jalan beriringan sambil membawa buah dan beberapa camilan.


 


Disana tampak mamanya Lia sedang duduk di samping ranjang sambil ngobrol sama Lia yang masih terbaring.


" Assalamuaalaikum , salam kedua sahabatnya."


" Waalaikumsalam, masuk nak ,ujar mama Lia."


 


Tesya dan Intan bergantian mencium punggung tangan mama Lia.


 


" Gimana udah baikan, tanya Intan?"


" Udah kok besok boleh pulang, tapi bayiku ga tertolong, ucap Lia lirih."


" Yang sabar ya Li, semoga secepatnya dapat ganti yang lebih baik."


" Amin,,, makasih buat semangatnya dan kemarin udah antar plus jagain aku disini."


" Sama sama kita kan sahabat selalu ada kala sedih dan senang, ucap Intan."


 


" Berati nanti aku masuk kamu dah keluar dong Sya,tanya Lia."


" Belum tahu juga sih Li, soalnya belum ada surat putusan dari HRD, jelas Tesya."


 


" Loh nak Tesya mau keluar toh, tanya mamanya Lia?"


" Iya tante, soalnya cattring ga ada yang mantau mama sering ikut papa keluar kota , jelasnya."


" Tapi kalau kamu keluar kita masih sahabatan kan, ucap Intan."


" Ya masih lah Tan, sampai kapanpun kita bakal kaya gini terus. Misal nanti ada waktu luang aku bakal nyamperi kalian kok pas jam istirahat."


Mereka bertiga berpelukkan, membuat rasa takut kehilangan satu sama lain hilang.


Sepulang dari rumah sakit, Tesya sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Kini di meja makan sudah terhidang beberapa jenis masakkan.


Sambil menunggu Kevin pulang ia mendaftar belanjaan yang akan di beli. Tepat pukul 18.00 Kevin sampai rumah.


 


"Assalamualaikum, Kevin memberi salam."


 


"Waalaikumsalam mas, gimana mettingnya, lacar?"


 


 


" Alhamdulillah rejeki kamu sayang kata Tesya sambil mengelus perutnya yang masih rata."


" Mas mandi dulu ya sayang , terus langsung mau makan udah laper banget pamit Kevin."


Kevin pergi mandi Tesya melanjutkan mencatat belanjaan. Sampai Kevin selesai mandi belum juga selesai.


" Mau buat sendiri apa mau buat jualan sih sayang,tanya Kevin yang kaget melihat daftar belanjaan Tesya."


" Buat sendiri mas, sekalian belinya malas kalau bolak balik."


" Iya , makan dulu yuk sayang mas udah laper, ajak Kevin."


Keduanya sudah selesai menyantap makan malam dan bersiap siap untuk pergi ke supermaret yang tak jauh dari kediaman mereka.


Beberapa kantong belanjaan sudah masuk kedalam mobil ada sayuran, buah bumbu keperluan mandi dan masih banyak lagi.


" Mas belanjaanya di biar disitu dulu, di tata besok saja ya aku capek, ucap Tesya sambik merebahkan tubuhnya."


" Iya , kalau capek bersih bersih dulu sana ganti baju baru tiduran,ujar Kevin."


" Siap bos,kata Tesya."


Sambil menunggu ngantuk mereka ngobrol sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal di hati Tesya.


" Mas , pak Arda cerita ga soal Intan hari ini."


" Ga sih sayang memang kenapa kok kamu nanya gitu ke mas."


" Tadi pagi Intan cerita kalau pak Arda mau datang kerumah menemui keluarganya."


" Bagus dong sayang berati Arda serius sama Intan."


" Bukan soal serius ga nya mas, tapi kata Intan kedua orang tuanya itu kolot. Yang Intan takutkan pak Arda ga di terima sama beliau."


" Kasihan si Arda, kalau aku kasih tahu pasti dia langsung down tapi kalau ga takutnya."


" Kalau pak Arda cerita sama mas, di kasih tahu ga papa tapi kalau pak Arda diam saja , mas pura pura saja ga tahu."


" Sayang tidur yuk udah ngantuk berat nih."


 


" Ayo mas ,aku juga udah ngantuk."