
Tak terasa sudah tiga bulan usia pernikahan Tesya dan Kevin. Mereka tampak lebih romantis. Banyak rekan kantornya yang terkejut melihat sikap dingin Kevin yang kini berangsur hilang.
Dia mulai sering bertegur sapa dengan siapapun yang ia temui.
" Sya kok kamu agak berisi ya sekarang, kata Intan yang duduk tak jauh darinya."
" Iya Tan akhir akhir ini suka makan larut plus banyak ngemil."
" Pantes aja tambah bulet,ledek Lia."
" Gimana ga bulet pulang kantor ke tempat cattring disana banyak makanan ya alhasil suka ga kontrol. Nie aja aku bawa makanan soalnya tadi pagi udah dari sana, jelas Tesya sambil mengeluarkan tepak terisi penuh makanan."
" Kalau tiap hari kamu bawa makan kaya gini yang bulet ga cuma kamu Sya tapi kita juga ikutan bulet,seru Lia."
" Oke besok aku bawain lagi, kata Tesya."
" Tapi jujur ya Sya masakan di tempat kamu itu juara. Banyak tetanggaku pada nanyain pas habis acara di rumah kemarin. seru Lia."
Saat sedang asik makan tiba tiba Lia merasa sangat mual sampai dia lari ke toilet.
" Lia kenapa sih Tan, tanya Tesya polos."
" Ga tahu nanti kalau udah balik coba aku tanya,jawab Intan."
Sekembalinya Lia dari toilet dua sahabatnya sudah menyiapkan puluhan pertanyaan yang harus dia jawab.
" Kamu ga papa kan Li, makanannya ga enak ya, apa kamu alergi sama makanan tertentu,tanya Tesya."
Belum sempat Lia menjawab Intan gantian bertanya.
" Nih minum dulu, udah enakan belum, apa perlu aku anter ke klinik,cerocis Intan."
" Intan dan Tesya sayang aku ga papa kok biasalah emak emak ada fase dimana ada rasa ga nyaman makan sesuatu nyium sesuatu, jelas Lia."
Kedua sahabatnya saling pandang karena belum begitu paham sama yang di maksud Lia.
" Keponakan baru,seru Lia sambil mengelus elus perutnya yang masih rata."
" Aaaaa, teriak Tesya dan Intan lalu keduanya memeluk Lia."
" Berapa bulan Li,tanya Intan."
" Baru lima minggu kok,jawab Lia."
Tiba tiba Tesya ingat kalau habis nikah dia belum datang bulan. Sambil memegang perutnya Tesya tersenyum.
" Mas ke apotek dulu ya ada yang mau aku beli,kata Tesya."
" Iya,mas nitip vitamin ya,ucap Kevin."
" Oke mas."
Setibanya di apotek yang ga jauh dari rumahnya , Tesya memanggil penjaga toko.
" Mbak ada test pack,tanya Tesya."
" Ada mbak, mau pilih yang mana kata penjaga toko sabil menunjukkan beberapa merk."
" Semua ya mbak sama vitamin C sama minyak gosok ya. Tolong nota test packnya di pisah,ujar Tesya."
" Ini mbak barang dan kembaliannya."
" Iya kata Tesya lalu keluar dari sana."
" Udah sayang,tanya Kevin?"
" Udah mas, jawabnya sembari tersenyum."
Rumah besar yang di tinggali dua orang dan merekapun jarang di rumah .
" Sya , besok mas harus ke Surabaya kamu ga papakan di rumah sendiri , apa mau nginap di rumah mama?"
" Berapa hari mas disana,tanya Tesya?"
" Dua hari sayang sabtu malam mas usahain udah sampai rumah,jelas Kevin."
" Kalau cuma dua hari aku di rumah aja, jadi besok aku bawa mobil sendiri?"
" Iya tapi tetap hati hati soalnya subuh mas udah harus berangkat sama Arda."
" Jangan genit genit, goda Tesya."
" Mulai kan suka ya godain suaminya, kata Kevin sambil memeluk tubuh istrinya."
" Mas kata teman teman, sekarang aku lebih berisi emang iya mas?"
" Iya dikit, tapi ga papa bikin enak di peluk, kata Kevin."
" Mas,,, panggil Tesya."
" Kenapa,tanya Kevin sambil memandan wajah Tesya kuat kuat."
" Ga papa cuma mau ngetest aja mas masih meleh apa udah tidur, goda Tesya ."
" Hemm bisa aja nih sayangku, karena gemas dari tadi di godain sama istrinya akhirnya untuk ke sekian kalinya mereka bercinta."