I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
25# Persiapan Lamaran



 


Hari ini sudah Kevin putuskan buat melamar Tesya.Hatinya pun sudah mantap walaupun rasanya campur aduk tak karuan.


" Ga ngantor Vin,tanya bang Vano."


" Ga bang,jawab Kevi."


 


" Tumben biasanya semangat kalau mau ngantor,ledek bang Vano."


" Adekmu itu baru menata hati,kata pak Sanjaya."


"Oh iya abang lupa kalau hari ini mau lamaran,gimana sensasinya,godanya."


" Dulu pas melamar Rasti kan sama sama suka bang tapi sekarang kan ga,jadi rasanya lebih campur aduk lagi."


" Ga takut kalau di tolak Vin ,tanya bang Vano?"


"Takutlah bang orang aku sama sekali belum ngutarain cinta sama dia."


" Lah...kirain kalian udah pacaran."


" Kevin itu sudah kehabisan akal buat dekati Tesya,soalnya Tesya belum mau membuka hatinya buat oramg lain,terang mamanya."


"Kok bisa gitu sih ma?Apa mungkin pernah trauma jadi sampai sekarang belum bisa buka hati ,tanya Vano penasaran?"


 


" Tesya itu belum pernah pacaran bang,dia itu punya pendirian yang sangat kuat.Kalau dia belum bisa senengin keluarga dan karirnya sukses ga bakal mau berkomitmen."


" Gila sekarang jarang ada anak yang kaya gitu, kalau lamaran kamu di terima sumpah kamu laki laki paling beruntung."


" Makanya doain di terima bang,langka ada perempuan seperti dia.Semuanya masih tersegel rapi bang,kata Kevin."


 


"Pasti dong doa terbaik buat adek abang,kata bang Vano yang udah siap berangkat ke kantor."


*KANTOR KEVIN*


Dari pagi Arda mondar mandir di depan ruangan Kevin. Beberapa kali dia juga tampak memegang handphonenya.Dia binggung kenapa sudah sesiang ini Kevin belum datang.


"Sya hari ini pak Kevin minta di bawain makan siang ga tanya Arda?"


"Ga tuh pak,biasanya pagi pagi udah ingatin menu makan siangnya tapi tadi padi ga kasih kabar."


" Emang pak Kevin kemana,tanya Lia?"


"Kalau tahu kemana aku ga bakal tanya sama kalian,kata Arda kesal."


Hari ini Kevin sengaja tidak ke kantor bahkan sengaja tidak memberi kabar ke Arda. Kevin pun matikan handphonenya karena hari ini ia ingin menenangkan hatinya yang berdebar tak karuan.


*KEDIAMAN KELUARGA SANJAYA*


" Semua sudah siapkan Vin,tanya pak Sanjaya?"


" Sudah pa,tinggal nunggu bang Vano ,tadi Kevin telpon sudah keluar kantor kok."


" Gimana masih dag dig dug ga,goda mamanya."


" Jangan gitu dong ma,Kevin jadi tambah gerogi nih."


 


" Kaya abang dulu ga gitu aja waktu lamar kak Sisi,ledek Kevin balik."


" Sudah lengkap semua ayo berangkat ,ajak pak Sanjaya."


Sepanjang perjalanan Kevin di ledek sama Vano, wajah Kevin tetap saja tegang. Dia sama sekali tak mempedulikan ucapak abangnya,matanya fokus ke jalanan.


Tiba tiba pak Sanjaya terkejut melihat daerah perumahan yang sedang mereka tuju.


"Vin ,nama papanya Tesya siapa tanya pak Sanjaya?"


 


" Kalau ga salah namanya bapak Bayu Kusumanjaya."


" Astaga, ternyata Tesya anaknya si Bayu mah teman SMA papa dulu di Solo,kata pak Sanjaya."


" Bayu teman papa yang dulu anaknya pendiam itu kan,sambung nyonya Sofi."


 


" Papa sama mama kenal sama orang tuanya Tesya,tanya Vano."


" Ga cuma kenal lagi bahkan sudah seperti saudara buat papa,jelas papanya."


 


*KEDIAMAN KELUARGA BAYU KUSUMANJAYA*


Suara bel rumah berbunyi nyaring, Tia diminta mamanya untuk membukakan pintu.


" Selamat malam,pak Bayunya ada tanya Kevin?"


" Ada ,silakan masuk kata Tia mempersilakan tamunya masuk."


 


Tia meninggalkan ruang tamu dan memanggil mama dan papanya yang sedang menonton tv.


" Pah ada tamu,kata Tia."


" Siapa tamunya ,tanya mamanya."


 


" Ga tahu pa baru kali ini lihatnya kata Tia."


Papa mamanya Tesya berjalan beriringan menuju ke ruang tamu. Ketika sampai di ruang tamu betapa terkejutnya melihat siapa yang tengah bertamu ke rumahnya malam ini.


" Hai Sanjaya, teriak pak Bayu sambil memeluk papa Kevin."


 


" Lama tak berjumpa bagaimana kabarmu,tanya pak Sanjaya."


" Seperti yang kamu lihat saya baik baik saja dan masih seperti yang dulu kan,jawabnya."


Papa mama Kevin dan papa mama Tesya asik bernostalgia sampai lupa tujuannya datang ke sana.