I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
164# BAB 164



Sesampainya di toko Rama langsung berlari kedalam mencari apa yang ia inginkan. Selesai itu Rama langsung menelpon Tesya.


" Hallo Sya, kamu di rumah apa lagi dimana?" tanya Rama.


" Aku lagi di supermarket mas ada apa kok kayanya penting gitu."


" Kalau kamu sudah pulang kamu kumpulkan semua orang rumah ya, suruh semua ganti baju yang rapi," ujarnya.


" Eh emang ada apa sih mas buat penasaran saja kamu itu."


" Sudah nurut saja sama yang mas Rama suruh, kalau bisa sekalian kamu suruh Kevin buat pulang lebih awal."


" Mas jangan bikin penasaran dong, ada apa sih?"


" Udah kamu nurut saja, mas pulang habis magrib. Pokoknya kalau mas pulang semua sudah siap, ga boleh ga."


" Iya iya, eh mas sekarang lagi sama Ditakan?"


" Iya ini mas lagi jalan sama Dita di mall yamg ga jauh dari kampusnya."


" Awas ya mas jangan di apa apain Ditanya, dia tanggung jawab aku loh. Kalau ada apa apa sama Dita ga enak sama bi Mun sama pak Udin."


" Udah kamu tenang saja nanti pulang jalan jalan kamu bisa lihat sendiri ga bakal kurang secuilpun Ditanya."


" Janji loh mas."


" Iya bawel, udah sana lakuin apa yang mas suruh tadi."


" Siap bos, jangan lupa oleh oleh buat Kay ya mas."


" Ujung ujungnya minta imbalan juga, woy masmu itu masih pengangguran tahu."


" Salah sendiri di suruh kerja di kantornya mas Kevin ga mau."


" Oh iya satu lagi Sya, kalau Kevin pulang dari kantor minta tolong jemput pakdhe sama budhe di bandara ya."


" Sumpah mas itu kenapa sih, tadi pagi salah makan apa tadi sempat ke jedot kepalanya makanya sekarang jadi aneh."


" Ih udah kamu jangan bawel, ga usah banyak tanya pokoknya tinggal nuruti itu semua kok nanti kalau mas pulang kalian semua bakal tahu."


" Ya udah tutup teleponnya aku mau ganti telpon mas Kevin," omel Tesya.


Setelah Rama mematikan teleponnya, Tesya gantian memberikan kabar ke suaminya.


" Assalamuallaikum mas," salam Tesya.


" Waalaikumsalam ada apa sayang?"


" Mas hari ini sibuk ga?"


" Ga sih memangnya kenapa?"


" Mas bisa jemput pakdhe sama budhe di bandara ga? Ga tahu kenapa ini mas Rama minta kita semua kumpul di rumah selepas magrib dan anehnya pakdhe sama budhe juga tiba tiba datang."


" Kak Rama bikin ulah apa sih kok sampai kaya gini, bukannya tadi pagi dia jalan sama Dita. Duh Dita diapain sama kakak kamu sayang kok sampai ngumpulin keluarga juga."


" Ga tahu mas, tadi sih bilangnya sama aku ga di apa apain. Ya kalau di apa apain kita gimana bilangnya sama bi Mun dan pak Udin."


" Kamu tenang dulu, habis ini mas langsung ke bandara jemput pakdhe sama budhe, nanti malam kita bakal tahu apa yang sebenarnya terjadi."


" Hati hati ya mas, aku juga mau langsung pulang kasih tahu bi Mun sama pak Udin."


" Iya, kamu juga hati hati."


Kembali lagi ke mall dimana Rama sedang mengajak Dita makan siang.


" Tadi mas Rama beli apa sih kok lama banget, terus kok baliknya ga bawa paperbag?"


" Ga beli apa apa cuma ke toilet sebentar," bohong Rama.


" Iya terus pas di toilet Tesya telepon, katanya dia baru di supermarket terus nanya aku mau nitip apa ya aku sebutin semua yang mau aku beli."


" Oh gitu."


" Kalau kita pulangnya agak sore gapapakan Dit?"


" Gapapa mas."


Selepas makan Rama masih mengajak Dita jalan jalan di mall.


" Ngapain kita kesini mas?" tanya Dita yang binggung ketika di ajak ke butik.


" Teman kuliah aku kepingin kebaya, karena dia tinggal di Australia, dia minta tolong sama aku buat belikan."


" Mas Rama tahu ukurannya?"


" Tahu dong kan aku sudah lama jadi temannya, ukuran tubuhnya sama persis kaya kamu tingginya pun sama," ucap Rama.


Mendengar kata kata Rama tadi Dita langsung berpikir kalau perempuan itu adalah teman terdekat dari Rama.


" Kamu kenapa diam saja,bantuin aku milih ya sekalian nanti cobain," ujar Rama.


" Iya mas, maunya yang gimana terus warna apa?"


" Warnanya sama modelnya ngikut saja gitu."


Dita datang dengan beberapa model kebaya dengan aneka warna.


" Kamu coba satu satu ya Dit, biar aku tahu ditailnya gimana."


" Iya mas."


Akhirnya Rama jatuh hati kepada kebaya warna merah hati di padu dengan bawahan warna hitam.


" Ga usah ganti baju ya Dit, itu kamu pakai saja," ujar Rama.


" Emang kenapa mas,malulah masa jalan di mall pakai kebaya gini."


" Ya udah kamu ganti dulu sebentar, aku tunggu di kasir."


Setelah membayar Rama dan Dita langsung berjalan pulang, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua. Sampai tibalah mereka di gang yang tak jauh dari rumah Tesya, Rama langsung membelokkan mobilnya ke arah salon.


" Loh mas, kok ke salon?"


" Iya, ini temanku minta kamu di rias terus pakai kebaya itu."


" Teman mas aneh ya, masa yang pakai dia kok yang harus dandan aku."


" Cuma buat reverensi saja kok."


Selesai make up keduanya langsung meluncur ke rumah sementara di rumah Tesya sudah ramai. Rama sendiri sudah ganti pakaian dan ia memakai jas. Keduanya masuk ke dalam rumah dan di sambut keluarga yang semua binggung dengan dandanan mereka berdua.


" Jelasin sama mama sebenarnya ada apa?" kata mama Rama yang kebinggungan.


" Ada apa sih mas, terus kalian kenapa dandan kaya gitu. Jelasin sama kita semua jangan bikin semua jadi binggung kaya gini."


" Ram ada apa sebenarnya, kamu jangan bikin eyangmu ini jantungan."


" Kamu apakan anak orang Ram," sambung papanya.


" Aduh kalau kalian nanya terus kapan Rama jelasinnya, semuanya tenang dulu, Dita kamu duduk dulu ya."


" Mas Rama," panggil Tesya.


" Jadi begini, dari awal ketemu Dita pas dia ke Jogja Rama udah ada rasa tapi belum berani bilang takutnya di sini dia udah ada yang punya. Terus setelah sampai di sini aku perhatikan Dita terus dapat informasi dari Tesya dan yang lainnya kalau ternyata Dita masih sendiri. Tadi pagi aku sengaja antar dia ke kampus untuk mencari informasi lebih siapa tahu Dita punya kekasih di kampus tapi semua orang yang kenal Dita bilang kalau dia masih jomblo. Tapi rata rata mereka juga bilang kalau yang naksir sama Dita itu banyak dan setelah itu aku putuskan buat melamar Dita malam ini, karena aku ga mau ada yang lebih dulu memilikinya," jelas Rama.


Semua yang mendengar penjelasan dari Rama benggong apa lagi Dita yang tak percaya dengan ucapan yang di dengarnya barusan.