I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
49# BAB 49



 


Pukul 07.45 semuanya sudah berkumpul di pendopo. Tesya yang saat itu masih di kamarnya pun tampak gugup karena acaranya akan segera di mulai.


 


Penghulu pun tampak sudah datang dan duduk di tempat yang sudah di sediakan untuknya. Kevin juga sudah duduk di sana di dampingi papa kakak dan sahabatnya Arda.


Rasa bahagia dan gugup campur aduk di dalam hatinya.Beberapa kali ia tampak menarik napas panjang buat mengurangi kegugupannya.


" Bismillahirrahmaanirahiim semoga lancar kata Kevin dalam hatinya."


Selang beberapa menit setelah Kevin tiba ,Tesya di dampingi mama dan beberapa saudara perempuanya tampak keluar dari kamar menuju ke pendopo.


Semua tamu tampak terpana melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Tesya. Ada beberapa yang berbisik melihat Tesya.


" Ga nyangaka kalau dandan bakal secantik itu.ucap salah satu tamu."


 


" Iya biasanya kalau lihat cuma pakai kaos oblong dandan pun jarang,eh sekalinya dandan waw membuat kagum,tambah yang lainnya."


 


Begitu melihat Tesya tampak sudah datang hati Kevin semakin tak karuan rasanya. Sesekali ia tampak memandang calon istrinya yang begitu cantik dan mempesona.


" Bagaimana pak, apakah sudah bisa di mulai acaranya,tanya pak penghulu?"


" Sudah pak,mempelai perempuannya juga sudah datang, jawab Kevin."


Papa Tesya kemudian menjabat tangan Kevin yang duduk di depannya dan mulai mengucapkan ijab qobul.


" Bismillahirrahmaanirahiim, saudara Kevin Aditya putra Sanjaya bin Kusuma Sanjaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Tesya Agustina Anggraeni binti Bayu Adinata Pradipta, dengan mas kawin emas seberat 25 gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai."


Dengan satu napas Kevin menjawab ,


" Saya terima nikah dan kawinnya Tesya Agustina Anggraeni binti Bayu Adinata Pradipta dengan mas kawin di atas tersebut tunai.


" Bagaimana sah,tanya penghulu?"


Para saksipun bersama menjawab sah.


"Allahumma inni as' aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa' alaih. Wa audzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabalta' alaih."


" Sekarang kalian telah resmi menjadi sepasang suami istri ucap penghulu."


Tesyapun mencium tangan Kevin dan Kevin mencium kening Tesya. Kini raut wajah keduanya tampak lega dan kebahagian mulai terpancar.


 


 


Acara selesai kini mereka santai sambil menemui keluarga yang ada disana.


" Akhirnya sohib gua udah ga galau lagi sekarang ledek Arda sambil mencomot makanan."


" Elu juga jangan kalah dong, masa mau jomblo terus balas Vano."


" Abang sendiri kok ga nikah nikah padahal mapan udah tampang juga lumayan pasangan udah ada, kata Arda tak terima."


" Yang di ajakin kawin belum mau Da,jawab Vano."


Arda terkekeh mendengar jawaban Vano,sedang Kevin dan Tesya yang mendengar mereka ribut hanya tersenyum.


" Vin ,panggil Vano."


" Kenapa bang ,jawabnya sambil berjalan mendekati abanganya."


" Gimana Vin masih gugup ga sekarang, godanya."


" Udah leg a sekarang bang, ayo abang kapan biar bisa bulan madu bareng."


" Emang Tesya udah mau di ituin,bisik Vano."


" Belum tahu bang ,jawab Kevin juga dengan berbisik."


" Yah kalian berdua ngomongnya pakai bisik bisik, apalah dayaku yang jomblo ini, kata Arda pasrah."


" Makanya cari pacar biar ga sendiri terus tuh cewek di sini banyak tinggal pilih, kata Vano."


 


" Ledek aja terus sampai puas,kata Arda kesal di kain terus."


 


Malam harinya semua tamu sudah pada pulang orang tua Kevin juga sudah berkemas buat pulang. Rumah eyang Tesya yang awalnya ramaipun kini berangsur sepi, hanya ada keluarga inti.


Kevin kembali ke rumah eyang Tesya yang satunya karena semua barangnya ada di sana, tak disangka ternyata Tesya mengikutinya dari belakang.