I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
117# BAB 117



 


" Kak Sita ga papa seharian disini, tanya Tesya."


" Ga papa Sya, tadi sebelum kesini kakak sudah masak kok. Di rumah sendiri suntuk Sya,tadi sebelum kesini sudah ijin sama bang Vano jadi santai."


 


" Oke dech, tapi sebentar lagi aku mau ke rumah kak capek mau istirahat."


" Ya aku ikut ke rumahlah, pokoknya dimanapun kamu aku ikut."


Selesai memeriksa laporan Tesya memutuskan untuk pulang. Lama ga turun ke tempat kerja membuatnya lelah. Kini Tesya dan Sita rebahan di kamar tamu, mereka sama sama diam sambil memainkan phonecellnya.


Semakin lama semakin tak ada gerakan di antara keduanya, mereka tertidur dengan lelapnya.


 


" Bi, tadi Sita kesini ga,kok di rumah ga ada. Di telpon di chat juga ga ada balasan, tanya Vano."


 


" Tadi di kamar tamu sama mbak Tesya mas,jawab bi Mun."


 


Vano berjalan menuju ke kamar tamu yang tak jauh dari tempatnya berdiri.Dan betapa terkejutnya dia melihat istri dan adik iparnya tidur lelap.


" Bang Vano ngapain disini,tanya Kevin yang baru pulang?"


" Tuh nyari istri, di rumah ga ada ternyata tidur di sini."


"Biarin tidur bang, ngopi yuk lama ga ngobrol bareng, ajak Kevin."


" Wah boleh tu, ngopi di belakang aja Vin biar santai."


"Bentar aku ke bi Mun dulu biar di buatkan kopi."


Setelah minta tolang sama bi Mun untuk di buatkan kopi Kevin pergi ke kamarnaya buat ganti pakaian santai lalu menyusul abangnya ke belakang.


" Vin, aku kasihan dech sama Sita. Keluarganya menuntutnya untuk cepat cepat hamil. Tiap pagi uring uringan kalau lihat testpacknya masih garis satu.Padahal aku yang jadi suaminya saja santai ga nuntut dia."


" Kemarin Tesya juga cerita sama aku kok bang. Katanya setiap pagi kesini dengan wajah yang lesu,cemberut gitu.Sampai Tesya sebisanya menghibur kak Sita memberi saran biar dia tidak stres. Lagian nikah juga baru satu setengah bulan kok udah ga sabar kecuali udah bertahun tahun itu ribut boleh. Bang Vano kasih pengertian dong sama keluarganya kak Sita, jangan terlalu nuntut gitu."


 


" Udah Vin tapi mereka tetap nuntut gitu, aku saja sampai pusing lihat chat atau dengar langsung mereka bilang ini itu."


" Ajak kak Sita liburan saja bang biar fress, setidaknya sedikit melupakan bebannya."


" Wah ide bagus tuh, tapi belum bisa sekarang Vin. Sita kepengen nungguin Tesya lahiran."


" Lagi ngobrolin apa sih kayanya seru gitu, tanya Sita yang baru bangun dari mimpi indahnya?"


 


" Mau tahu aja urusan bapak bapak, jawab Vano kesal."


 


" Hemm, Vano hanya berdehem. Ia paham kalau istrinya kesepian di rumah apa lagi di tambah dengan tuntutan keluarganya untuk cepat hamil."


" Tesya mana kak, tanya Kevin?"


"Tadi bilangnya mau mandi dulu, pulang yuk sayang aku juga gerah kepengen mandi, ajak Sita."


" Sebentar sayang kopinya belum habis, dikit lagi ya."


 


" Ya udah aku duluan ya, jangan lama lama."


 


" Bilang ke Tesya ya Vin makasih buat susunya sama terima kasih udah mau dengar ceritanya tiap hari?"


" Susu apaan sih bang, aku ga ngerti?"


" Kata Sita kemarin dia di kasih susu sama Tesya khusus buat nabung asam folat biar cepat hamil."


" Iya itu dulu aku yang beli, terus masih sisa dua box belum di buka."


" Aku pulang ya Vin, kasihan Sita di rumah sendiri."


" Oke bang."


 


Kevin masih di belakang menikmati kopinya tak lama berselang datang Tesya dengan segelas susu di tangannya.


" Mas kapan pulang kok aku ga tahu, tanya Tesya?"


"Mas pulang kamu sama kak Sita tidur, mau mas bangunin ga enak. Kebetulan bang Vano juga nyari kak Sita terus aku ajak ngopi deh sambil nunggu kalian bangun. Gimana tadi di toko jadi buat resep baru?"


"Jadi mas, banyak yang suka juga. Tinggal pasarin saja, kalau laku ya di lanjut buatnya tapi kalau ga ya aju nyari menu yang baru lagi."


" Semangat sayang semoga banyak yang suka sama kue yang kamu jual biar bisa buka cabang dimana mana. Tapi tetap ingat ga boleh capek capek terus jangan lupa tugasnya sebagai seorang istri dan ibu yang baik."


" Iya mas, makasih sudah dukung usahaku. Aku akan terus ingat nasehat mas, kalaupun aku lupa jangan bosan buat mengingatkan ya mas."


Sambil tersenyum Kevin menganggukan kepalanya.