
" Ngomong ngomong ini punya siapa Sya, tanya Lia sambil menunjuk kacamata yang ada di atas meja."
" Em itu tadi punya anu, Tesya gelagapan ia binggung mau menjawab apa."
Tiba tiba Kevin datang dari belakang tanpa menyadari kalau ada Intan dan Lia di sana.
" Ayo sayang kita pulang, ajak Kevin."
" Pak Kevin, teriak Intan dan Lia bersamaan."
" Sya, ini maksudnya apa coba , Intan mulai mengintrogasi."
" Eh ada Lia dan Intan udah lama, kata Kevin seolah ga terjadi apa apa."
Dengan menggambil napas panjang Tesya mulai menjawab pertanyaan Intan.
" Sebelumnya maaf ya kalau selama ini aku ga jujur sama kalian. Sebenarnya pak Kevin udah resmi jadi suami aku."
" Apa Sya, ga bercanda kan elu, teriak Lia."
" Ya semuanya memang serba mendadak, pak Kevin yang tiba tiba datang melamar dan ternyata orang tua pak Kevin teman lama papa. Terus pak Kevin pengen cepat cepat nikah karena ga mau di ganggu mantannya. Akhirnya kita melakukan akad walaupun sembunyi sembunyi karena memang waktu itu aku sama sekali belum bisa terima, kalau harus secepat itu melepas masa lajang."
" Tapi sekarang udah ga bisa jauh jauh sama suaminya di tinggal bentar udah ribut nyuruh cepat pulang. Over protektif juga semenjak hamil, sambung Kevin."
"Apa...... kamu udah hamil Sya, teriak dua sahabatnya itu."
" Iya waktu kamu ajak ke klinik kemarin itu aku baru sadar kalau udah beberapa bulan ga mens, beberapa hari berikutnya baru aku cek ke klinik ternyata udah positif dan udah masuk 12 minggu."
" Kan tadi aku udah minta maaf, kalau masih belum main yuk ke rumah aku masakin dech mumpung nanti ada ibu ibu tetangga pada mau main ke rumah, bujuk Tesya."
" Kalah aku kalau udah di iming imingi makanan gini, celetuk Intan."
Kini mereka jalan menuju rumah Tesya yang baru. Hati Tesya mulai lega karena ga harus menyembunyikan status pernikahannya. Sedangkan Lia dan Intan masih tak percaya dengan pengakuan sahabatnya tadi.
" Gila ga nyangka kalau selama ini Tesya udah nikah ,sama pak Kevin pula. Padahal dulu pas pertama Tesya pernah bilang ga sudi kalau sampai suka sama pak Kevin. Tapi kenyataanya sekarang malah udah jadi istrinya saja, omel Intan."
" Sama Tan aku juga, ternyata pak Kevin bisa klepek klepek sama Tesya. Makanya akhir akhir ini Tesya suka berlama lama di ruangan pak Kevin ternyata."
" Tapi pak Kevin beruntung loh dapat Tesya, secara anaknya baik polos pinter masak lagi, yang jelas Tesya itu sabar ngadepi pak Kevin yang suka se enakknya sendiri, sambung Intan."
" Jadi iri sana Tesya ya Tan."
" Bener banget Li, kehidupan Tesya itu bikin iri, dia di kelilingi orang orang yang sangat sayang sama dia. Orang tua yang ga menentang apa keinginan anaknya. Kalau di pikir pikir orang tuanya sukses punya banyak perusahaan tapi dia ga mau numpang sukses orang tuanya. Lebih milih kerja keras dan bangun usaha sendiri. Ga kaya orang tua aku, kata Intan."
" Emang kenapa sama orang tua kamu Tan,seru Lia."
" Besok kalau waktunya udah tepat aku bakal cerita sama kamu dan Tesya juga, jelas Intan."
Karena asik cerita sampai ga kerasa sudah sampai di rumah Tesya.
" Wah gila ini beneran rumah kamu Sya, Intan kagum begitu melihat rumah Tesya yang sangat luas dan udaranya sangat sejuk."
" Ayo masuk jangan benggong aja, ajak Tesya."
Begitu melihat ke dalam Intan dan Lia semakin terpana melihat isi rumah Tesya yang sangat mewah.