
Pikiran Kevin kacau ia malas pergi ke kantor. Setelah menjemput Tesya ia berjalan menuju rumah Arda.
" Mau kemana mas,tanya Tesya."
" Ke rumah Arda sebentar ada yang penting jawabnya."
Kemudian keduanya hening tak ada sepatah kata keluar dari bibir mereka,keduanya sama sama fokus menatap jalan.Sesekali Tesya melihat wajah Kevin yang sedang mengemudi.
" Sepertinya ada yang sesuatu yang sedang di pikirkan mas Kevin. Tapi kalau aku bertanya takut di bilang ikut campur.Nanti juga kalau sudah lega pasti bakal cerita ,gumam Tesya."
APARTEMENT ARDA
Arda sudah rapi dan siap berangkat ke kantor. Sesampainya di depan pintu dia terkejut melihat Kevin dan Tesya berdiri disana.
" Tumben bro pagi pagi kemari ada apa,tanya Arda."
" Ada yang mau penting bro,bisa bicara sebentar,kata Kevin."
" Masuk dulu bro,Arda mempersilakah kedua tamunya masuk."
Tesya duduk di samping Kevin sambil memperhatikan wajah tunangannya yang sedang tegang.
" Sebenarnya ada apa sih bro,sampai membawamu datang kesini sepagi ini,tanya Arda lagi."
" Semalam pas aku jalan sama bang Vano melihat Rasti di depan supermarket depan rumah. Pagi ini Rasti berani datang ke rumah,jelas Kevin."
" Rasti.....kata Tesya terkejut."
" Ga punya malu itu perempuan ,kata Arda tak kalah kaget."
" Aku minta tolong sama kamu buat handel kerjaan kantor untuk beberapa hari. Dan hari ini kamu berangkat siang saja, aku pinjam apartemenmu buat ngumpulin keluarga ,pinta Kevin."
" Ngapain ngumpulin keluarga ,tanya Arda."
" Aku sama Tesya secepatnya harus menikah sebelum Rasti mengusik kehidupanku,kata Kevin lagi."
Kini Tesya mengerti kenapa dari tadi Kevin tampak cemas. Ternyata ada sesuatu yang berat sedang di pikulnya. Kemudian Tesya dan Kevin sama sama memberi kabar kepada orang tuanya agar cepat datang.
Keluarga Kevin dan Tesya datang bersamaan mereka binggung kenapa di minta datang ke tempat itu cepat cepat.Setelah semuanya berkumpul Kevin menjelaskan maksud dan tujuannya mengumpulkan keluarganya.
" Sebelumnya Kevin mau minta maaf karena memaksa semuanya untuk datang kesini. Sebenarnya ada sedikit masalah yang harus cepat di selesaikan,kata Kevin."
" Begini om tante mantan tunangan Kevin datang lagi dan mencoba mengusik keluarga kami. Jadi Kevin mohon om dan tante cepat menikahkan kami sebelum hubungan kami di ganggu."
"Iya Bayu,lebih baik kita cepat cepat menikahkan anak anak sebelum terlambat. Soalnya saya tahu sifat mantannya Kevin itu seperti apa,jelas pak Sanjaya."
" Kalau itu demi kebaikan ya ga papa,orang saya dan istri juga sudah ga sabar pengen menimang cucu kok,kata pak Bayu sambil tertawa."
" Tapi apa ga terlalu cepat ya,kata Tesya."
" Ga papa sayang sesuai janji kita dulu kalau kamu memang belum siap,aku ga akan memaksa,jelas Kevin."
" Ya sudah kalau begitu,jawab Tesya."
" Kalau semua sudah setuju tinggal menentukan tanggal dan tempatnya,kata Kevin."
" Tesya pengennya di Solo ma, soal tanggal terserah maunya kapan,ga usah ada pesta meriah yang penting sah saja.Soal pesta nanti bisa belakangan kata,Tesya sudah pasrah sama keadaan."
" Kamu maunya gimana Vin,tanya nyonya Sofi?"
" Yang penting sah dulu ma,lagian ini mendadak kalau harus ada pesta persiapannya memakan banyak waktu,jelas Kevin."
Akhirnya semua setuju dan mereka akan menikah di Solo. Dan untuk sementara Kevin akan berada di sana untuk beberapa waktu buat mempersiapkan semuanya.
Sedangkan Tesya tetap tinggal dan bekerja sebelum cuti panjangnya. Keluarga Kevin dan Tesya sudah pergi meninggalkan kediaman Arda , kini
tinggal ada Arda dan kedua tamunya.
" Da sebelum ke kantor antar aku ke bandara ,pinta Kevin."
" Yakin sekarang mau langsung kesana,tanya Arda?"
" Iya, titip Tesya ya jangan sampai di ganggu sama Rasti,dan hari ini jangan lupa ada meeting sama Tesya dan kawan kawan, pesan Kevin."
Dengan berat hati Kevin meninggalkan Tesya dan Arda, dia benar benar sudah tidak mau lagi bertemu dengan Rasti.