
" Arda kok sampai sekarang ga kasih kabar ya sayang, kata Kevin sambil menghubungi Arda."
" Intan juga ga balas pesan aku mas.Habis ini mau balik ke kantor apa mau kemana?"
" Ke apartement Arda saja soalnya kalau mau balik ke kantor udah nanggung bentar lagi juga sudah jam pulang."
Di apartement Arda tampak sepi beberapa kali Kevin memencet bel tapi tak ada yang merespon sama sekali, akhirnya Kevin dan Tesya memutuskan untuk pulang.
Perasaan Kevin mengatakan pasti ada yang tidak beres sama sahabatnya. Dari dulu kalau ada masalah ia pasti cerita. Tapi entah mengapa kali ini ia malah menghilang.
" Menurut mas kemarin Intan dan Arda gimana ya, kok aku penasaran."
" Mas juga penasaran sayang, kok sampai mereka kompakkan ga masuk kerja hari ini."
" Aku takutnya terjadi apa apa sama mereka mas."
" Jangan mikir yang ga ga sayang."
" Mas langsung ke rumah mama ya, kalau pulang dulu nanti kasihan bang Vano pas sampai sana kita belum pulang."
"Iya lagian bang Vano kalau pulang suka malam kok ,jadi tenang saja."
Kediaman keluarga Bayu, kalau sore begini semua sudah ngumpul di rumah. Mama Mia sibuk di dapur sedangkan pak Bayu dan anaknya yang bontot lagi sibuk di taman belakang merapikan beberapa tanaman.
Semuanya anggota keluarga termasuk Tesya mereka sangat senang dengan bercocok tanam. Makanya kemarin Tesya memilih rumah yang halamannya luas biar bisa membuat taman disana.
" Ma......pa...... panggil Tesya ketika tak menemukan keduanya di ruanga depan."
" Mama di dapur, jawab mama Mia."
Tesya dan Kevin langsung mencari sumber suara tadi.
" Papa di mana ma ,tanya Kevin?"
" Di kebun belakang sama Tya juga."
Setelah menemui papanya Tesya kembali ke dapur membantu mamanya masak. Sedangkan Kevin masih asik melihat tanaman di halaman belakang.
" Papa beli tanaman kaya gini dimana? Soalnya halaman rumah Kevin masih lega, sayang kalau ga di manfaatin."
" Kalau kamu mau tanaman kaya gini papa bisa antar ke tempat langganan papa.Disana banyak macam tamanan mulai bunga sampai tanaman buah."
" Boleh pa, kapan papa bisa antar kesana?
" Sekarang juga bisa,papa juga mau nambah beberapa tanaman lagi ."
" Tya ikut ya pa, mau beli bunga mawar lagi,serunya."
" Ya udah sana siap siap dulu papa tunggu di depan."
Kini mereka bertiga pergi menuju ke tempat penjual bibit tanaman.
" Kak Kevin emang mau beli tanaman apa?"
" Belum tahu juga sih, soalnya kak Tssya kan bentar lagi udah ga kerja kalau ada banyak tanaman kan ia ga bosen. Kalau boleh tahu kak Tesya sukanya tanaman apa Kevin balik bertanya?"
"Tesya suka semuanya asal banyak tanaman ia pasti senang apa lagi kalau ada tanaman buah."
" Iya pa, nanti bantuin Kevin ya. Eh iya pa, tempat yang jual bibit itu ada,jasa buat sekalian tanam ga."
" Ada bahkan disana juga bisa sekalian buatin taman. Dulu papa juga gitu kok jadi ga ribet harus nyari tukang lagi."
" Wah, asik itu pa."
" Jangan bilang bilang sama kak Tesya ya dek,pinta Kevin."
" Siap, asal kakak beliin aku bunga mawar."
" Oke, deal ya Kevin dan Tya bersalaman tanda mereka setuju dengan kesepakatan tadi."
Di belahan bumi bagian lain Arda tampak termenung di balkon apartementnya. Ia memikirkan bagaimana keadaan Intan sekarang ,sudah beberapa kali ia hubunggi masih tidak bisa.
Sementara Intan tertidur karena dia kelelahan setelah semalaman menanggis. Ia mengambil cara seperti kakaknya untuk meninggalkan rumahnya karena sikap kedua orang tuanya.