I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
105# BAB 105



 


Hari ini benar benar hari yang membosankan buat Tesya. Dari pagi ia hanya duduk dan rebahan di depan tv. Beberapa film sudah ia lihat mulai dari film dalam negeri sampai drama korea tapi masih saja membuatnya bosan.


 


" Bi Mun, panggil Tesya."


 


" Ada apa mbak, jawab bi Mun sambil berjalan mendekat."


 


" Bi bantu jalan ke gazebo belakang ya, bosan disini terus."


 


" Iya mbak."


 


 


Kini Tesya sudah berada di gazebo belakang menikmati indahnya bunga bunga yang bermekaran. Kupu kupu juga tampak berterbangan mencari bunga yang mekar.


 


 


 


Angin spoi spoi membuat rasa kantuk datang mengampiri Tesya, akhirnya ia terlelap.


 


Sementara itu di salon langganannya Sita sedang melakukan perawatan. Disana ia melihat sesosok orang yang menurutnya tidak asing.


 


Beberapa kali ia mendengar mereka sedang membicarakan calon adik ipar dan istrinya. Karena penasaran iapun pindah tempat duduk yang lebih dekan.


 


Dengan menggunakan handphonennya Sita merekam semua pembicaraan orang tadi. Bahkan ia kaget ketika mendengar kalau mereka habis mencelakai Tesya.


 


Tak lama kemudian mereka meninggalkan salon begitu juga Sita, yang mengikutinya dari belakang. Di sebuah caffe mereka kini singgah.


Kring Kring Kring suara handphone Kevin berdering ketika ia selesai metting.


 


" Halo ada apa kak,tanya Kevin?"


 


" Kamu lagi dimana bisa samperi mbak sebentar ga, tempatnya aku share, ujar Sita."


 


" Emang ada apa sih mbak,tanya Kevin lagi?"


 


Begitu mendengar nama istrinya ia langsung pergi menuju tempat janjian. Pikirannya mulai tak karuan kalau menyangkut dengan istrinya.


" Halo kak, aku sudah di parkiran kata Kevin melalui panggilan telepon."


" Masuk Vin kakak ada di dalam,ujarnya."


Sesampainya di dalam Kevin melihat video yang sempat Sita rekam di salon tadi.


 


" Memang gila ini perempuan, ga ada kapok kapoknya, kata Kevin dengan nada kesal."


" Vin kayanya kamu harus tegas dech biar dia kapok."


" Sekarang orangnya ada dimana kak."


" Itu di depan, tapi jangan buat keributan di sini."


Karena amarahnya sudah tidak bisa di bendung Kevin mendatangi dua perempuan yang sedang asik ngobrol.


 


" Mau kalian itu sebenarnya apa. Kalian kan sudah tahu saya sudah menikah kenapa masih di ganggu juga."


" Maksud kamu apa sih Vin, datang datang marah marah lagi. "


" Kamu ga usah pura pura ga tahu, mungkun dulu aku masih bisa sabar tapi tidak untuk saat ini. Kamu itu benar benar tega sama aku. Dulu kamu sakiti aku membuat malu keluargaku sekarang kenapa kamu mencelakai istriku."


 


" Kamu ngomong apa sih Vin, kalau ga ada bukti jangan asal nuduh gitu bisa jadi fitnah. Apa jangan jangan kamu kangen ya sama aku makanya kamu ssmpai bilang seperti itu."


" Oke kalau kamu masih ga mau ngaku juga jangan salahkan aku kalau masalah ini sampai ke polisi, ucap Kevin lalu pergi meninggalkan Rasti dan temannya yang sudah menumpahkan air panas ke kaki Tesya."


" Ayo kak, kita langsung ke kantor polisi, kayanya dengan cara halus ga bisa membuatnya mengaku, ajak Kevin."


Kevin dan Sita mendangi Polsek terdekat untuk melaporkan tindak kejahatan yang dilakukan Rasti bersama temannya.Kevin masih tak habis pikir kenapa sampai saat ini Rasti masih saja mengganggunya.


 


"Terima kasih ya kak sudah kasih info ini, semoga mereka secepatnya di tangkap biar cepat jera."


 


" Iya Vin, sekarang kamu jangan sampai lengah menjaga Tesya apa lagi dia sedang hamil.Nanti sore kalau bang Vano sudah pulang aku main kesana."


 


" Iya kak, sekali lagi terima kasih. Oh iya kak aku mau balik ke kantor lagi soalnya harus metting, pamit Kevin."


 


" Hati hati Vin, ucap Sita."