I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
148# BAB 148



" Emak emak kalau masalah duit cepet ya," sahut Arda.


" Jangan salah pak Arda, walaupun kami hanya ibu ibu berdaster setidaknya bisa menghasilkan uang sendiri,"jawab Lia.


" Ah lawan emak emak mana bisa menang sih, pokoknya aku iyain saja biar seneng."


" Mumpung ngumpul semua makan bareng yuk, biar bisa sambil ngomonging kerjaan," kata Kevin.


" Wah pak kalau jalan jauh jauh udah ga sanggup," jawab Lia."


" Tenang ga perlu kemana mana, aku sudah pesan kok kita makan di sini saja."


" Sya, Lia kan kita habis ini bakal kerja lagi, enaknya kita ngumpul dimana ya?"tanya Intan.


" Di rumah Lia saja Tan, kasihan Lia kalau harus nempuh perjalanan jauh."


" Lah padahal aku pengen loh main main ke rumah kalian bosen tahu di rumah terus," ujar Lia.


" Ya udah kita ngikut bumil saja maunya gimana, tambah Tesya."


" Wah jadi merasa spesial nih aku, terima kasih ya semuanya."


Makan makan selesai mereka berpisah di parkiran lalu menuju rumah masing masing.


" Yah kan oleh olehnya lupa ga aku kasih sekalian," kata Tesya ketika masuk ke dalam mobil.


" Besok kan masih ketemu sama mereka. Apalagi besok mereka datang ke rumah, jadi santai saja."


" Iya juga ya, ah kenapa aku ga kepikiran sih."


" Maaf ya Sya, liburan kita gagal."


" Kan sudah minta maaf kok minta maaf lagi. Ga papa mas, lain kali kan masih bisa liburannya. Kay juga pasti paham kok kalau papanya itu kerja cari uang buat dia juga kok."


" Makasih ya pengertiannya sayang, anak papa yang cantik lain kali kita liburan lagi ya."


~ Kediaman Kevin~


" Loh mbak sama mas katanya mau di Jogja seminggu kok ini sudah pulang?" tanya mbok Mun ketika membukakan pintu.


" Iya mbok, liburannya gagal karena ada metting dadakan," jawab Kevin.


" Mbok panggilin tukang urut yang biasa dong, badannya rasanya mau rontok nih," sambung Tesya.


" Aku juga mau dong, tapi tukang urutnya mau ga ya mijitin laki laki."


" Tenang mas, tukang pijit langganan mbak itu suami istri bisa pijit semua jadi bisa satu paket nyuruhnya."


" Oke mbok aku mau, nanti kalau sudah datang suruh ke kamar depan ya."


" Baik mas."


Selesai mandi Tesya turun kaget di depan ada mamanya.


" Loh ma, kok kesini ga bilang bilang sama papa atau sendiri."


" Sendiri Sya, papa tadi pagi berangkat ke luar kota. Katanya liburan ke Jogja kok sudah di rumah?"


" Papanya Kay ada metting dadakan ma, jadi ya harus pulang.Tadi mama langsung ke sini atau dari rumah bang Vano?"


" Tadi ke rumah abang kamu dulu tapi ternyata baru pergi ke rumah mertuanya, ya udah mama lanjut kesini. Sya mama mau nginep di sini bolehkan?"


" Ini Kay sama Kevin mana?"


" Kay tidur ma, papanya baru mandi. Tapi nanti mama aku tinggal pijit sebentar gapapakan?"


" Mau pijit dimana, mama ikut ya. Kebetulan badan mama tuh capek banget rasanya."


"Pijit di rumah ma, udah langganan tinggal di telpon pasti datang."


" Sya kemarin mama dengar dari abang kamu, katanya kamu sama Kevin habis berantem bener ga sih. Perasaan selama ini yang mama tahu kalian baik baik saja."


" Iya ma, aku di kerjai habis habisan sama mas Kevin. Awalnya mas itu ke Jogja tapi dadakan gitu,karena aku ga percaya akhirnya aku ikutin sampai sana eh di sana di prank. Mas Kevin jalan sama perempuan mesra gitu,"jelas Tesya.


" Tapi sekarang sudah baikkan?"tanya mamanya.


" Sudah ma, mas Kevin sudah jelasin semua kok. Lagipula itu cuma prank, awas saja kalau berani selingkuh."


" Kayanya ga mungkin dech orang Kevin sudah bucin sama kamu kok,"kata mamanya sambil tertawa.


" Emang mas Kevin dari dulu sudah bucin sama aku."


" Sya besok sibuk ga, jalan jalan ke mall yuk, kalau ga ke salon," ajak mamanya.


" Maaf ma, besok Tesya ada kerjaan kalau agak sore gimana? Soalnya ada klien mas Kevin itu yang ribet benget orangnya. Masa aku sama tim sudah keluar harus kerja lagi. Kata orangnya kalau ga aku sama tim yang kerjain bakal di batalkan kerjasamanya. Sayang tahu ma,"jelas Tesya.


" Memang tim kamu siapa aja?"


" Intan sama Lia ma, besok mereka bakal ke rumah. Oh iya sebentar mama di sini dulu ada yang mau Tesya ambil,"kata Tesya lalu ia beranjak dari tempat duduknya.


Tak berapa lama Tesya datang membawa makanan khas Jogja yang sempat ia beli bersama dengan dua cangkir teh.


" Sya, gimana kelanjutan hubungan Intan dan Arda?"


" Kemarin sih aku sempat tanya sama Intan, katanya secepatnya hubungan mereka akan di resmikan. Tapi mereka ga akan mengadakan pesta."


" Pesta itu ga penting yang pentingkan sahnya itu. Mama harap juga secepatnya mereka menghalalkan hubungannya kalau kelamaan kasiha Key."


" Mbak, itu tukang pijitnya sudah datang, "kata bi Mun.


" Iya bi, biasa ya langsung ke kamar depan, aku mau bangunkan mas Kevin dulu," jelas Tesya.


Dua jam berlalu, kini tubuh Tesya sama Kevin sudah segar. Mereka duduk di taman belakang sambil ngobrol ngobrol.


" Vin kalian ga berencana nambah momongan,"tanya mama.


" Ah mama, yang kemarin saja masih inget rasa sakitnya," jawab Tesya.


" Kalau aku sih siap saja ma, tapi yang di ajak nambah ga mau," sambung Kevin.


" Lagipula Kay juga masih kecil, nanti kalau sudah sekitar lima tahun baru dech kasih adek buat dia."


" Tapi kalau belum lima tahun kamu sudah hamil lagi gimana?"tanya Kevin.


" Ya jangan sampailah mas."


" Lihat tuh ma, masa mau di ajak yang enak saja ga mau."


" Mau asal yang hamil mas Kevin bukan aku."


Ketiganya tertawa, mama Kevin bahagia karena anak dan menantunya baik baik saja.