I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
84# BAB 84



 


Sesampainya di rumah, Tesya terkejut karena disana ada banyak orang. Semuanya tampak menanti kehadirannya.


 


" Mas ada apa ya kok di rumah kita banyak orang , tanya Tesya penasaran."


 


" Mas juga ga tahu sayang , kata Kevin bohong."


Sebenarnya sebelum perjalanan pulang Kevin memberi tahu samua keluarga dekat dan tetangga buat datang ke rumah. Ada kejutan yang menanti buat Tesya hari ini.


Tesya turun dari mobil tampak masih binggung, semua keluarganya tampak menyambut kedatangannya.


 


" Ini sebenarnya ada apa sih mas, jangan bikin aku binggung dong."


 


" Ga ada apa apa kok sayang, kata Kevin sambil menutup mata Tesya pakai tangan."


 


" Kok matanya pakai di tutuo sih mas, ayolah jangan bikin aku binggung dan penasaran begini, rengek Tesya."


 


" Maaf ya sayang matanya di tutup sebentar, kata Kevin sambil mengarahkan Tesya ke suatu tempat."


 


Semua yang hadir di sana tampak mengikuti dari belakang. Kini sampai acara yang paling di tunggu. Setelah memberi kode kepada Arda dan abangnya dengan perlahan Kevin membuka tangan yang menutupi tangan Tesya.


 


Dengan hitungan 3 2 1 tirai putih penutup di buka bersamaan dengan terbukanya mata Tesya.


" Ini apa mas, kata Tesya yang tak percaya dengan apa yang dia lihat."


 


" Ini kan yang selama ini kamu inginkan, mas ga mau kamu benci sama mas gara gara ini."


" Terima kasih mas buat toko kuenya, kata Tesya sambil memeluk suaminya. Ia tak menyangka kalau keinginnannya bakal di penuhi ."


Acara potong pita dan makan makan selesai kini tinggal Tesya berpikir kapan ia akan memulai usahanya tersebut.


 


" Beruntung banget ya bu, udah cantik punya suami ganteng pengertian lagi, kata salah seorang."


 


" Iya bu, saya juga mau punya mantu yang kaya mas Kevin, orangnya baik walaupun mereka dari keluarga berada ga malu undang kita ke acaranya, bahkan keluarganya juga ikut berbaur seperti orang biasa, tambah yang lainnya."


 


" Kalau soal berbaur dan ga beda bedain orang itu loh bu yang bikin adem lihatnya. Eh ya ibu ibu dari pada anak kita pada nganggur gimana kalau mereka di suruh lamar kerjaan ke tempat mbak Tesya."


" Wah iya bu, kebetulan anak saya udah lulus sekolah di suruh kuliah ga mau, apa mending aku suruh kerja saja siapa tahu mau."


" Iya nih bu moga moga mbak Tesya terima ya, kata mereka lalu pulang ke rumah masing masing."


 


Kembali ke rumah Tesya, setelah semua tamu pulang kini tinggal keluarga yang ada di sana. Kevin Arda dan Vano menurunkan kain dari dalam mobil.


 


Yang cewek cewek bagian memotong motong kain melipat dan memasukkannya kedalam tas. Ada juga yang menulis nama penerima kain.


 


" Bang Vano data penerimanya mana biar aku yang nulis, tanya Tesya."


" Bentar aku ambilkan dulu sekalian spidol dan stiker namanya. Papa sama mama sekalian tulis dulu siapa aja yang mau di kasih, sambung Vano."


Intan dan Liapun turut membantu, walaupun mereka capek habis perjalanan jauh tapi mereka berdua tetap asik saja.


Pukul 19.00 baru sebagian yang selesai masih banyak yang belum di potong. Karena sudah capek akhirnya mereka menyudahi pekerjaannya.


" Udah malam kita istirahat dulu sisanya kita lanjut besok kata Vano. Sebelumnya terima kasih sudah mau membantu."


 


" Berati kita besok main kesini lagi ya Sya, kata Lia kegirangan, karena ia merasa kesepian selalu di rumah sendiri."


" Iya main saja kesini, jawab Tesya."


Sebelum mereka semua benar benar pulang, tak lupa buat makan malam bersama dahulu sebagai tanda terima kasih Vano karena sudah banyak di bantu.