I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
152# BAB 152



Hari hari Tesya di sibukkan dengan pekerjaannya, bekerja di rumah dan dengan teman teman yang asik membuatnya melupakan sedikit masalahnya kemarin. Tapi tidak hari ini, tadi pagi selepas suaminya berangkat ia mendapat ancaman melalui paket yang di terima.


Tesya tak fokus kerja dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


" Tan, aku kedalam bentar ya kepala aku pusing nih," pamit Tesya kepada Intan.


" Iya, minum obat sana terus istirahat," ujar Intan.


" Mbak Tesya kenapa mbak dari pagi mukanya pucet?" tanya salah satu tim kerjanya.


" Iya, tadi dia bilang kalau kepalanya pusing,"jelas Intan.


" Apa ga sebaiknya mbak Intan kasih tahu pak Kevin,"sambungnya lagi.


" Wah bener juga, sebentar aku coba hubungi dulu pak Kevin semoga sedang tidak sibuk."


Intan berjalan keluar ruangan untuk menelpon bosnya.


Derrtt Derttt Derttt handphone Kevin bergetar di dalam saku kemejanya.


" Halo ada apa Tan?"


" Halo pak, saya cuma mau kasih tahu kalau Tesya sakit, tadi ia pamit untuk istirahat wajahnya juga pucat pak," jelas Intan.


" Oke makasih infonya Tan, saya mau langsung pulang," ucap Kevin lalu mengakhiri panggilannya.


Kevin lalu menyambar kunci mobilnya yang berada di meja dan langsung bergegas pulang.


" Mau kemana bos?" tanya Arda.


" Mau pulang, tadi Intan kasih kabar kalau Tesya sakit. Kamu tetap di kantor ya kalau ada apa apa langsung kasih kabar," ujar Kevin.


" Oke siap,"jawab Arda.


Setibanya di rumah Kevin langsung berlari menuju ke kamar untuk melihat kondisi istrinya.


" Baguslah kalau sudah tidur," kata Kevin lalu berjalan menghampirinya.


Tetapi ia heran kenapa ada kardus kecil berada di atas narkas, karena penasaran Kevin lantas mengambil dan melihat isinya.


" Dasar perempuan gila, tunggu pembalasanku," ucap Kevin lalu turun menenmui bodyguard yang ada di rumahnya.


" Semuanya kumpul,"panggil Kevin.


" Ada apa pak?" tanya salah satunya.


" Besok saya ga mau kecolongan kaya gini lagi, kalau ada paket entah untuk siapapun yang ada di rumah ini tolong di simpan dulu. Saya sendiri yang akan mengecek sebelum di berikan kepada yang bersangkutan," jelas Kevin.


" Maaf pak, nanti kami akan memperketat keamanan biar kejadian seperti ini tak terulang kembali," kata bodyguardnya.


Kevin lantas memeriksa CCTV rumahnya setelah ia pergi ke kantor. Setelah itu ia langsung menelpon Arda, dan memberi tahu apa yang terjadi.


" Da, Fanny benar benar sudah gila. Beraninya ia mengirim anacaman buat Tesya ke rumah. Sepertinya sekarang sudah waktunya untuk membalas. Agendakan pertemuan dengan pak Hary dan usahakan agar Fanny juga ikut. Satu lagi siapkan semua bukti kejahatan yang sudah di lakukan Fanny akhir akhir ini, saya akan berikan pelajaran setimpal," jelas Kevin.


" Siap bos, nanti akan aku urus semua."


Selepas itu, ia datang ke kamar lagi untuk melihat keadaan Tesya. Kali ini Tesya sudah bangun dan telah duduk di tepi ranjang sambil menangis.


" Jangan menangis seperti itu sayang, kan kemarin sudah mas jelasin."


" Iya mas, tapi ini keterlaluan. Aku benar benar takut kalau dia sampai nekat menyelakai aku atau Kay."


" Mana Tesya yang aku kenal kuat, masa cuma kaya gini saja sampai nangis," goda Kevin.


" Sayang, mas sudah janjikan sama kamu kalau ga bakal tinggalin kamu, terus kenapa kamu panik kaya gitu sih."


" Ya walaupun mas sudah janji tapi aku tetap takut siapa tahu mas tergoda sama perempuan itu," kata Tesya.


" Ga ada yang bisa menggoda mas kecuali kamu sayang," kata Kevin lalu memeluk tubuh istrinya.


" Dasar mas mesum," bisik Tesya ke telinga suaminya.


" Mesum sama istri sendiri ga ada yang melarang,"jawab Kevin.


" Udah ah mas, aku mau lanjut kerja. Kasihan mereka harus kerja keras, masa aku cuma santai santai saja."


" Astaga sayang, tadi waktu Intan kasih kabar kalau kamu sakit mas paniknya luar biasa. Masa iya sekarang mau langsung di tinggal kerja gitu," gerutu Kevin.


" Inikan kerjanya bantuin mas juga, sekarang mas juga balik ke kantor aku sudah ga papa kok benerean."


" Tega kamu sayang, sudah di bela belain jalan ngebut sambil panik giliran ketemu malah di usir," kata Kevin.


" Ya udah sekarang mas maunya apa aku turuti deh dari pada cemberut terus mulutnya."


" Jalan yuk, kemana gitu biar fress otaknya," ajak Kevin.


" Terus anak anak gimana mas, masa kita mau seneng seneng mereka kerja."


" Stttt kan kita bosnya, pasti mereka paham. Sudah sekarang siap siap dulu mas tunggu di bawah," ujar Kevin.


Tak butuh waktu lama buat Tesya untuk bersiap, setelah menitipkan Kay pada bi Mun ia langsung menemui suamianya yang sedang melihat karyawannya kerja.


" Tan, titip semua ya. Aku mau ajak Tesya keluar sebentar. tadi aku sudah suruh Arda kesini buat bantu bantu," ujar Kevin.


" Baik pak," jawab Intan singkat.


Di Dalam Mobil


" Sebenarnya kita mau kemana sih mas?"tanya Tesya.


" Belanja," jawab Kevin.


" Kemarinkan udah belanja mas, kebutuhan dapur juga masih banyak," kata Tesya.


" Sudah sekarang kamu diam saja, nanti kalau sudah sampai tempatnya pasti kamu senang," ucap Kevin.


" Ya udah deh kalau gitu aku mau tidur dulu."


Sepanjang perjalanan tak hentinya Kevin mencuri curi pandang kepada istrinya itu.


" Walaupun kadang kamu itu cerewet, nyebelin, mau menang sendiri tapi aku tetap sayang sama kamu. Bahkan semakin kesini cinta itu semakin besar Sya. Bisa dapatin kamu saja penuh perjuangan kok, masa iya di goda perempuan macam Fanny aku tergoda. Kalau sampai tergoda sia sia dong perjuanganku dulu. Sya kamu cantik kalau lagi seperti itu, " batin Kevin.


Diam diam Tesya sudah bangun dan menyadari kalau sedari tadi suaminya beberapa kali curi curi pandang kepadanya.


" Mas aku harap kita bisa seperti ini terus ya, kamu satu satunya laki laki yang sudah memberiku warna. Kamu laki laki setelah papa yang aku cinta. Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku mas, aku mohon kamu pegang teguh janjimu ya. Jangan buat aku kecewa dan sedih, aku percaya kok sama kamu mas," batin Tesya.


Kini Tesya sudah tersenyum melihat suaminya malu karena ke gap sedang memeperhatikan dirinya yang sedang tidur.


" Ga usah senyam senyum menggoda kaya gitu, kamu kau aku terkam sekarang," ucap Kevin.


" Ya habisnya mas lucu, tiap hari ketemu tidur juga bareng kenapa masih nyuri nyuri pandang gitu sih mas, emang kalau aku tidur berubah gitu?" tanya Tesya.


" Iya kalau kamu lagi tidur berubah, dari yang cerewet jadi kalem gitu tambah manis tahu."


" Hemmm, gula kali manis,"kata Tesya.