
"Mas Rama berarti orang rumah belum ada yang tahu dong kalau aku udah sadar?"tanya Tesya.
" Ya belum ada lah orang mereka apa semua pada sibuk ,udah biarin aja biar jadi surprise buat mereka."
" Emang kalau siang siapa aja mas yang biasanya ada di sini jagain kita?"tanya Kevin.
"Ya ganti-gantian siapa aja yang nggak sibuk tapi lebih sering aku sama Dita yang nunggu, terusnya kalian tuh harusnya terima kasih dan dukung aku sama Dita cepet-cepet nikah nggak malah dihalang-halangin mulu."
"Bukan nggak mau dukung tapi kan mas Rama juga harus sadar belum kerja juga, masa mau dipaksain cepat-cepat nikah kasihan Dita nya kali mas."
" Makanya kalian cepat sehat biar bisa buka usaha lagi nanti aku deh yang pegang sambil nungguin Dita juga."
" Yakin mau pegang satu usaha aku?" tanya Tesya penasaran.
"Astaga Tasya kamu nggak yakin sama aku," jawab Rama.
" Kira-kira kalau kamu mau buka usaha mau buka usaha apa ?"tanya Rama lagi.
" Ya paling ke toko kue lagi mas Rama mau buka apa lagi kalau mau buka yang lain malas nambah-nambahin pikiran."
"Mas Rama ada ide mau buka usaha apa nanti aku kasih modalnya deh," jawab Tesya.
" Ah yang bener kamu Sya, masa iya mau ngasih modal cuma-cuma sama aku."
" Ya bener lah mas masa iya aku bohong sama kamu, tapi kenapa kamu nggak kembangin usaha Pakde sama bude aja mas. Di sini kayaknya belum ada deh yang buka usaha kayak gitu terus budhe sama Pakde juga punya usaha kain kan di sini juga pasti laku."
"Bener juga kamu Sya kok malah nggak kepikiran mau buka usaha kayak gitu ,"jawab Rama lagi.
"Udah sekarang mas mikir mau buka usaha di mana nantinya kalau aku udah keluar dari sini kita langsung buka di sana yang penting mas konsisten sama usaha yang akan mas jalanin," sambung Kevin.
" Kalian nggak ada pandangan gitu tempatnya di mana Terus aku harus buka usaha apa?" tanya Rama balik.
"Kalau di dekat kantor aku kayaknya ada deh Mas toko yang baru dibangun tapi nggak tahu udah selesai apa belum kalau soal usahanya buka aja toko pakaian yang di desain sendiri apalagi trend anak muda pasti laku banget. Kalau mas Rama nggak tahu model anak muda di sini ajak Tya deh kan dia tahu, apalagi dia kuliah ambilnya desainer," kata Tesya.
" Angkat aja tema batik mas siapa tahu di sini lebih laku,"
usul Kevin.
"Oke nanti aku pikirin lagi lagian aku juga harus ngomong dulu sama papa mama, harus minta persetujuan Eyang juga ,"jawab Rama.
" Ini ngomong-ngomong katanya mau dipindah ke ruang rawat biasa tapi kok dari tadi belum ada suster yang datang ?"tanya Tesya kepada Rama.
"Oh iya bentar aku tanya dulu keluar kalian juga belum dapat sarapan kan ,"kata Rama.
"Udah nggak usah mancing-mancing ini masih di rumah sakit," jawab Kevin sambil cengengesan.
" Ih siapa juga sih yang mancing-mancing mas orang aku beneran kangen sama kamu udah sebulan lebih nggak ketemu tidurnya bersampingan tapi kan aku nggak lihat nggak sadar juga."
"Lah aku kan juga nggak sadar Sya orang aku sadar sehari sebelum kamu juga, "kata Kevin.
"Gimana kalau habis kita keluar dari rumah sakit terus jalan-jalan ke mana gitu mas biar otak kita fresh. Tapi ajak semuanya,kan mereka yang jagain kita. Masa iya kita enak liburan mereka hanya duduk di rumah saja."
" Tapi kayaknya nggak bisa langsung jalan-jalan , kita harus nengok dulu perusahaan yang kita miliki masa iya kita langsung jalan-jalan sementara mereka mikir gimana kelangsungan perusahaan yang kita miliki nggak lucu kali. "
"Ya udah aku ngikut aja gimana enaknya Mas lagian yang punya uang kan kamu bukan aku."
" Hayo lagi ngomongin aku ya,"kata Rama ketika dia masuk ke dalam ruangan.
"Ih apaan sih, enggak ya ngapain ngomongin mas Rama kurang kerjaan banget kita lagi ngomongin mau jalan-jalan kalau udah keluar dari sini. Kamu mau ikut nggak tahu mau stay aja di sini. "
"Ya Allah tolong Sya masa iya kalian nggak mikirin aku, tega gitu lamaran aku sama Dita ditunda lagi."
"Kan nggak langsung jalan-jalan Mas Rama Aku sama mas Kevin juga harus lihat sikon dulu nengokin perusahaan nengokin usaha-usaha aku masa iya malah jalan-jalan. Emang kalian semua bisa langsung ikut, kan harus lihat dulu jadwalnya. Siapa tahu ada yang hari ini bisa ada yang enggak," jelas Tesya.
" Kirain mau langsung berangkat setelah pulang dari sini."
"Tadi gimana mas ke ruang susternya udah boleh pindah belum,apa mau di sini aja?" tanya Kevin.
" Tadi pas aku ke ruang suster terus nggak sengaja juga di situ ada dokter kalian ,tadi bilang kalau nanti siang ada pemeriksaan lanjutan terus kalian baik-baik aja kalian boleh pulang makanya nggak dipindahin ke ruang rawat biasa . Udah di sini aja kenapa sih ribet kalau harus pindah-pindah bawain barang-barang kalian yang banyak," jelas Rama.
"Ya udah deh ngikut aja kata dokter gimana enaknya. Oh ya Mas minta tolong dong ambilin makan itu biar bisa langsung minum obat," pinta Tasya.
" Ini yakin Mas Rama nggak mau bilang sama orang rumah kalau nanti siang aku sama Tasya udah bisa pulang ?"tanya Kevin.
" Ya emang mau ngasih tahu siapa ,di rumah nggak ada orang semua pada sibuk yang ada juga cuman Bi Mun sama Pak Udin, sedangkan Eyang lagi jalan sama Wawan ke supermarket mau beli buah ya udah ngapain ngasih tahu mereka biar mereka pada kaget kalau kalian udah sampai rumah ,"kata Rama.
"Terus nanti kalau ada yang nyariin ke sini gimana?" tanya Tesya.
"Ya biarin pada balik lagi ke rumah ,lagian siapa suruh mereka sibuk hari ini udah tahu ada yang sakit malah pada sibuk sendiri," kata Rama kesel.
" Oh ceritanya Mas Rama bete soalnya nggak ada yang nemenin di sini ditinggal sibuk semua ,jangan kayak anak kecil karena apa sih Mas katanya mau nikah sama Dita masa dikit-dikit ngambek ,"ledek Kevin.
"Ya habisnya masa aku dari kemarin nggak pulang nggak ganti baju, Wawan suruh nganterin baju ke sini nggak mau Katanya nggak boleh sama eyang ya udah udah kemarin nggak mandi nggak ganti baju lihat nih muka aja kucel kayak gini ,"kata Rama.
" Hidup mas Rama ribet amat orang tinggal beli kenapa sih kayak nggak ada uang aja. Ih nyebelin tau udah sana beli baju dulu ntar kembali balik ke sini udah bawa pakaian ganti buat aku sama mas Kevin juga ujar," Tesya ikutan kesel.