I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
134 # BAB 134



 


" Mas berangkat ke kantor dulu ya sayang kemungkinan nanti pulangnya agak telat soalnya ada metting sampai sore."


" Iya mas, hati hati di jalan nanti siang jangan lupa makan. Oh iya mas sekalian mau ijin nanti siang bolehkan aku ngajak Kayla belanja?"


" Sama Kayla saja?"


" Ga mas, nanti sama kak Sita juga terus biar di antar sama Wawan. Bosen mas di rumah terus boleh ya."


" Iya boleh asal mas pulang kamu sama Kayla juga sudah di rumah."


" Siap mas, aku ke rumah kak Sita ya mas mau bilang kalau kita jadi jalan siang ini."


Tesya mencium tangan suaminya sebelum ia pergi ke kantor sedangkan Kevin selalu mencium kening istrinya.


~ Rumah Sita~


Vano juga baru saja berangkat ke kantor, Sita duduk di teras belakang di temani Kayla yang sudah asik di ajak bercanda.


" Wah asiknya yang baru main, mama boleh gabung kata Tesya."


Melihat mamanya datang Kayla langsung merespon dengan menggerakkan kaki dan tangannya.


" Aduh duh gemasnya, aktif sekali kamu sayang kata Tesya lagi."


" Udah mau di jemput ya Kaylanya?"


" Ga kok kak, cuma mau bilang sama kakak kalau nanti siang kita jadi jalan tadi aku sudah ijin sama mas Kevin katanya boleh,jelas Tesya."


" Wah asik nih kita bisa jalan bertiga, seru Sita."


" Nanti sekalian beli kebutuhan Kayla gapapa kan Kak, soalnya kalau bolak balik males capek."


" Boleh kebetulan sekali tadi kakak juga mau sekalian ngajak kamu belanja bulanan stok makanan di dapur sudah pada habis."


" Ya sudah aku juga sekalian belanja saja kalau gitu. Sayang anak mama yang cantik pulang dulu yuk kita siap siap buat jalan jalan."


Tesya menggendong Kayla untuk pulang, keduanya langsung bersiap untuk pergi belanja.


 


~ Mall ~


 


Dua ibu ibu dan satu bayi asik berbelanja, beberapa kebutuhan mereka sudah terbeli sekarang saatnya pergi ke perlengkapan bayi. Tesya membeli beberapa mainan ,diapers , pakaian lucu, sabun mandi dan perlengkapan lainnya. Tetapi tiba tiba langkahnya terhenti ketika ia hendak mengambil minyak wangi untuk putrinya.


" Kak Sita kenapa, kok wajahnya tiba tiba pucat gitu? Kakak sakit apa kakak belum sarapan? tanya Tesya panik."


" Ga tahu nih Sya tiba tiba kepala kakak rasanya pusing terus perut kakak rasanya ga karuan."


" Ya udah aku telpon Wawan dulu biar kesini bantu kakak jalan."


Dengan sigap Wawan membantu Sita jalan , ia memapahnya sampai ke dalam mobil.


 


" Baik mbak, ke klinik dekat sini atau klinik dekat rumah?"


" Dekat rumah saja, cepet ya Wan."


" Baik mbak."


" Kak tahan sebentar ya, kata Tesya panik."


" Ga usah panik gitu Sya orang kakak cuma pusing kok. Terus perut kakak juga sudah enakan."


" Kakak tidur dulu ya nanti kalau sudah sampai ke klinik Tesya bangunin."


" Iya Sya, maaf ya gara gara kakak acara jalan jalan kita batal."


" Kan tadi udah kak, lain kali kan bisa yang penting kakak sehat dulu saja."


Wawan melajukan mobilnya menuju klinik yang tak jauh dari rumah. Setelah sampai ia meminta kursi roda untuk majikannya.


~ IGD~


Sambil menggendong Kayla Tesya mondar mandir di depan ruangan. Ia tak bisa menyembunyikan kepanikkannya.


"Keluarga dari saudari Sita, panggil seorang suster."


" Iya saya sus, jawab Tesya."


" Mari ikut ke ruang periksa tapi mohon anaknya di titipkan dulu."


Tesya memberikan Kayla kepada Wawan yang setia menunggu di sampingnya.


" Bagaimana keadaan kakak saya dok, tanya Tesya?"


 


" Saya bacakan hasil lab dari kakaknya ya mbak. Tekanan darahnya normal 120/80, hbnya juga bagus, semuanya normal hanya saja kakaknya harus benar benar istirahat jangan sampai turun dari tempat tidur."


 


" Loh kata dokter semua baik baik saja terus kenapa harus istirahat tolal dok?"


" Selamat ya mbak, kakaknya hamil usia kehamilanya sudah lima minggu tapi kandungannya sangat lemah, makanya saya menyarankan untuk istirahat total."


" Baik dok, wajah Tesya yang panik kini berubah bahagia. Sambil sesekali ia melirik kakaknya yang masih terbaring di atas ranjang."


" Ini resepnya mbak, nanti bisa di tebus di apotik depan. Jaga kakaknya baik baik, ujar dokter tadi."