
Keesokan paginya Kay di ajak jalan jalan sama omanya keliling komplek, sementara itu Tesya menyiapkan baju yang akan di kenakan suaminya. Sambil sesekali melihat notivikasi di handphonennya.
" Intan sama Lia mau ke rumah jam berapa?"tanya Kevin.
" Sekitar jam sepuluh mas, memang kenapa?"
" Hari ini mas ga ada jadwal meeting nanti di usahakan pulang dech buat bantuin jaga Kay."
" Ga usah mas, kan di rumah ada bi Mun hari ini juga Dita libur kok jadi bisa bantuin."
" Oke dech kalau gitu."
" Mas nanti sore mama ajak jalan ke mall boleh ya aku ikut?"
" Boleh donk, mau berangkat jam berapa?"
" Sehabis Kay mandi sore mas, sekalian belanja bulanan aja kali mas. Aku lihat di dapur juga sudah banyak yang habis."
" Siap bu boss nanti aku pulang awal, ajak bi Mun dan yang lainnya. Sudah lama kita ga mengajak mereka makan di luar."
"Siap pak bos, turun yuk kita sarapan dulu."
Di ruang makan mamanya sudah duduk rapi di temani Kay, tak lama kemudian bi Mun datang membawa makanan untuk sarapan.
Siang harinya Intan dan Lia sudah datang mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing masing. Beberapa gambar siap di kasihkan kepada Kevin tapi masih saja kurang karena begitu banyak yang mereka mau.
" Udah jam makan siang rehat dululah nanti lanjut lagi," ujar Tesya.
" Nanggung Sya kurang dikit lagi," kata Lia.
" Bumil makan dulu nanti kalau sakit kan kita yang repot," sambung Intan.
" Sya katanya mama mertua kamu di sini, kok dari tadi ga kelihatan?"
" Baru ke salon bareng sama teman temannya, makan dulu yuk," ajak Tesya.
" Sya emang kamu ga capek apa ngurusin usaha yang sampai ga kehitung jumlahnya,"tanya Lia.
" Ga Li, soalnya semua udah aku percayain sama orang orang, paling kalau pas mendesak banget baru aku kesana. Tiap seminggu sekali aku ketemu sama orang orang kepercayaannku untuk bahas langkah selanjutnya."
" Lah kalau cattring kamu gimana,sambung Intan."
"Ada sama mama sekarang,kalau kalian mau bisa kok pegang salah satunya biar kita bisa sering ketemu," jelas Tesya.
" Ya kalau yang luar kota mana bisa Sya."
" Ya yang dalam kota saja kan ada."
" Ngumpulin uang dulualah Li, kenapa?"
" Mau dong Sya, kerja di tempat kamu."
" Oke nanti aku bicara dulu sama mas Kevin, oh iya biar kalau gitu bantu cariin tanah yang lokasinya ga jauh dari tempat kamu,"ujar Tesya.
" Siap," jawab Lia.
Kini ketiganya kembali lagi ke pekerjaan, untung saja Kay sama Key boboknya lama jadi mereka bisa fokus ke pekerjaan. Pukul 15.00 Kevin pulang membawa beberapa camilan untuk istri dan kawan kawannya yang sedang lembur di rumah.
" Wah pada serius amat kerjannya,"tanya Kevin.
" Iya lah pak, biar cepat kelar ini,"jawab Intan.
Tesya berjalan menuju ke suaminya dan menjabat tangannya tak lupa Kevin mencium kening istrinya.
" Sayang ini mas belikan camilan, kasih ke teman teman ya. Oh iya nanti sore jadikan?"
" Jadi mas, sebentar lagi juga selesai. Tapi besok lanjut lagi. Mas mau makan dulu atau mau bersih bersih dulu?"
" Mau bersih bersih dulu Sya, nanti kalau sudah selesai langsung siapin makan ya."
Sepeninggal Kevin, Tesya kembali menemui temannya sambil membawa camilan yang tadi di belikan oleh suaminya. Tak terasa sudah pukul 16.00 mereka semua selesai mengerjakan pekerjaanya.
"Pulang dulu ya Sya," pamit Intan dan Lia.
" Hati hati ya, besok lanjut lagi. Sebentar sebentar aku kelupaan sesuatu," sambung Tesya.
Tesya meberikan paperbag ke Intan dan Lia."
"Makasih ya Sya,"kata keduanya."
Sepeninggal kedua sahabatnya Tesya langsung menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk suaminya, tadi ia sempat bilang kalau kepengen makan mie goreng,dengan cekatan Tesya meracik semua bahan dan sekarang terhidang sepiring mie goreng.
Ketika sampai di kamar ternyata suaminya belum mandi dan terlelap di atas kasur.
" Mas bangun dong, katanya mau ke mall. Tadi mama pesan mama dari salon langsung kesana buruan gih mandi,"ujar Tesya.
Bukannya langsung bangun tapi Kevin malah menarik tangan istrinya sampai jatuh ke atasnya.
" Mas,"teriak Tesya.
Kevin tertawa melihat istrinya kesal.