I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
41 # BAB 41



 


Kevin mulai membersihkan apartemen dibantu Tesya,keduanya sangat kompak membagi pekerjaan. Selesai beres beres perut Kevin terasa lapar,kalau mau masak di sana ga ada bahan masakan akhirnya dia memilih pesan makanan.


" Sya mau makan apa,tanya Kevin?"


" Samain saja mas,kebetulan aku juga sudah lapar, jawab Tesya sambil menjatuhkan tubuhnya ke sofa panjang."


Sambil menunggu makanan datang Kevin mengajak ngobrol Tesya. Masih ada banyak hal yang ia ingin tahu darinya.


" Sya sampai detik ini apa kamu sudah bisa membuka hatimu,tanyanya?"


" Sudah sih tapi baru sekitar 10%, soalnya mas kan tahu Tesya sama sekali belum pernah pacaran dan sekalinya ada laki laki yang dekat sama aku langsung main lamar. Jadi butuh proses buat pdktnya."


" Maaf ya Sya soalnya mas takut kalau sampai kehilangan kamu,makanya mas buru buru lamar kamu. Tapi kamu nyesel ga,tanya Kevin lagi."


" Nyesel sih ga mas,cuma awalnya kaget saja. Lagian kalau Tesya nolak lamaran mas, belum tentu ada laki laki yang serius seperti mas. Makanya kemarin aku menerimanya."


" Makasih ya Sya udah mau terima mas. Eh iya nanti kalau kita sudah menikah masih mau lanjut kerja apa mau di rumah saja."


" Lihat nanti ya mas,kalau sekarang masih belum bisa mutusin,jelasnya. Ada sesuatu yang pengen Tesya tahu dari mas,tolong jawab jujur ya,pinta Tesya."


" Iya, mas akan jawab sejujur jujurnya."


" Mas, mantan mas kan cantik seksi kok sekarang mas lebih milih perempuan kaya aku yang biasa aja?"


" Sya dari awal mas ketemu kamu,ada sesuatu yang beda. Mas marasa nyaman pas pertama ngobrol sama kamu bikib mas ga mau jauh jauh sama kamu."


" Hummm mas gombal, ledejk Tesya yang bangkit dari tempat duduknya dan pergi membuka pintu karena ada yang mengetuk."


"Tesya Tesya kamu itu bikin hati mas jadi adem kalau ngobrol sama kamu,gumam Kevin."


Tesya masuk membawa beberapa kantong makanan ia menaruhnya di atas meja dan dengan cekatan menyiapkan peralatan makan. Keduanya dengan lahap menghabiskan semuanya tanpa ada sisa sedikitpun.


" Makasih ya Vin udah mau gendong Tesya sampai kamar, duduk dulu mama buatkan teh,kata mama yang Tesya."


" Kevin langsung saja mas sudah malam juga,salam buat papa dan Tya, pamit Kevin."


Pagi harinya Tesya bangun dan kaget melihat dia sudah di kamar. Kemudian ia berlari ke dapur mencari mamanya.


" Ma kok Tesya bisa sampai kamar,tanyanya penasaran?"


" Semalam kamu itu ketiduran di mobil terus pas sampai rumah di banggunin ga ada respon. Akhirnya di gendong sama Kevin,jelas mamanya."


Tesya memangut mangutkan kepalanya tanda paham apa yang di bilang mamanya.


" Sudah sana mandi siap siap ke kantor, sebentar lagi pasti Kevin sampai sini,ujar mamanya."


Benar saja mamanya baru selesai bicara sudah terdengar bel berbunyi. Dengan cepat Tesya lari menuju kamarnya dan siap siap ke kantor.


Saat ia keluar dari kamar tampak Kevin ikut sarapan bersama keluarganya.


"Sarapan dulu Sya, ujar papanya."


" Iya pa, Tesya duduk di samping Tya sambil menundukkan kepalanya. Dia malu melihat Kevin kalau ingat kejadian semalam."


" Hari ini mau ke kantor atau cuma antar Tesya,tanya pak Bayu."


" Kekantor pa,soalnya ada beberapa berkas belum saya pelajari dan nanti siang ada meetting sama beberapa staf kantor, jelas Kevin."


" Nanti sekalian antar Tya ya Vin,pinta pak Bayu."


Ketiganya telah siap berangkat tak lupa mereka berpamitan kepada kedua orang tuanya.