
Tesya masih belum percaya siapa yang dilihatnya sampai beberapa kali mengosok gosok matanya.
" Kok mas Kevin sampai sini,tanya Tesya penasaran?"
" Kangen sama kamulah,jawabnya."
Tesya tersipu malu dan mengajak Kevin bergabung dengan keluarganya di ruang makan. Mereka terkejut melihat siapa yang datang.
" Cie kak Kevin udah kangen aja baru kemarin ha ketemu juga,ledek Tya."
" Ga kuat nahan rindu ya, berati kata Dilan di film itu benar " *jangan rindu,rindu itu berat biar aku saja kamu ga akan kuat*, sambung Vano."
Kevin hanya tersenyum mendengar ucapan abang dan calon adiknya.
" Sudah jangan di ledek terus,kasihan jauh jauh dari Solo sampai sini di cuma di ledek. Duduk sini Vin sarapan bareng,ajak pak Bayu."
"Iya pa,jawab Kevin."
Kevin duduk di samping abangnya, Tesya mengambil peralatan makan lengkap dengan makanannya kemudian berikan kepada Kevin.
" Baru saja ngebayangin kalau sudah menikah bakal hidangin makanan buat suami eh sekarang kejadian juga,gumam Tesya."
"Bang Vano kok ada di sini,tanya Kevin"
" Tukar mobil sama antar berkas berkas kamu,jawannya."
" Nanti siang om dan tante baru mau ke sana ambil berkas sekalian jalan. Tapi kebetulan sudah di bawa kesini ya nanti langsung ke stasiun ,ucap pak Bayu."
" Semalam saya sudah bilang sama bang Vano biar di antar ke sini,jelas Kevin."
Selesai sarapan semuanya siap siap Tesya,Tya dan Kevin pergi satu mobil. Sedangkan Vano pakai mobilnya menuju kantornya dulu sebelum ke kantor Kevin.
Tesya mengantar Tya ke sekolah dulu sebelum ke kantor. Perasaannya seketika cemas ketika mobilnya melaju menuju kantor. Ia teringat peristiwa kemarin yang di alaminya.
" Mas yakin bakal ke kantor hari ini,tanya Tesya."
"Mas cuma mau tanda tangani beberapa berkas terus balik lagi ke Solo,jawabnya."
" Oh kirain,kata Tesya."
" Kan aku kerja mas, terus keluarnya harus ijin sama teman teman juga,jawab Tesya."
" Masih pagi gini di kantor belum ada yang datang. Nanti aku bilang ke Arda kalau kamu pergi sama aku, biar dia cari alasan kalau temanmu ada yang tanya."
" Okelah aku ikut saja,jawab Tesya pasrah."
Selesai urusan kantor Kevin kembali ke mobil menemui Tesya yang sedang asik memaikan handphonenya. Tesya tampak sedang melihat lihat model kebaya modern.
"Kamu mau kebaya kaya gitu,tanya Kevin mengejutkan Tesya."
" Ga kok mas cuma iseng lihat lihat,jawabnya."
" Kalau kamu mau nanti mas belikan,kata Kevin."
" Sebenarnya kita mau kemana sih mas,tanya Tesya penasaran."
" Nanti juga kamu bakal tahu kok tenang saja."
Tesya masih asik melihat lihat sebenarnya dia ingin di hari pernikahannya nanti memakai kebaya yang membuatnya tampak cantik dan mempesona. Tapi apa daya pernikahannya mendadak ya mana sempat membuat seperti itu.
Kini mereka sampai di depan butik yang cukup terkenal. Tesya tak percaya Kevin membawanya kesitu.
" Ayo turun,tadi mas sudah janji sama yang punya. Kebetulan jamnya yang kosong sepagi ini, jelas Kevin."
" Iya, tapi mas kalau harus bikin dulu waktunya keburu ga,tanya Tesya?"
" Tenang saja pasti keburu kok,jawabnya."
Tesya kagum melihat kebaya koleksi dari butik itu. Semua koleksinya sama persis dengan yang dia mau.
" Hay Vin lama ga mampir,sapa pemilik butik."
" Biasa sibuk, lagian mama juga jarang ngajak keluar sekarang,jawabnya."
" Sok sibuk,ini siapa tanya pemilik butik itu lagi."
" Calonlah siapa lagi,jawab Kevin dengan bangganya."
"Mantap, seleramu tinggi juga bos tahu saja kalau ada yang bening bening. Eh iya mau cari yang gimana nij ,tanyanya lagi?"
Tesya menujuk salah satu model baju kebaya dan mencobanya. Saat keluar dari kamar pas Kevin terpesona dengan kecantikan Tesya padahal ia sama sekali ia tak memakai make up.