I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
176 # BAB 176



Malamnya Kevin dan Tesya duduk di ruang tamu bersama sambil ngobrol-ngobrol seru datanglah Rama dengan muka juteknya.


" Ini kenapa datang mukanya ditekuk kayak gitu?" tanya Tesya.


" Lagi bete aja," jawab Rama.


" Dari tadi bete mulu udah dibeliin ini itu diajak makan juga masih bete maunya kamu apa sih mas?" tanya Tesya lagi.


"Tahu ini kenapa punya abang satu sukanya ngambek mulu, ceritalah sama kita mas," sambung Kevin.


" Ini masalah kantor kamu Vin bukan masalah yang lain."


" Masalah apa coba mas bilang sama aku, siapa tahu emang ada masalah di sana ?"


" Kamu coba cek bagian keuangan deh ,kok aku jadi agak gimana gitu ya melihat laporan dari bagian keuangan ."


"Gimana Gimana mas maksudnya?" tanya Kevin.


"Ya pokoknya ada yang nggak beres lah."


" Apa perlu besok aku bawakan laporan dari kantor biar bisa kamu pelajari di rumah ,"kata Rama.


"Boleh tapi emang bang Vano nggak ngecek selama bantuin di kantor aku?"


" Nggak Vin, Bang Vano cuman ngecek bagian produksi sama beberapa file yang harus segera ditandatangani selebihnya aku sama Arda yang menangani,"jelas Rama.


" Ya udah besok bawa pulang semua dari kantor mas biar sekalian bisa aku cek," pinta Kevin.


" Selain itu beberapa karyawan kamu yang menyepelekan,ada yang udah aku tegur malah aku yang diomel-omelin," kata Rama lagi


"Siapa mas,?tanya Tesya.


" Kalau namanya sih aku nggak tahu yang jelas dia di bagian produksi sepertinya emang orangnya suka bosi. Kemarin aku sudah minta sama Arda buat ngasih surat peringatan sama dia,tapi belum tahu juga kan hari ini aku sama sekali nggak ke kantor.


"Apa besok aku ke kantor saja ya," kata Kevin.


" Kayanya nggak perlu deh Vin, kamu istirahat aja dulu sambil aku selidiki sebenarnya apa yang dilakukan karyawan kamu di belakang kamu selama ini. Mungkin mereka bekerja semena-mena kalau nggak ada kamu terus kalau ada kamu mereka nurut gitu."


" Ide bagus itu mas Rama," kata Tesya.


Ketika asik ngobrol datanglah datang Dita sambil membawa teh dan beberapa camilan.


" Wah cocok nih lagi asli ngobrol dibawakan teh sama camilan, tahu aja kalau kita lagi tegang bahas urusan kantor," kata Rama sambil melirik Dita.


"Nggak usah lirik-lirik belum muhrim," omel Tesya.


"Ya Allah Sya Sya cuman lirik doang masa nggak boleh, terus aku harus gimana?"kata Rama memelas.


"Udah nggak usah drama ,"kata Kevin.


"Ya habisnya masak cuman lirik doang nggak boleh, ini nggak boleh itu nggak boleh terus aku terus gimana?" kata Rama dengan wajah memelasnya.


"Halalin dulu baru boleh lirak-lirik, baru boleh pegang-pegang,"omel Kevin.


"Ya orang yang mau dihalalin juga belum mau masa iya aku harus bersabar dulu sampai sekian lama."


" Dit gimana keadaan toko selama aku tinggal?" tanya Tesya.


"Aman mbak,penjualan selama mbak tinggal juga nggak turun malah naik. Oh iya mbak beberapa teman aku ada yang mau ikut kerja ,kalau mbak Tesya punya toko baru."


" Ya nanti aku omongin dulu sama mas Kevin enaknya gimana. Kemarin sih emang aku sama mas Kevin punya rencana mau buka toko baru di dekat kampus kamu, cuman karena tiba-tiba kita kena musibah ya di pending dulu. Tapi kamu tenang aja besok mas Rama bakal nyari tempat kok di daerah situ siapa tahu ada yang cocok terus kita buka deh usaha di sana .Kalau boleh tahu emang kenapa temelan kamu minat sekali mau kerja di tempatnya mbak ?"tanya Tesya.


"Katanya sih buat nambah uang jajan sama biaya kuliah mbak, soalnya mereka itu anak kos. Kalau orang tuanya belum kirim terus kirimnya juga mepet mereka nggak bisa jajan,"jelas Dita.


"Ya kalau aku sih terserah kamu enaknya gimana ,itu kan toko kamu kalau aku kan cuman ngasih uang buat moda,"l kata Kevin


"Kalau menurut mas Rama gimana enaknya?" tanya Tesya lagi.


"Ya kalau aku sih terserah kamu mau gimana, itu toko kamu yang modalin suami kamu. Akukan cuman ngejalanin lagian sekarang aku juga masih kerja di kantornya Kevin masih memecahkan masalah yang selama ini disembunyikan sama semua karyawannya.


"Ya udah kalau gitu lusa deh aku aja yang keliling lihat-lihat toko atau lokasi yang dekat sama kampus kamu. Kalau nggak kamu pas ke kampus terus lihat ada tempat yang kiranya rekomen bisa langsung bilang sama aku," jelas Tesya .


"Kebetulan besok aku adanya kampus pagi saja, terus siangnya aku coba cek beberapa lokasi di sana ,"kata Dita.


"Eh mas Rama ini beneran orang-orang nggak ada yang tahu kalau aku sama mas Kevin udah pulang."


"Nggak ada yang tahu, aku malas ngasih tahu juga. Mereka pada sibuk sama urusan masing-masing," jawab Rama dengan ketus.


"Terus nanti kalau ada yang nyariin ke rumah sakit gimana?"


"Kalau ada yang nyariin nanti juga dikasih tahu kalau kamu udah pulang."


" Dit aku mau minta dong laporan penjualan bulan ini,tapi besok pagi selepas sarapan siapin ya di toko," kata Tesya.


"Baik mbak," jawab Dita.


Saat masih asik ngobrol tiba-tiba handphone Dita berbunyi dan seketika itu juga Rama melirik Dita.


"Semuanya Dita angkat telepon dulu," pamitnya meninggalkan Rama dan kedua majikannya yang melanjutkan ngobrol.


"Siapa ?"tanya Rama ketika Dita kembali duduk di sampingnya.


"Duh tatapannya ngeri kali sih mas, awas nanti Dita nya kabur," goda Tesya.


"Tadi temenku namanya Risma,dia nanya apa bisa lusa pesan beberapa snack untuk acara arisan keluarga di rumahnya. Terus mamanya mau datang ke toko sepulang aku dari kampus."


"Ternyata mas Rama posesif dan cemburuan ya," kata Kevin.


" Iya nggak beda jauh kan sama mas Kevin," kata Tesya.


"Emang gitu itu, nggak ah kamu aja yang ngerasa di posesifin sama aku."


" Ya nggak ngaku," ledek Tasya.


"Emang kenyataannya aku nggak posesif kok kamu aja kali yang ngerasa .Nyatanya aku posesifin kamu juga cinta kan sama aku."


"Iya cintanya dulu ke paksa nikahnya juga dipaksa," jawab Tesya


"Dipaksa kok cinta," Kevin balik meledek


" Ya habis mau gimana lagi tiap hari ketemu, tiap hari ke rumah. Ingat pepatah jawa Witing Tresna jalaran Soko kulino.


"Loh emang mas Kevin sama mbak Tesya dulu dijodohin kok nikahnya karena terpaksa ?"tanya Dita.


"Enggak Dit ceritanya itu lucu mereka nikahnya diam-diam sampai bertempat di Jogja juga, biar nggak ketahuan sama karyawan dan teman-temannya yang lain,"jelas Rama.


"Lah emang kenapa?" tanya Dita lagi.


"Nanti kalau ada waktu luang bakal aku ceritain semua sama kamu," kata Rama kepada Dita.


" Enggak usah buka rahasia orang mas itu udah jadi rahasia kita bisa nggak usah kasih tahu ,"kata Kevin.


" Ya nggak apa-apa siapa tahu kalau dengar cerita kalian Dita nya angsung mau aku nikahin hehehe."