I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
127 # BAB 127



 


Sorenya seperti biasa setelah mandi Sita mengambil Kayla dari mamanya. Yang membuat mamanya bisa santai sejenak menikmati teh hangat.


 


" Gimana tadi sayang, berhasil ketemu sama Intan?"


" Gagal mas, kata yang punya kontrakkan Intan sudah dua minggu ga pulang kesana.Sehari sebelum Intan pergi pak Arda sempat kesana."


" Coba besok mas tanya sama Arda. Itu anak bikin masalah tapi ga bisa menyelesaikannya malah bikin ribet terus."


" Udah ah mas mikir mereka bikin tambah pusing aja, biarin mereka selesaikan masalahnya sendiri toh mereka tak ada yang mau jujur sama kita kok."


" Benar juga sih sayang, nambah nambahin beban pikiran saja."


 


Dua bulan berlalu, hari ini jadwal pemberian vaksin buat Kayla. Tesya dan Kevin sudah rapi tinggal berangkat.


 


" Loh Kayla mau di bawa kemana, tanya Sita dan Vano yang baru pulang jalan jalan."


" Mau imunisasi dulu aunty, mainnya di tunda nanti ya, jawab Tesya."


" Hati hati cantik, kata Sita."


 


Setelah mendaftar Tesya dan Kevin duduk di ruang tunggu bersama pasien lainya. Tak butuk waktu lama kini sudah tiba giliran baby Kay. Di mulai dari menimbang berat badan dan tinggu badan kini saatnya pemberian vaksin.


 


Selesai itu semua Tesya dan Kevib mengantri untuk pengambilan obat.


 


" Semoga hari ini Kayla ga rewel ya mas."


 


" Anak papakan pinter ya jadi ga boleh rewel, kata Kevin."


" Iya dong papa, jawab Tesya."


 


Acara hari ini selesai, ketika hendak keluar dari klinik ada yang membuat Tesya terkejut, ia melihat sahabatnya di dorong pakai kursi roda dan menahan kesakitan.


 


" Loh loh sebentar deh mas, sepertinya itu Intan, kata Tesya lalu menghentikan langkahnya."


" Iya itu Intan, kata Kevin."


Tesya dan Kevin berlari kecil menyusul ke ruangan Intan.


 


" Intan kamu kenapa?"


" Maafin aku ya Sya selama ini ga pernah jujur sama kamu, kayanya sebentar lagi aku mau lahiran, jelas Intan."


" Gimana dok, tanya Tesya kepada dokter yang memeriksa Intan."


 


" Baru bukaan dua mbak,jelas dokter itu."


 


" Kamu di sini sendiri sebentar ya Tan nanti aku balik lagi."


Tesya menghubungi mamanya biar menjemput Kayla.


" Halo ma, sekarang mama dimana bisa ke klinik tempat aku melahirkan kemarin. Ada yang penting nih."


 


" Mama kesini saja dulu nanti aku jelasin kalau sudah sampai."


" Gimana sayang, mama bisa kesini ga?"


" Bisa mas, mas nunggu mama di sini ya aku mau ke Intan sebentar."


 


" Sayang jangan panik gitu donk, jangan capek juga."


Tesya hanya tersenyum lalu meninggalkan Kevin yang menggendong Kayla.


 


" Tan , kamu sudah persiapan apa saja?"


 


Intan hanya menggelengkan kepalanya, Tesya melihat sekeliling memang tak ada apa apa hanya ada tas kecil yang di bawa Intan tadi.


" Sayang mama sudah datang, panggil Kevin."


" Bentar ya Tan, pamit Tesya kepada sahabatnya."


" Kayla gapapa kan Sya, tanya mamanya ikut panik."


" Ma, titip Kayla ya. Tesya sama mas Kevin mau nemani Intan lahiran dulu kasihan. Di kulkas banyak kok stok asi tinggal di panaskan saja. Nanti kalau sudah lahir aku sama mas pulang,jelas Tesya."


 


" Iya Sya, eh ya ma kalau sampai rumah bilang sama bi Mun buat bersihin kamar depan ya. Soalnya nanti rencananya Intan mau tinggal dulu di rumah sampai keadaanya membaik."


 


" Mama sama Kayla pulang dulu, kalian di sini hati hati ya."


 


" Mas, ayo ke toko perlengkapan bayi dulu. Intan sama sekali ga persiapan apa apa."


 


" Ayo, keburu lahir nanti anaknya."


 


Secepat kilat Tesya dan Kevin membeli perlengkapan bayi di toko yang tak jauh dari klinik tersebut. Kini Tesyapun sudah kembali lagi menemani Intan di ruangannya sedangkan Kevin duduk di luar memainkan handphonenya.


Pukul 15.00 Intan melahirkan bayi perempuan dengan berat 2,3 kg dan panjang 48cm. Perasaan lega menyelimuti hati Tesya yang bisa menemani sahabatnya melahirkan.


Setelah Intan dan bayinya di pindahkan ke ruang perawatan Tesya dan Kevin pamit untuk pulang.


" Tan, aku sama mas Kevin pulang dulu ya,besok aku kesini lagi."


 


" Terima kasih ya Sya, pak Kevin sudah repot repot membantu saya. Tapi aku mohon jangan sampai ada yang tahu ya soal ini."


 


" Tenang saja Tan, aku bisa jaga rahasia kok, kalau gitu kami permisi dulu ya."


" Betapa beruntungnya aku memiliki sahabat dan bos seperti Tesya dan pak Kevin, semoga saja mereka bisa menjaga rahasia ini, kata hati Intan yang masih tak percaya kalau dia baru saja melahirkan."


 


" Mas Arda aku minta maaf ya kalau selama ini aku tak jujur sama kamu bahkan malah sering menghidar dari kamu. Semoga kedepannya Dewi Fortuna berpihak sama kita ya biar kita bisa melanjutkan kisah kita bertiga, batinnya lagi."