
Selepas meeting Kevin kembali lagi ke ruangannya, betapa terkejutnya dia melihat mejanya sudah penuh dengan makanan dan istrinya sedang asik melihat film.
" Aduh sayang apa yang kamu lakukan sama meja kerja aku?"
" Hehehe," Tesya hanya tersenyum melihat suaminya kaget.
" Berkas berkas yang ada di sini pindah kemana?"
" Tenang saja mas semua sudah rapi di dalam laci, oh iya sini makan sama aku tadi aku beli banyak makanan."
" Duh kamu mau buat aku jadi bapak bapak gendut, yang perutnya buncit gitu."
" Ya biarinlah, biar ga ada yang naksir lagi sama kamu cukup aku saja."
" Humm dasar, oh iya kamu mau nyusul Kay ke Jogja ga?"
" Belum tahu sih mas, sebenarnya yang aku takutin cuma kalau Kay rewel disana."
" Gimana kalau besok pagi kita nyusul ke sana, sambil nenggok usaha kita."
" Oke deh aku ngikut saja, kira kira bawa oleh oleh apa ya buat eyang?"
" Buatin cicit baru," goda Kevin.
" Ga mau, tunggu Kay sampai usia lima tahun dulu."
" Kamu selalu gitu ih."
" Cie ngambek, jangan kaya anak kecil kenapa sih mas. Kalau marah aku batalin loh janjinya nanti malam."
" Jangan dong sayang, mumpung Kay sama eyangnya gantian papanya manja sama mama."
" Hemm kalau soal itu saja cepet nangkapnya, gimana meetingnya mas berjalan lancar?"
" Alhamdulillah lancar, mungkin minggu depan mas harus ke luar kota untuk beberapa hari, soalnya pembangunan kantor cabang yang di sana ada sedikit kendala."
" Aku boleh ikut ga?"
" Kamu di rumah saja sama Kay ya, mas takut kalau bawa kalian. Soalnya lokasinya jauh dari pusat kota, terus medannya juga ga semulus disini."
" Oke deh gapapa."
" Oh iya Sya, tadi Arda sempat bilang dia mau ajukan cuti buat nikah paling tidak cutinya sampai seminggu nanti kamu bantuin aku di kantor ya."
" Siap, nanti kalau pak Arda cuti bilang saja sama aku, tapi pakaian kantorku masih ada yang muat ga ya?"
" Nanti sampai di rumah di pilih pilih dulu ada yang muat ga, kalau ga ada besok beli susah amat."
" Buang buang uang terus ih, jangan boros boroslah mas."
" Mas nyari uang buat kamu sama Kay, ya seenggaknya aku bolehlah memanjakan kamu dari hasil kerja keras aku."
" Boleh sih mas sesekali tapi jangan sering sering, ingat masih banyak kebutuhan kita yang lain dan masih banyak orang pula yang membutuhkan."
" Oke kalau gitu ulang tahun Kay kita adakan di panti asuhan," ucap Kevin.
" Ide yang bagus itu mas,tapi ulang tahun Kay masih sebulan lagi."
" Ya ga papa kita siapin saja dulu semuanya biar nanti pas hari H nya semua sudah siap."
" Oke mas,mumpung aku juga masih liburkan."
" Sebenarnya ini sudah ada orderan kaya kemarin lagi, tapi ga banyak cuma 50 gambar saja tapi mas belum bilang sama mereka bisa ga. Habis mereka maunya tim yang kemarin gimana dong, sedangkan kalian baru liburan."
" Terima saja mas, biar nanti aku yang kerjain. Lima puluh kecil itu, nanti bisa aku kerjakan pas Kay tidur siang apalagi maskan minggu depan keluar kota."
" Kalau gitu biar Arda nanti yang bilang sama klien kalau kita setujui itu semua."
" Siap mas, pulang yuk."
" Hayuk."
" Sayang kamu ga mau ngecek ke toko?"
" Nanti mas masih capek."
" Jangan nanti nanti ah, lebih cepat lebih baik. Nanti sorekan kita mau jalan beli oleh oleh buat eyang."
" Oh iya lupa aku mas, ya udah yuk ke toko. Mas nanti kalau Dita sudah lulus kuliah terus mau buka usaha sendiri aku mau percayain sama siapa ya binggung juga nih."
" Aduh aku kok juga ga kepikiran ya sama itu, kenapa ga minta Intan saja kerja disini biar kamu ada temannya."
" Tapi nanti kalau Intan sudah kerja di tempat lain gimana mas, lagian Dita juga masih sekitar satu tahun lagi baru lulus kuliahnya."
Toko Kue Tesya
" Selamat sore semuanya,"sapa Tesya.
" Selamat sore mbak," jawab semuanya.
" Dit, mbak mau cek laporan ya."
" Mari mbak," ajak Dita.
Tesya dan Dita masuk ke ruangan sementara Kevin milih lanjut ke dapur untuk mengambil beberapa kue yang baru saja matang.
" Gimana laporan penjualan bulan ini Dit?"
" Alhamdulillah meningkat pesat mbak, banyak kantor kantor yang mulai memilih kue buatan kita untuk camilan karyawannya, tadi siang ada orang dari cattring mau kerja sama dengan toko ini tapi berhubung mbak lagi ga ada di rumah sore ini bakal kesini lagi."
" Oke, Dit tolong panggilkan mas Kevin ya."
" Baik mbak."
Ketiganya saat ini sudah ada di dalam satu ruangan .
" Dit ada yang mau aku tanyakan sama kamu."
" Ada apa ya mbak, apa saya melakukan kesalahan?"
" Oh ga kok Dit tenang saja, aku sama mas Kevin cuma mau tanya apa nanti setelah kamu lulus kuliah masih mau bekerja disinu atau milih buka usaha sendiri seperti impian kamu sebelumnya."
" Mungkin Dita masih mau kerja disini mas mbak, mau ngumpulkan modal dulu. Soalnya sekarang tabungan Dita belum banyak, masih butuh belajar juga dari mas dan mbak."
" Oke kalau begitu kamu kerja yang rajin, kalau memang kamu sudah mantap mau buka usaha bilang sama aku atau mbak Tesya nanti sedikit sedikit kami bantu."
"
" Ya allah mbak Tesya mas Kevin terima kasih banyak buat dukungannya. Mbak mas, satu bulan lagi di kampus ada bazar, terus anak anak kampus kepengen kue sama nasi kotaknya dari sini apa bisa?"
" Bisa dong, nanti kamu tinggal bilang sama mbak mau order berapa banyak biar mbak bisa konfirmasi ke cattring."
" Sayang sudah jam setengah 5, aku balik ke rumah dulu mau siap siap."
" Oke mas duluan nanti aku susul, ada yang mau aku bicarakan dulu sama Dita."
" Jangan lama lama nanti kemalaman," ujar Kevin.
" Iya mas, sudah sana."
" Mbak Tesya sama mas Kevin mau pergi?"tanya Dita.
" Iya Dit, mau belikan oleh oleh buat eyang. Besok pagi mbak sama mas mau nyusul Kay ke Jogja, kamu mau ikut?"
" Wah Jogja ya mbak, pengen sih tapi nanti toko gimana mbak kalau di tinggal."
" Tenang saja, nanti biar Wawan yang jaga. Kalau memang mau ikut nanti malam packing ya. Oh iya Dit makasih banyak ya kamu sudah buat toko kue mbak tambah banyak pelanggannya gara gara kamu sering promosikan lewat media sosial. Bahkan kamu daftarkan juga di aplikasi ojol dan yang lainnya itu."
" Sama sama mbak, ini juga wujud terima kasih aku buat mbak karena sudah bantu keluarga saya keluar dari keterpurukan. Apa lagi bantuan biaya kuliah aku mbak."
" Mbak pamit dulu ya, takut kemalaman beli oleh olehnya. Kalau mau ikut cepat packing besok subuh kita berangkat," ujar Tesya.