I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
120 # BAB 120



 


Setiap Vano berangkat kerja Sita selalu pergi ke rumah Tesya. Tinggal hanya berdua dengan suami yang sibuk dengan pekerjaan membuat Sita kesepian.


 


" Kak Sita sudah makan belum?"


"Sudah tadi pagi bareng sama bang Vano,emang kenapa Sya?"


" Kirain belum, mau aku ajak buat rujak."


" Pagi pagi kok mau buat rujak sih Sya?"


" Habis tiba tiba pengen kak, apalagi lihat tuh buah mangga yang ada di pohon hemm bikin ngiler kak."


" Perasaan itu mangga berbuah terus deh Sya, dari kemarin ga habis habis."


" Kan ada beberapa pohon kak, terus kemarin berbunganya juga ga samaan jadi matengnya beda beda."


" Ya udah ayo,kakak temani."


 


Keduanya langsung bergegas menuju ke halaman belakang dan menikmati rujak yang telah mereka buat.


" Kak, boleh tanya ga?"


 


" Boleh Sya, tanya saja."


" Kak, selama aku menikah sama mas Kevin pernah ga sih mama sama papa itu gimana gimana sama sifat atau sikap aku?"


 


" Gimana gimana maksudnya Sya?"


"Gini loh kak, papa sama mama itu pernah ga cerita sama kakak soal aku atau pernah ga mereka itu punya rasa ga suka sama sikapku."


" Oh itu, santai lagi Sya mereka itu yang penting anaknya bahagia. Terus mereka itu santai kok, dari awal kenal sampai sekarang ga pernh melihat mereka marah besar gara gara anaknya. Paling cuma ngasih nasehat gitu aja.Pernah sekali marah besar pas kejadian Rasti itu, habis itu ga pernah lagi."


"Merekakan punyanya dua anak laki laki makanya ketika bertemu sama pasangan anaknya itu sayang banget udah kaya anak sendiri. Meraka itu manjain banget sama pasangan anaknya, dulu pas aku di luar negeri mereka sering jengukin padahal orang tuaku sendiri jarang. Padahal aku sama kedua orang tuaku tinggal satu negara tapi beda kota. Ya walaupun sering bolak balik Indonesia juga sih. Yang penting kamu jangan pernah nolak apa yang mereka kasih itu sudah buat beliau bahagia karena di hargai."


" Aku takutnya mereka ada yang ga di suka dari aku. Kan kakak tahu sendiri aku kenal langsung nikah."


"Mama sama papa itu baik banget, asal jangan pernah buat mereka kecewa."


" Aku akan berusaha biar ga buat mereka kecewa."


" Tesya Tesya kamu itu lucu,udah lama nikah sama Kevin kok baru tanya soal mama papa."


"Habis aku binggung mau tanya sama siapa, masa iya aku tanya sama mas Kevin kan ga enak."


" Sya nanti sore jalan yuk,ga usah jauh jauh kita ke taman saja."


" Ayo kak, kakak itu pinter ya buat moodku jadi baik gini padahal tadi pagi rasanya ga jelas gitu. Makaasih ya kak buat semuanya."


" Sama sama Sya, kakak juga makasih sama kamu soalnya semua keluh kesah kakak kamu dengarin.Sya kakak pulang dulu ya,nanti habis azar kakak kesini lagi, pamit Sita."


 


" Oke kak, aku mau rebahan dulu."


Bukannya rebahan tapi Tesya meneliti lagi barang barang yang akan di bawa kalau ia melahirkan nanti.Benar saja masih ada yang belum masuk ke dalam tas.


" Sayang kok kamu masih betah sih di perut mama, padahal papa mama eyang sama yang lain udah ga sabar pengen ketemu sama kamu, kata Tesya sambil membelai perutnya."


 


Setiap kali ia membelai perutnya selalu ada di respon sama anaknya.Tak lama berselang ia pun tertidur di kamar calon buah hatinya.