I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
169 # BAB 169



Sita dan Dita pergi, tak lama kemudian papa sama Vano datang.


" Loh kamu sendiri Ram, mama sama istri saya kemana?"


" Mama kamu kecapean aku suruh istirahat wajahnya pucat sekali. Kalau istri kamu sama Dita baru saja keluar cari makan."


" Berdua saja?"


" Ga kok tadi di temani bodyguart kamu yang jaga disini. Kamu sama papa kamu sudah makan belum kalau belum biar aku telpon Dita biar kalian di bawakan makanan sekalian."


" Aku sama papa sudah makan kok, terima kasih udah jagain mama saya."


" Santai saja bro kaya sama siapa saja, kita kan saudara."


" Papa susul mama istirahat ya, biar Vano dan Rama yang jaga disini."


" Kalian baik baik disini papa mau istirahat dulu."


" Gimana Van, sudah ketemu sama orang yang bikin Kevin dan Tesya celaka?"


" Udah Ram, ini aku sama papa baru saja pulang dari kantor polisi."


" Gimana kelanjutannya?" tanya Rama penasaran.


" Sebenarnya yang mereka incar itu aku, tapi mereka salah sasaran. Mobil yang di gunakan sama Tesya dan Kevin itu sama persis kaya punyaku cuma beda 1 angka saja di platnya itu yang membuat jadi kaya gini."


" Berati kamu sudah ketemu sama orangnya?"


" Sudah, dia rival bisnis aku Ram. Perusahaan yang dia pegang itu selalu kalah dari perusahaan aku bahkan kabarnya perusahaannya mau bangkrut. Dia ga bisa kerja cuma foya foya habisin uang perusahaan tapi kalau lihat orang lain sukses dia iri."


" Ngeri ya saingannya kalau ga sehat."


" Iya begitulah, tapi dia memang terkenal keterlaluan kok Ram. Ga sekali dua kali dia bertindak di luar nalar kaya gini. Dulu teman aku pernah istrinya di rebut sama dia hanya untuk mencuri semua aset berharga milik perusahaan."


" Itu orang gila kali ya Van."


" Ga terima gila, otaknya sudah konslet mungkin. Kamu sendiri gimana?"


" Gimana apanya?"


" Maksudku mau buka perusahaan atau mau kerja ikut Kevin?"


" Sebelum kejadian ini, aku baru bantu Tesya buat buka cabang toko rotinya. Tapi karena kejadian ini sementara aku bantu Arda di kantor Kevin."


" Kok kamu tahu Arda?"


" Tadi Arda dan istrinya datang buat jengguk Kevin dan Tesya sama antar berkas berkas yang harus segera di tanda tangani."


" Berkasnya ada dimana biar aku pelajari dulu, nanti kamu aku kasih tahu Ram."


" Berkasnya ada di ruangan samping, tempat mama sama papa kamu istirahat."


" Ya sudah nanti saja ambilnya, kasihan mama sama papa kalau istirahatnya terganggu."


" Pokoknya aku minta tolong sama kamu ya Ram buat bantu di perusahaan Kevin dulu. Kalau aku ga sibuk aku juga bakal ke perusahaan Kevin."


" Siap Van, aku juga minta bimbingannya."


Sita dan Dita datang bawa makanan buat semuanya.


" Banyak banget kamu beli makanannya?" tanya Vano.


" Mama masih belum mau makan?"


" Harus di bujuk mas, kalau ga kasihan."


" Iya Van pelan pelan kamu bujuk mama kamu buat makan. Wajahnya pucet banget jangan sampai ikut sakit," ujar Rama.


" Makasih ya Ram kamu perhatian juga sama mamaku."


" Van aku juga punya mama, dia kalau anaknya sakit pasti ikut drop. Makanya kalau aku sakit sebisa mungkin tak cerita sama beliau takutnya ikut drop seperti sebelumnya."


" Sekali lagi makasih ya Ram, aku butuh kamu buat jaga mama selama Kevin sakit."


" Siap Van, pokoknya kalau kamu sibuk bilang sama aku nanti aku bantu jaga mama kamu."


Selesai makan semuanya masih duduk di depan ruangan. Malam ini Vano dan Sita tetap tinggal karena mamanya ikut di rawat karena tubuhnya drop.


" Ram, aku sama Sita ke ruangan mama sebentar ya. Nitip Tesya sama Kevin, kalau ada apa apa langsung kabari."


" Udah kamu ga usah khawatir Van."


Sepeninggal Vano hanya ada Rama Dita dan orang orang suruhan keluraga Vano yang berjaga.


" Mas, kasihan ya mbak Tesya sama mas Kevin padahal mereka berdua itu orang orang baik tapi kenapa ya ada yang tega berbuat seperti itu sama mereka."


" Tadi Vano cerita sama mas, kalau sebenarnya Tesya sama Kevin itu korban salah sasaran. Karena yang mau di celakai itu Vano sama Sita, mobil mereka sama persis hanya beda platnya itupun beda satu angka belakang."


" Ya allah, jahat banget sih itu orang. Kalau ada masalah kenapa ga di selesaikan baik baik malah kaya gini. Mas acara kita nanti nunggu mbak Tesya sama mas Kevin sembuh ya aku ga mau acara kita di atas penderitaan mereka. Lagian beliau beliau itu berjasa banget buat keluarga Dita."


" Lagian masa mas tega mau adakan acara di rumah Tesya sementara yang punya rumah sedang terkena musibah. Acara kita juga masih lama, kita juga harus nabung dulu biar kebeli rumah sama yang lainnya. Yang penting kita sudah punya ikatan."


" Kita berjuang bersama sama ya mas."


" Iya, malam ini kita nginep disini gapapakan Dit."


" Gapapa mas, nanti aku kasih kabar ke bapak dulu biar ga khawatir."


" Tapi besok kuliah kamu gimana?"


" Suka lupa hari ya, besokkan hari minggu."


" Duh iya, kalau aku sama kamu suka lupa hari sih."


" Hem bisa saja kamu mas, ya allah mbak Tesya kapan sadarnya sih udah seminggu dia bobok sakit disana."


" Kita ga ada yang tahu Dit kapan Tesya bangun hanya doa yang bisa kita kasih buat mereka berdua. Kalau boleh jujur sebenarnya mas kangen sama dia,walaupun kalau ketemu ribut terus tapi itu cara aku sama dia saling menyayangi."


" Semoga mereka berdua lekas pulih kaya sedia kala ya mas, aku juga rindu sama mereka. Mbak Tesya udah kaya kakakku sendiri teman ngobrol yang baik bahkan suka ngasih saran saran terbaik pas aku ada masalah kuliah."


" Tapi nanti dia jadi adik kamu loh bukan jadi kakak," goda Rama.


Dita berpikir.


" Kok benggong?" tanya Rama.


" Terus aku panggil mbak Tesya apa dong? Udah biasa panggil mbak kalau mau ganti susah gitu."


" Senyaman kamu saja mau panggil apa," ujar Rama.