I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
143 # BAB 143



Tesya dan Kay, tidur siang. Sementara Kevin kembali lagi ke resto untuk interviu calon karyawan barunya. Perlahan tapi pasti ia mengembangkan bisnisnya tak hanya soal perhiasan tapi kini merambah dunia kuliner.


Semuanya di lakukan agar masa depan anak dan istrinya nanti tetap terjamin. Satu kebanggaan tersendiri untuknya karena dapat membahagiakan anak dan istrinya.


" Maaf pak, itu sudah di tunggu sama calon karyawan bapak."


" Ayo Angga kamu ikut dengan saya, biar suatu saat kalau saya ga kesini ada yang mau melamar kamu bisa tahu kriterianya, ajak Kevin."


" Baik pak, jawab Angga. Beberapa kali kerja baru kali ini dapat bos yang luar biasa baiknya."


Pekerjaan selesai Kevin kembali ke villa menjemput istri dan anaknya.


" Mas dari resto ya?"


"Iya sayang, gimana tidurnya enak?"


" Enak sekali mas, nyaman sekali disini udaranya segar jauh dari kebisangan kota."


" Ya udah kita tinggal disini dulu untuk beberapa waktu kalau mau."


" Nanti saja mas kalau pulang dari Jogja, eh iya kan mau ke rumah kak Sita jadi lupakan."


" Pulang dari sini saja nanti kita mampir kesana sebentar kita bawakan makanan dari resto. Siap siap gih kita langsung pulang."


" Baik mas, tolong bawakan tasnya Kay ya."


Pukul 5 sore Kevin dan Tesya sampai ke rumah kakaknya, kini Kay gantian di gendong sama papanya, sementara Tesya membawa beberapa makanan dan buah untuk kakaknya.


" Kak Sita gimana kabarnya, tanya Tesya ketika berjumpa Sita di depan tv?"


" Baik Sya, sendirian saja mana Kay?"


" Ga kok sama mas Kevin sama Kay juga kok masih sepi bang Vano belum pulang kak?"


" Belum Sya, bibi juga tadi jam 4 sudah pulang."


" Kan kemarin aku sama mas Kevin sudah nawari kakak buat tinggal di rumah biar ga kesepian kalau bang Vano sama bibi pergi semua."


" Nanti merepotkan kamu lagi Sya, kan kamu ada Kay yang harus selalu kamu jaga."


" Kan Kay bisa di ajak ke kamar kakak kalau siang, terus bisa jadi hiburan juga buat kakak."


" Ada tamu ternyata, sendirian saja kamu Sya?"


" Sama mas, tapi tadi ke belakang ngajak Kay lihat burung."


" Oh kirain sendiri, eh ya Sya selamat ulang tahun ya. Gimana rasanya di prank sama Kevin?"


" Bang Vano tahu toh kalau aku di prank sama mas Kevin. Jahatnya kalian ga kasih tahu aku."


" Kalau aku kasih tahu gagal dong pranknya. Lagian serukan biar ada marah marahnya gitu kamu sama Kevin, kata Sita."


" Loh kak Sita juga tahu?"


" Ya tahulah orang kita kerja sama kok, habis kalian ga pernahkan berantem? Makanya kita buat kalian berantem, ternyata serem kalau kamu marah sampai pergi dari rumah."


" Habis kesel tahu kak, masa pergi ke Jogja dadakan makanya aku curiga perasaanku juga jadi ga enak gitu. Tapi aku akui pranknya sukses besar."


" Tapi senengkan dapat toko perhaiasan baru, sambung Kevin."


" Ya senenglah orang udah di prank habis habisan memang harus dapat kado."


" Sekali lagi selamat ya Sya, maaf kakak ga bisa kasih apa apa. Harap maklum ya kakak ga bisa kemana mana."


" Iya kak, ga papa di doakan saja aku sudah senang."


" Pulang yuk Sya, biar bisa packing juga, ajak Kevin."


" Lah kok packing memang kalian mau kemana?"


" Mau ke Jogja kak, kemarin belum puas jalan jalannya."


" Kirain belum puas pengen di prank lagi,ledek Vano."


" Ihh apaan sih bang Vano, sehat sehat ya kak kalau udah pulang dari Jogja pasti aku main kesini lagi."


" Hati hati ya kalian, jangan lupa oleh olehnya."


Ketiganya pulang dari rumah kakaknya yang hanya selisih berapa meter dari rumahnya. Sesampainya di rumah mereka bersih bersih badan lalu rehat sejenak sambil mengajak bercanda putri semata wayangnya.


Lelah bercanda Kay tertidur di pelukan papanya, Kevin dan Tesya pun ikut terlelap di samping Kay.