I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
154 # BAB 154



" Semalam habis ngapain sampai jam segini baru kelihatan,"bisik Intan.


" Habis perang dalam selimut," jawab Tesya berbisik juga.


" Huh dasar, aku pikir kamu sakit lagi tahunya."


" Hehehe," Tesya tertawa melihat sahabatnya sempat khawatir.


" Wah bentar lagi kita udah ga bisa ngumpul kaya gini nih," kata Lia di sela kerjanya.


" Iya nih udah mau kelar kerjaannya, kalian balik ke kantor lagi dan kita balik jadi ibu rumah tangga lagi," sambung Intan.


" Kita berdoa saja mbak biar bisa kumpul kaya gini lagi, seru tahu kerja sama senior. Banyak ilmu baru yang kami dapat," sahut salah satunya.


" Ya walaupun ada kerjaan lagi aku tetap ga bisa ikut, kan udah masuk bulan 8 nih. Kalau di paksain kerja terus tiba tiba lahiran kan ga lucu ya," ucap Lia.


" Kalau bahas kaya gini bawaanya sedih tahu, bahas yang lain saja lah," ujar Tesya.


" Sya bilang dong sama suami kamu biar kerja samanya sama itu perusahaan di panjangin biar kita tetap bisa kumpul kaya gini lagi."


"Di usahakan ya Intan sayang, tapi paling tidak kasih libur dululah sebulan gitu capek nih pengen balik fokus ke anak," jawab Tesya.


" Bener juga, nanti urusan aku sama pak Arda ga beres beres kalau kita kerja mulu,"sambung Intan.


" Nah kalau liburnya satu bulankan nanti aku selesai lahiran bisa kerja lagi," kata Lia.


" Oke oke, nanti aku bilang sama pak Kevin soal ke inginan kalian berdoa saja semoga biar di kabulkan."


Kantor Kevin


" Gila, aku pikir kamu tadi ga datang Vin. Tumben tumbenan kamu telat ada apa?"


" Bangun kesiangan Da," jawab Kevin.


" Ha, tumben biasanya mau lembur sampai jam berapapun bahkan kadang sampai pagi juga ga pernah kesiangan. Ada apa sih bro, apa Fanny bikin ulah lagi?"


" Bukan Fanny yang bikin ulah tapi Tesya tuh semalam yang bikin ulah makanya sampai aku bangun kesiangan."


" Hahaha, lembur itu toh."


" Gimana Da sudah dapat kabar belum dari pak Hary, bukannya dia sudah kembali beberapa hari yang lalu?"


" Belum Vin, kayanya kamu emang harus lewat jalur hukum."


" Sehabis meeting siang ini cus temanni aku untuk melaporkan semua kejahatan Fanny."


Siang setelah meeting di temani Arda dan kuasa hukumnya Kevin melaporkan semua tindak kejahatan yang di lakukan Fanny kepada Tesya akhir akhir ini.


Malamnya di rumah setelah menidurkan Kay, Tesya kembali ke pekerjaanya.


" Kalau sudah malam itu istirahat jangan pegang kerjaan terus," ucap Kevin lalu menutup laptop Tesya.


" Habis mas juga sibuk terus dari tadi."


" Katanya mas mau ketemu dulu sama Fanny dan pak Hary kok ga jadi."


" Sudah seminggu lebih ga ada kabar dari sana ya sudah, padahal Arda sudah dua kali mencoba meenghubungi tapi masih nihil juga."


" Kalau itu jalan yang terbaik buat kita , ya aku ngikut saja. Lagian jatuh cinta kok kaya gitu ada ada saja."


" Orang kamu pas udah jatuh cinta sama mas juga bucin kok, di tinggal bentar saja sudah ribut apa lagi kalau lupa ga kasih kabar hemm jadi perang dunia beneran. Ke Jogja buat meeting aja di buntutin," goda Kevin.


" Ya biarin kan bucinnya sama suami sendiri, kalau sama orang lain itu salah. Emang mas mau istri kamu yang cantik ini bucin sama orang lain," balas Tesya.


" Ga maulah, enak tahu di bucinnin sama kamu,"jawab Kevin.


" Udah keluar tuh jurus gombalnya, orang mas gombalnya sama aku saja yang kesengsem banyak banget apalagi kalau ke semua orang, bisa setres kali ya mas tiap hari di teror sama fans berat kamu," ucap Tesya.


" Untung sama perempuan lain dingin ya,"tambah Kevin.


" Iya suamiku yang paling ganteng se kamar," balas Tesya.


Kevin diam sesaat memikirkan ucapan istrinya.


" Kok paling ganteng sekamar?"tanya Kevin yang ga nggeh sama ucapan istrinya.


Keduanya diam, sebenarnya Tesya menahan tawanya melihat kebinggungan suaminya itu.


" Ya iyalah paling ganteng sekamar orang di kamar yang laki laki cuma mas," kata Kevin kesal.


" Mas tadi anak anak bilang sama aku,kalau mereka pengen tetap kerja di rumah kaya biasanya."


" Nanti dech coba aku pikir dulu."


" Tapi jangan langsung ya mas, aku pengen rehat dulu, hampir sebulan kerja di rumah waktu aku sama Kay jadi berkurang. Paling tidak libur dulu gitu sebulan apa dua bulan, Intan juga mau nikah dulu sama pak Arda , Lia udah waktunya lahiran juga, tapi setelah itu mereka pengen kerja lagi yang bisa sambil bawa anak gitu mas."


" Waktu sama suami juga berkurang," protes Kevin.


" Makanya ini kerjaan di kelarin dulu, habis itu liburan deh."


" Mau liburan kemana?"


" Kebun binatang saja mas sekalian mau kenalin Kay ke hewan hewan gitu. Kalau ga ke pantai, tapi yang dekat dekat sini saja kalau jauh jauh kasihan Kay."


" Atur saja waktunya sayang, aku ngikut saja," ucap Kevin lalu manarik selimutnya dan terlelap.


Sementara Tesya malah menyalakan laptopnya untuk melihat film film yang sudah ia simpan.Bahkan ia sampai tak tahu kalau sudah tengah malam.


" Tidur sayang, besokkan masih kerja."


" Maaf mas habis filmnya seru nih."


" Udah matiin laptopnya langsung tidur, mas ga mau kalau kamu sampai sakit."


Akhirnya Tesya mengalah memilih mematikan laptopnya dan tidur, dari pada harus berdebat dengan suaminya.