
Sesuai kesepakatannya tadi pagi Kevin mengajak Tesya mencari kado buat saudaranya sepulang kantor.Tapi itu hanya bohong belaka agar Tesya mau jalan dan memilih cincin tunangannya sendiri.
Tetapi beberapa jam sebelumnya Intan sahabat Tesya meminta tolong kepada Kevin untu mengajak Tesya pergi.
Tok tok tok Intan mengetuk pintu ruangan bosnya itu.Hatinya berdebar tak karuan takut kalau permintaannya di tolak sama bosnya.
" Masuk,ada apa Tan tanya Kevin."
" Jadi begini pak,aduh ga enak bilangnya ,kata Intan panik."
" Kenapa Tan bilang saja,kata Kevin lagi."
" Tapi bapak jangan marah ya,saya cuma mau minta tolong ,ucap Intan."
"Mau minta tolong apa?Kalau saya bisa bantu pasti di usahain bisa kok."
" Hari ini Tesya ulang tahun,saya dan teman temab yang lain mau ngasih kejutan buat dia,tapi binggung biar Tesya mau di ajak keluar. Saya minta tolong sama bapak buat mengajaka Tesya jalan soalnya kalau sama pak Kevin ga mungkin di tolak,jelas Intan."
" Oke saya bantu,kita nanti bertemu dimana ,tanya Kevin."
"Ketemu di caffe Klasik ya pak jam 7 malam,imbuhnya."
" Oke ,masih ada lagi tanya Kevin."
" Sudah pak,sekali lagi terima kasih bapak sudah bantu kami.Kalau begitu saya permisi pak,kata Intan dan keluar dari ruangan Kevin."
"Ternyata hari ini Tesya ulang tahun,kalau saya lamar hari ini bagaimana ya.Ahh aku belum siap mental andai kata di tolak,gumam Kevin."
Sore setelah jam kantor bubar Kevin dan Tesya meninggalkan kantor menuju pusat perbelanjaan tak jauh dari kantor.
" Pak Kevin mau mencari kado apa dan buat siapa,tanya Tesya ."
"Mau cari cincin buat saudara,kemarin dia bilang kalau ulang tahun minta cincin,kata Kevin"
"Emang hadiah bisa request ya pak,tanya Tesya?"
"Nyatanya itu bisa,itu sudah biasa Sya kata Kevin."
" Tapi kok mintanya cincin kaya mau lamaran saja.Jangan jangan pak Kevin mau lamar seseorang ya."
"Ya mana mungkin orang pacar aja ga punya kok mau main lamar.Apa jangan jangan kamu pengen ya saya lamar,goda Kevin."
" Huuu kan bisa saja pak,kata Testya sambil tersenyum."
" Kan bapak tahu saya masih pengen sendiri."
" Misal ada laki laki yang jatuh hati sama kamu terus tiba tiba datang ke rumah dan bilang sama kedua orang tuamu buat melamar tanggapan kamu gimana,tanya Kevin."
" Ga bisa ngebayangin sih pak soalnya dari dulu pacaran saja belum pernah, kalau tiba tiba ada orang yang melamar bisa pingsan kali pak."
" Hem begitu ya,kata Kevin."
" Bapak kok jadi ngomongin lamaran sih."
" Kan tadi yang ngomongin lamaran kamu duluan,kata Kevin."
Sekarang mereka sudah sampai pusat perbelanjaan dan menuju toko perhiasan.
" Silahkan di pilih pilih bapak ibu,kata penjaga toko itu."
Kevin meminta Tesya buat memilihkan cincin yang paling bagus dan cocok buat kado.Setelah lama memilih Tesya menunjuk satu cincin yang sangat bagus dan menurutnya cocok. Bahkan dia juga sempat mencobanya.
Saat hendak membayar Kevin meminta satu set perhiasan dan sepasang cincin buatnya nanti.
" Mbak saya minta satu set perhiasan yang cincinya sama persis sama ini terus cincin buat tunangan ya,mbak yang cewek ukuran ringnya sama ini dan yang cowok ukuran jari saya,kata Kevin."
"Kalau yang sama persis tidak ada pak,kalau bapak minta yang sama harus pesan dulu,kata pelayan itu."
" Ya sudah cincin yang tadi di bungkus dulu,buat yang lain tolong di siapkan ya mbak,besok jam makan siang saya ambil,kata Kevin."
Selesai bertransaksi Kevin mengajak Tesya buat makan dulu ke sebuah Caffe di dekat mall.Kevin mengikuti kemauan karyawanya buat memberi kejutan buat Tesya.
Di Caffe Klasik suasana yang di suguhkan sangat indah dan membuat nyaman.Kevin dan Tesya duduk di ruangan khusus yang sudah di pesan Intan dan kawan kawan.
Saat sedang menunggu pelayan datang tiba tiba lampu padam membuat Tesya menjerit histeris dan memegang tangan Kevin kuat kuat.
"Surprise.... teriak Intan dan yang lainya berbarengan dengan lampu yang menyala."
Tesya terharu sampai menitihkan air mata.Hari ini benar benar membuatnya bahagia memiliki teman teman yang sangat peduli kepadanya.