
Liburan pertama setelah menikah rasa bahagia menyelimuti keduaya. Walaupun tidak jauh tapi mereka tetap menikmatinya. Suasana pegunungan yang sejuk pohon pohon pinus yang tinggi menjulang menambah kesan tersendiri bagi mereka.
Setibanya di Villa tempat mereka menginap Tesya dan Kevin langsung merebahkan tubuhnya. Resa lelah selama perjalanan terbayar sudah dengan keindahan alam yang mereka lihat.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka terlelap. Suasana sejuk yang jarang mereka dapatkan selama hidup di kota.
Pagi harinya Tesya terbangun karena rasa lapar mulai melanda.Ia langsung membanggunkan suaminya untuk mengajak sarapan.
" Mas bangun aku laper, panggilnya."
" Ya udah kamu bersih bersih dulu nanti gantian sama mas, ujar Kevin."
Kini keduanya telah siap mencari sarapan,tetapi saat keluar kamar dan mencari abangnya untuk sarapan keduanya sama sekali tak menemukannya. Akhirnya mereka bertanya kepada penjaga villa yang sedang membersihkan taman.
" Pak, kalau boleh tahu kakak saya pergi kemana ya, tanya Kevin."
" Tadi subuh sudah keluar mas sama calon istrinya. Tadi sempat pesan sama saya kalau mas nyari suruh nyusul ke hutan pinus. Katanya mereka mau foto apa gitu tadi, jelas penjanga villa."
" Terima kasih ya pak ,kalau begitu saya susul kesana setelah sarapan. Oh iya pak hutan pinusnya yang di belakang villa kan."
"Betul mas, kalau mau sarapan tadi istri saya sudah masak, semoga cocok makanannya,ujarnya lagi."
Kevin melajukan mobilnya menuju hutan pinus, sepanjang perjalanan banyak toko bunga yang membuat Tesya gemas ingin turun dan membeli semua yang ada.
" Mas berhenti dulu dong aku pengen beli itu, kata Tesya sambil menunjuk toko bunga yang ada di tepi jalan."
" Kan di rumah udah banyak masa mau beli lagi, kata Kevin."
" Tapi aku mau mas, ayolah sebentar saja, rengek Tesya."
Akhirnya Kevin membelokkan mobilnya ke salah satu toko bunga. Bibir Tesya terus tersenyum melihat bermacam macam bunga mawar. Ia mulai memilih beberapa macam bunga yang belum ia punya. Bahkan tak hanya satu toko yang ia singgahi buat memuaskan hatinya.
" Ga tahu mas, soalnya kan yang ini aku belum punya. rengeknya lagi."
" Coba mas tanya dulu sama pemilik toko siapa tahu mau mengantar sampai rumah, kata Kevin."
Masalah bunga sudah selesai, demi istrinya Kevin rela melakukan apa saja yang ia minta. Di hutan pinus tampak abang dan calon kakak iparnya sedang bersiap siap, beberapa fotografer juga sudah tampak menyiapkan peralatan mereka.
" Sayang kamu pengen kaya gitu ga ,tanya Kevin ketika melihat abangnya mulai foto?"
" Ga ah mas kan kita udah nikah, lagi pula aku sudah hamil juga, jawab Tesya sambil selfi dengan kamera handphonenya."
" Kalau gitu kita maternity aja, seru Kevin."
" Ya udah aku ngikut aja, jawab Tesya yang masih sibuk dengan kamera handphonenya."
Kevin menemui fotografer untuk meminta sekalian melakukan maternity buat Tesya. Ia mulai membayangkan betapa cantiknya Tesya kalau di make up dan memakai pakaian yang di sediakan di sana.
" Mas kalau misal sekalian maternity bisa, tanya Kevin."
" Bisa mas tapi ga sekarang ya soalnya belum menentukan konsep dan costumnya juga belum di ada, jawab fotografer."
" Oke ,terus bisanya kapan, tanya Kevin lagi?"
"Mungkin besok mas, tinggal mas nentuin konsepnya biar orang make up saya bisa bawa costumnya sekalian. Soalnya besok mas Vano masih lanjut ke danau buat foto preweddingnya, jelasnya lagi."
" Kalau gitu saya bicara sama istri dulu, biar seceparnya bisa kasih kabar."