I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
38# BAB 38



 


" Ayo Sya lama amat sih nyari apa,tanya Intan?"


" Kunci mobil Tan sabar ngapa,jalan aja dulu ntar tak susul,kata Tesya."


" Duluan gimana orang aku sama Lia ga bawa mobil kok,mau ke caffe jalan kali,omel Intan."


" Iya bawel banget mak mak satu ini, gerutu Tesya."


 


Akhirnya mereka berjalan menuju parkiran, disana tampak satu mobil mewah yang terparkir rapi. Dan yang membuat Lia dan Intan melongo melihatnya.


 


" Ayo katanya ngajak cepet kok ga masuk masuk, kata Tesya."


" Wihhh mobil baru lagi tajir bener,Lia benar kagum melihatnya."


" Iya nih mobil baru, ketring juga udah mau buka beneran tajir nih anak ,celoteh Intan."


" Tajir dari Hongkong orang mobil boleh pinjem kok, mobil aku masih rawat inap di bengkel ya akhirnya pinjam dech, jelas Tesya."


" Tapi aku pernah lihat mobil ini di pakai pak Kevin dech,kata Intan."


" Kan yang punya ga cuma dia Intan,kata Lia."


 


" Jadi jalan atau mau debat dulu, tanya Tesya?"


 


Tesya melajukan mobilnya ,sampai saat ini ia terus berbohong demi menutupi kebohongan lainnya.Sebenarnya ia sudah ingin memberi tahu teman temannya tapi hatinya masih ragu.


 


Sesampainya di caffe mereka masih asik ngobrol soal acara pernikahan Lia.


 


" Li, acara di tempatmu besok jam berapa,tanya Tesya?"


" Pagi jam 8, kalian datang sebelum acara ya,kalau ga malam sebelumnya tidur aja di rumah,kata Lia."


" Gimana Sya,mau berangkat pagi atau tidur tempat Lia,tanya Intan."


" Berangkat pagi aja lah males harus bawa tas banyak banyak,jawabnya."


" Oke dech,berati besok kamu udah cuti dong,tanya Intan lagi."


" Belum sempat ambil cuti, besok bawa surat keterangan sskit aja,kata Lia."


" Besok aku sama siapa ya ke tempatmu,kata Intan."


"Cie di temani pak Arda,sekarang tinggal aku yang ga punya gandengan,kata Tesya."


" Ntar tak carikan gandengan tenang saja,kata Arda."


Sepulang dari ngumpul sama teman temannya,Tesya langsung pulang dan istirahat. Tubuhnya terasa lelah karena banyak hal yang di laluinya hari ini.


 


Di tambah lagi harus memikirkan acara pernikahannya yang tinggal menghitung hari.


Kring....kring... suara ponselnya berbunyi dengan cepat ia meraihnya. Tampak foto Kevin di layar ponselnya.


" Halo Sya sudah tidur ,sapa Kevin."


" Belum mas baru saja selesai mandi, jawabnya."


 


" Emang dari mana kok jam segini baru mandi,kamu lembur lagi."


" Ga kok mas tadi jalan sama Intan,Lia dan pak Arda juga kok,jelasnya."


" Eh iya Sya,kata Arda tadi siang kamu berantem sama Rasti ya,kok bisa emang ada apa,tanya Kevin."


" Iya mas,soalnya Tesya di kata katain ya jadi berantem sama dia,jelasnya."


 


" Tapi kamu ga papa kan, tanya Kevin."


" Ga papa kok mas tenang saja ,eh iya mas lusa Liakan menikah boleh ga aku jadi pendampingnya,kata Tesya sambil meminta ijin."


" Iya ga papa, apa mas boleh temanni,tanyanya."


 


" Boleh kalau mas mau,tapi aku datangnya harus pagi sebelum acara di mulai. Nanti mas bisa nyusul bareng pak Arda,pinta Tesya."


" Jangan capek capek ya Sya,takutnya nanti pas acara kita kamu sakit lagi."


"Iya mas,mas juga jangan capek capek baik baik disana,pesan Tesya.Kalau gitu udah dulu ya mas , Tesya mau istirahat dulu besok sambung lagi.


Tesya mengakhiri percakapannya dengan Kevin. Ia merasa tenang dan bahagia merasa begitu di perhatikan sama Kevin.


" Baru jadi tunangannya sudah di perhatikan seperti ini apa lagi nanti kalau udah jadi istrinya bakal tambah di manja,ah kenapa aku jadi mikir kaya gitu sih,gumam Tesya."