I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
89# BAB 89



 


" Terus aku harus gimana Vin, tanya Arda setelah lama diam?"


 


" Yakinkan orang tuanya kalau kamu mampu menjaga Intan sebelum sesuatu yang buruk terjadi, ini hanya saran dari aku mau di ikuti syukur ga juga ga papa kok."


 


"Makasih ya Vin, kata Arda lalu merebakan tubuhnya ke sofa."


Jam makan siang Kevin pulang karena sudah janji sama istrinya mau makan di rumah. Ia datang bersamaan dengan Vano.


 


" Eh baru datang juga bang, sapa Kevin yang baru turun dari mobil."


" Iya Vin, ada acara apa sih kok Sita ngajak makan disini?"


 


" Tadi pagi kak Sita bilang mau belajar masak sama Tesya, terus mau bikin acara makan siang bersama gitu."


" Ga yakin aku sama Sita, orang biasanya kalau mau makan tinggal teriak kok pakai gaya gayaan masak, ledek Vano."


"Jangan gitulah bang, siapa tahu beneran enak masakan kak Sita. Ntar kita adu siapa yang lebih berisi setelah menikah."


" Hahahaha.. bener juga Vin, kayanya kita harus sering sering olahraga,biar nih perut bisa kotak kotak kaya dulu, sambung Vano."


" Eh mas, sama bang Vano udah datang, ayo langsung ke meja makan, itu kak Sita udah siapin makan siang, ajak Tesya."


Berapa macam masakan tampak terhidang di atas meja, hasil karya Tesya dan Sita.


 


 


" Ayo di makan ini semua masakan kak Sita loh, kata Tesya."


" Iya, masakan aku tapi di bantuin semua sama Tesya, semoga rasanya ga mengecewakan, kata Sita malu, takut kalau masakannya ga enak."


 


Acara makan siang selesai mereka tampak masih ngobrol di meja makan.


" Gimana masakannya enak ga,tanya Tesya malu malu?"


" Enak kok kak, jawab Kevin sambil menikmati potongan apek yang di kupas Tesya."


" Ini kalau Sita belajar masak terus sama Tesya, lama lama perut aku sama kaya punyamu Vin."


 


" Biarin lah bang udah laku gini, tinggal sedikit olahraga, nih buncit pasti ilang."


" Eh iya mas, tadi gimana udah bilang sama Arda soal kejadian di rumah kemarin, tanya Tesya penasaran."


" Emang ada apa sih Sya , Vano ikut penasaran."


 


 


" Gila tuh si Arda, orang gue aja yang udah mau nikah ga berani mau lakuin kaya gitu. Itu yang baru gebetan udah sampai kaya gitu."


" Udah ah malah bahas Arda bikin emosi aja. Sayang aku balik ke kantor ya soalnya mau metting, ujar Kevin."


" Iya mas, hati hati di jalan. "


" Aku juga balik ke kantor, kamu mau disini apa kemana,tanya Vano sama Sita?"


 


" Mau pulang, biar bumilnya bisa istirahat, kasihan dari pagi udah bantuin aku. Makasih ya Sya udah ajari masak kalau aku ada waktu boleh belajar lagikan."


 


" Sama sama, jangan kapok ya kapok ya kak belajar masak sama Tesya."


 


" Kalau gitu pulang dulu ya Sya, pamit Sita menyusul Vano dan Kevin yang sudah keluar duluan."


 


Sepeninggal mereka, Tesya baru ingat kalau brosurnya tadi pagi belum jadi di sebar. Akhirnya ia memutuskan buat ke belakang mencari pak Udin.


 


" Pak Udin boleh minta tolong ga buat sebarin ini, ujar Tesya ketika menemukan tukang kebunnya di belakang."


 


" Iya mbak, eh iya kalau nanti anak saya daftar boleh kan mbak."


 


" Boleh kok pak, siapa saja boleh. Kalau bapak mau kerja tambahan bisa kok nanti kalau malam jaga disana, ujar Tesya."


" Ya allah mbak, terima kasih banyak."


 


" Iya pak, nanti kalau ada yang masukin lamaran langsung taruh di meja kerja saya di toko ya."


" Baik mbak,kalau gitu saya permisi dulu mau langsung sebarin brosurnya, pamitnya."