
" Mas kenapa,tanya Tesya?"
Tanpa menjawab Kevin langsung menggandeng Tesya menuju ke kamarnya.
" Mas ini kenapa sih kok tiba tiba jadi aneh gini, tanya Tesya lagi."
Sambil tersenyum Kevin menunjukkan kotak yang berada di atas narkas.
" Ini maksudnya apa sayang kok tulisannya selamat ulang tahun papa?"
" Coba mas buka dulu, pasti mas tahu maksud aku."
" Mana hanya ada amplop,jelas Kevin."
" Ya di bukalah mas amplopnya.Kirain mas udah tahu isinya makanya aneh."
Setelah di buka betapa terkejutnya Kevin antara percaya sama tidak. Ia sampai tak bisa berkata apa apa. Matanya pun tampak berair, dia benar benar terharu melihat isi dalam amplop itu.
" Sayang ini beneran kan,tanya Kevin masih sedikit ga percaya?"
" Benar mas , kata Tesya sambil membimbing tangan Kevin menuju ke perutnya."
" Makasih ya sayang ini benar benar kado terindah yang mas pernah dapat,seru Kevin."
" Iya mas, aku juga mau terima kasih sama mas udah sabar banget selama ini, udah sayang dan baik sama aku terima aku apa adanya,sambung Tesya."
"Hai sayangnya papa,baik baik ya di sana jangan rewel, ucap Kevin sambil sesekali mencium perut Tesya."
" Hari ini mau ngapain mas,tanya Tesya?"
" Ga mau ngapa ngapain pengen di rumah aja manja manjaan sama kamu.?
" Hemmmmm, jalan yuk mas,ajak Tesya."
" Mau kemana sayang,tanya Kevin yang masih saja mengelus perut Tesya."
" Ke supermarket mas beli susu sama keperluan yang lain,soalnya di kulkas sudah pada habis,jelas Tesya."
" Iya tapi nanti ya agak sorean biar ga panas,jawab Kevin."
Hari ini Tesya dan Kevin hanya bermalas malasan di kamar. Mulai lihat film sampai main game dan pada akhirnya ketiduran dan tak jadi pergi kemana mana.
Kantor Kevin
Pagi yang masih sepi belum ada orang yang masuk kerja, Tesya memberanikan ikut ke ruangan Kevin.
" Di sini nyaman banget ya mas bikin betah, ucap Tesya."
" Kamu mau pindah kesini, tanya Kevin."
" Ga ah nanti takut ada yang ngomong ga ga lagi."
" Ga ga gimana, kan ga ngapa ngapain. Andai kata ngapa ngapain tok udah sah juga, seru Kevin yang tiba tiba mencium bibir Tesya dengan mesranya."
" Astaga Vin ini kantor, teriak Arda ketika melihat pemandangan indah di depan matanya."
" Sssttt jomblo ga boleh sirik, kata Kevin kesal."
Sambil berjongkok Kevin mengelus perut Tesya, jaga mama ya sayang jangan buat mama repot ya,ucapnya ketika Tesya hendak kembali keruangannya."
Tesya sangat bahagia hari ini, karena Kevin sudah ada di ruangannya lagi.
" Pagi,sapa Intan dan Lia bersamaan."
" Pagi juga."
" Pagi amat Sya datangnya, tanya Lia."
" Iya,nih soalnya ga mampir ke cattring dulu jadi sampai sini masih pagi banget."
" Ga bawa makanan dong ,kata Intan."
" Bawa kok tadi pagi sempat beli di depan."
" Wah asik nih makan makan ,seru Intan."
Sementara itu di ruangan Kevin
" Vin ,kamu hamilin anak orang , tanya Arda?"
" Hahaha iya, udah sah juga,jawabnya dengan bercanda."
" Ampuh juga ya Vin sekali coba langsung jadi, ledek Arda."
" Buat anak kok coba coba , Kevin semakin menjadi bercandanya."
" Itu iklan woyyy ,dasar kamu Vin, siang ini keluar bentar yuk Vin aku mau minta tolong sama kamu."
" Habis istirahat ya,emang mau kemana?"
" Anterin aku beli cincin ke tempat langgananmu."
" Jadi kamu sama Intan,tanya Kevin?"
" Ya jadilah Vin lusa aku mau langsung lamar dia, jelas Arda."
" Oke, semoga sukses ya bro, cepet nyusul juga."
" Nyusul apa bro?"
" Nyusul yang enak enak lah Da, nanti kamu bakal tahu sensasinya,jelas Kevin."
" Oke dech semoga lancar semuanya, sambung Arda."