
" Mas Kevin yakin mau nikah sama kak Tesya ,tanya Tya pengen tahu."
" Yakin dong emang kenapa dek,Kevin balik bertanya."
" Kak Tesya kan galak mas Kevin kalau tidur udah kaya kebo,susah di bangunin,ejek Tya."
" Kalau sama mas ga mungkin berani galak kok dek,jelas Kevin."
" Iyalah orang galakan kamu kok mas,gerutu Tesya."
" Udah sampai saja orang masih mau ngobrol sama mas Kevin kok, kata Tya kesal karena perjalanan ke sekolahnya terasa cepay ga seperti biasanya."
Tya berpamitan sama kedua kakaknya dan langsung berlari masuk.
" Kamu kenapa Sya kok tangannya gemetaran gitu,tanya Kevin."
" Tesya takut kalau nanti di kantor ketemu sama Rasti."
" Ada mas jangan takut ,kata Kevin menenangkan Tesya."
Ketakutan Tesya benar terjadi Rasti nampak berdiri di lobby kantornya. Tatapanya tak berpaling ketika Tesya masuk, tak berapa lama Rasti datang menghapirinya.
" Eh kita ketemu lagi,sapa Rasti sok akrab."
Tesya hanya tersenyum dan pergi tanpa meladeni Rasti.Sebenarnya dia takut kalau Rasti sampai tahu tadi dia berangkat bareng Kevin.
Di ruangannya Tesya mencoba menghubungi Kevin, tapi ga nyambung nyambung. Dia semakin panik dibuatnya. Sampai dia tak sadar kalau Kevin sudah berdiri di belakangnya.
" Mas ngagetin aja, kok mas udah sampai sini, bukannya Rasti di depan ya,tanya Tesya?"
" Tadi di parkiran mas tahu kalau Rasti ada di sini, soalnya mobilnya sudah ada disana. Terus mas lewat pintu darurat biar aman,jelas Kevin."
" Jangan di sini lama lama mas ,nanti ada yang lihat takutnya jadi fitnah lagi."
" Ceritanya mas di usir nih,goda Kevin."
" Iya Tesya usir demi kebaikan bersama. Sebelumnya terima kasih ya mas semalam udah gendong dari mobil sampai kamar,kata Tesya malu."
Kevin mendekatkan wajahnya ke telinga Tesya,membuat Tesya jadi salah tingkah. Lalu Kevin berbisik " berat tahu. Mas ke ruangannya kamu kerja yang serius jangan mikirin mas terus."
Tesya malu karena salah tingkah sendiri. Seperginya Kevin,Tesya mulai mendesain beberapa model sesuai keinginan pemesannya. Wajahnya masih merah padam karena malu.
Intan yang baru datang kaget melihat Tesya yang sepagi ini sudah mulai kerja.
" Pagi amat Sya,sapa Intan."
" Biasa ngater Tya dulu,kalau ga pagi suka kejebak macet."
" Sekarang ga perhan bawa makanan buat pak Kevin,tanya Intan."
" Dia ga nyuruh kok, lagian aku lebih santai ga harus pagi pagi buta bangun."
" Eh iya tadi aku lihat mantanya pak Kevin di depan, itu orang saraf malunya udah putus kali ya tiap hari kesini."
" Bisa jadi, tadi aku juga ketemu di depan."
" Pak Kevin masih keluar kota ya,tanya Intan."
" Wah bakal ada perang dunia nih, pasti seru kalau di hadapi pak Kevin sendiri, kata Intan semangat."
" Hemmm senengnya kalau ada keributan, eh iya Tan desain yang kemarin masih sama kamu kan. Nanti di satuin sama yang baru."
" Ada nih, Sya kamu ngerasa aneh ga sih sama pemesan desain kita yang sekarang. Maunya banyak banget terus kalau lihat ke arah kita matanya kemana mana."
" Aku ga begitu perhatiin sih, ah kamu Tan jangan ajak cerita dulu mau selesaiin satu desain nih keburu di minta sama pak Arda."
"Oke selamat bekerja,aku juga mau selesaiin desain aku yang kemarin."
Keduanya hening sibuk dengan pekerjaan masing masing. Saat suasana benar benar enak handphone Tesya berbunyi membuyarkan imajinasinya.
*From : Kevin
Call : 083110\-\-\-\-\-\-\-\-
Serius amat sampai ga tengok kanan kiri.
From : Tesya
Call. : 083110\-\-\-\-\-\-\-
Hemm mas jangan ganggu dong mumpung dapat ide nih.
From : Kevin
Call :083110\-\-\-\-\-\-\-
Iya selamat kerja,😘😘\*
*From : Tesya
Call : 083110\-\-\-\-\-\-
Ga usah genit 😋😋😋😋*
" Tadi katanya ga mau di ganggu lagi sibuk sekarang malah mainan hp mana sambil senyum seyum lagi, kata Intan kesal."
Tesya tersenyum ke arah Intan yang mukanya kelihatan marah.