I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
126 # BAB 126



 


" Halo keponakan tante yang cantik, sapa Lia ketika melihat Tesya dan Kayla duduk di teras."


 


" Hay juga aunty, sttt sebelum pegang cuci tangan dulu."


" Siap siap, eh Sya udah di kasih tahu sama pak Kevin belum soal pak Arda sama Intan."


" Ceritanya pindah ke belakang saja biar nyaman, loh katanya sama Bram mana?"


" Ya udah ayo, tuh di depan sama pak Kevin. Kayla siniin biar aku yang gendong sekalian latihan biar ga kaku kalau udah punya sendiri."


" Udah isi lagi ya Li?"


" Belum nih Sya, doain saja ya biar cepat nyusul."


" Doa terbaik untukmu slalu sayang, eh ya lanjutin ceritanya tadi dong. Penasaran nih sama mereka kemarin kemarin sih dengar dari mas tapi masih gimana gitu."


" Jadi waktu itu pak Arda sama Intan sempat ngobrol gitu, tapi setelah itu mereka bukannya dekat tapi malah semakin menjauh. Bukan sama pak Arda saja yang menjauh sekarang sama aku juga gitu. Apalagi sekarang aku sama Intan sudah beda ruangan tambah jarang ketemu."


" Loh kenapa Li?"


" Ga tahu aku Sya, Intan yang minta pindah ruangan sekarang aku sama anak anak baru."


" Apa sebaiknya kita temuin Intan ya Li, kok aku kasihan sama dia. Sudah ga tinggal di rumah di tambah beban kaya gitu."


" Boleh Sya ayo kapan, tapi Kayla gimana masa mau di bawa kasihanlah masih kecil."


" Kayla biar sama aku saja, sambumg Sita."


" Gimana kalau besok Sya, mumpung masih libur juga."


" Aku bilang sama mas Kevin dulu."


" Emang Intan kenapa sih Sya?"


" Ceritanya panjang kak, mungkin sepintas kakak pernah dengar ceritanya."


" Mungkin saja. kalau memang besok mau pergi, biar Kayla di rumah sama kakak."


" Makasih ya kak."


 


Keesokan paginya, setelah mendapatkan ijin dari Kevin Tesya dan Lia langsung pergi ke kontrakan Intan. Setibanya di sana keduanya kaget mendapati suasana kontrakkan yang sepi seperti tak berpenghuni.


 


" Maaf pak mau tanya mbak Intan yang tinggal disini kemana ya bu kik dari tadi saya panggil panggil ga keluar, tanya Tesya kepada ibu ibu yang kebetulan lewat."


" Terima kasih ya bu, maaf mengganggu perjalannannya."


Lia dan Tesya langsung menaiki motornya menuju ke rumah pak Rt setempat untuk mencari informasi tentang keberadaan Intan.


" Permisi assalamualaikum, salam Tesya."


" Waalaikumsalam mari masuk mbak, kata seseorang yang sedang duduk di teras."


" Maaf kalau boleh tahu apakah ini benar rumah pak Rt yang punya kontrakaan di ujung, tanya Lia."


 


" Iya betul mbak, sebentar saya panggilkan bapak dulu, ucapnya."


 


" Selamat siang maaf ada apa mencari saya?"


" Jadi begini pak,saya sama teman saya ini mau mencari Intan teman kerja saya yang kontrak di tempat bapak. Tadi saya sudah kesana tapi kok sepertinya kosong ya pak. Apa teman saya sudah pindah dari sini?"


" Oh temannya mbak Intan , belum pindah kok mbak hanya saja setengah bulan yang lalu saya melihat ada laki laki yang datang menemui mbak Intan. Terus beberapa hari setelah itu saya sudah tak bertemu dengan mbak Intan."


" Laki lakinya ini bukan pak, tanya Lia sambil menunjukkan foto Arda."


" Kaya iya mbak, saya hanya melihat sepintas saja. Kalau mbak mau masuk ke kontrakan mbak Intan bisa saya antar lagi kebetulan saya mau kesana buat membetulkan genteng, ajak pak Rt."


" Terima kasih pak, kami permisi dulu pamit Tesya."


 


" Kira kira Intan kemana ya Sya, masa iya tinggal bareng sama pak Arda?"


 


" Aku juga ga tahu Li, udah langsung pulang saja yuk kasihan Kayla di rumah, ajak Tesya."


Rumah Tesya.


 


Setibanya di rumah Tesya melihat pemandangan indah yang membuatnya iri. Kayla tampak nyenyak tidur di pelukkan papanya. Setelah membersihkan diri Tesya langsung ikut terlelao di samping mereka.


" Loh sudah pulang sayang, tanya Kevin?"


 


" Sttt mas jangan berisik aku juga mau bobok capek banget nih."


Ketiganya kini tertidur pulas, Kayla tahu saja kalau mamanya capek ia sama sekali tak rewel.