I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
144# BAB 144



" Mas bangun udah pagi, kita belum sempat packing."


" Berangkatnya agak siang saja, mas mau ke kantor bentar."


" Ayo mumpung Kay masih tidur, kalau udah bangun ga sempat apa lagi mas mau ngantor dulu."


" Siap bu bos laksanakan, kata Kevin lalu beranjak dari tempat tidurnya."


Semua barang bawaan telah siap, Kevin meminta bi Mun untuk membantunya memasukan semua kedalam mobil. Setelah semuanya rapi Kevin dan Tesya berpamitan kepada bi Mun dan pak Udin. Ia menitipkan rumah dan usahanya kepada mereka.


" Bi Mun pak Udin, kami berangkat dulu ya. Nitip rumah sama toko kue ya, kalau ada hal yang penting langsung kasih kabar, ujar Kevin."


" Baik mas, hati hati di jalan, kata bi Mun dan pak Udin bersamaan."


Kevin melajukan mobilnya, tetapi untuk pergi ke perusahaanya dulu.


"Udah lama ga ke kantor sekarang gimana ya suasananya?"


" Ya masih kaya dulu cuma bedanya banyak anak baru, kenapa mau kerja lagi di kantor?"


" Ga lah , pusing kalau harus mikir banyak kerjaan. Ini saja aku masih binggung sama toko yang barunya mau aku konsep bagaimana."


" Tenang Laras pasti akan bantu kamu, lagian disana kan sudah ada orang orang kepercayaan, jadi ga usah binggung."


" Katanya Laras sudah mau ke luar negeri kok belum jadi?"


" Kemarin aku bilang sama dia kalau kamu mau ketemu, terus ia ganti penerbangannya jadi ke besok. Biar dia juga bisa kasih tahu kamu soal semua tokonya."


" Oke oke, Kay dulu disini pertama mama sama papa ketemu. Papa tuh galak banget di kantor ga penah senyum pokoknya serem gitu, tapi seserem seremnya papa masih bisa luluh sama mama. Sekarang papa sudah bisa senyum ke semua orang, papa sudah ga nyeremin, kata Tesya."


" Ah mama bisa saja, padahal mama dulu juga jutek banget sama papa,suka ngata ngatain papa. Tapi sekarang sejam ga ada kabar dari papa sudah binggung, Kevin balik meledek."


Begitu masuk lobby kantor, begitu kental terasa kenangannya disini. Ia melihat ke kiri dan kanan sambil membayangkan bercanda sama kedua sahabatnya Lia dan Intan. Disinilah awal ia merasakan susahnya mencari uang, di sini pula ia di pertemukan dengan jodohnya.


Tesya membututi suaminya sambil mendorong stroller Kayla, iapun lalu berhenti di depan ruangannya dulu. Matanya menatap ke dalam lalu ia tersenyum ketika ingatannya kembali ke waktu ia duduk di sana sambil bercanda sama sahabatnya, apalagi kalau jam segini. pasti sedang duduk rapi karena bosnya akan keliling.


" Kok benggong di sini kenapa?"


" Gapapa, cuma inget pas kerja dulu, pasti jam segini mas baru keliling mengecek kalau ketahuan lagi bercanda langsung di panggil ke ruangan terus di kasih surat cinta dari pak bos, bukannya kapok tapi malah besoknya di ulang lagi. Sampai di laci isinya SP semua, tapi seru sih. Itu meja aku dulu sudah ada yang mempati belum mas?"


" Sepertinya belum, kenapa?"


"Nitip Kay ya mas, aku kangen pengen duduk disana sambil mau coba desain lagi masih mampu ga?"


" Oke, selamat mencoba mama.semoga ga di kira karyawan baru ya. Kalau udah puas langsung kesini."


" Siap bos papa, kata Tesya kegirangan."


Di dalam ruangan masih sepi, biasanya jam segini mereka masih ada di ruang produksi untuk membuat sample. Tesya langsung duduk dan mencoba kemampuanya.


Ia mulai menyalakan komputer yang ada di depannya lalu dengan lincah tangannya mulai mendesain.


" Eh ada karyawan baru, kata salah seorang karyawan."


Tesya tersenyum lalu memperkenalkan diri.


" Tesya,kata Tesya."


Tapi kedua orang itu hanya diam tak merespon Tesya. Mereka tidak tahu kalau Tesya adalah istri dari bosnya. Satu jam berlalu Tesya berhasil menyelesaikan desainnya.


Sementara di ruangannya Kevin mengajak main Kay, sambil mengecek beberapa file yang ada di mejanya.


" Loh katanya ke Jogja kok masih di kantor, eh ada Kay juga emaknya kemana,tanya Arda."


" Mau ambil beberapa file yang di minta sama papa buat di bawa kesana sambil ngecek kantor, udah seminggu ga masuk. Mama baru sibuk uncle, makanya Kay ikut papa kerja, kata Kevin menirukan suara anak kecil."


" Vin, kamu ingat ga sama klien yang suka sama Tesya waktu itu, kemarin kesini mau order lagi sama kita tapi maunya Tesya dan kawan kawan yang desain."


" Iya ingat aku, ih sampai segitunya. Tapi masa iya Tesya Intan sama Lia suruh kerja lagi kan ga mungkin. Masa mereka presentasi mau sambil gendong bayi , ga lucu."


" Tapi sayang Vin tander besar loh, kalau itu klien suka bonusnya juga gedhe lumayan bisa buat tambah tambah beli popok."


" Coba kamu ambil desain yang baru, terus nanti kamu antar ke perusahaanya siapa tahu minat."


Betapa terkejutnya Arda ketika mendapati Tesya sedang duduk di meja kerjanya dulu.


" Ngapain, tanya Arda dengan suara sanggat pelan."


" Sttttt, jawab Tesya. Lalu ia mengambil phonecellnya dan mengirimkan pesan."


" Anggap saja tidak kenal, mereka tahunya aku anak baru."


Arda tertawa membaca isi pesan dari Tesya.


" Tadi pak Kevin minta hasil desain terbaru dari kalian, soalnya mau di kirim ke perusahaan ke klien."


Dua karyawan itu memberikan hasil kerjanya, begitu juga Tesya.


" Bagus juga hasil kerja kamu anak baru, kalau kaya gini pasti bonus kita banyak nih, ucap salah satu karyawan."


Arda langsung pergi setelah mendapatkan beberapa desain yang Kevin minta, selang beberapa menit Kevin masuk ke ruangan itu.


" Sayang ,udah siang ayo berangkat kasihan Laras kalau nunggu lama lama, besok lanjutin lagi kalau masih kangen kerja,panggil Kevin."


Sontak membuat dua karyawan yang duduk di sana saling menatap,ternyata yang di kira karyawan baru tadi itu istri bosnya.


" Permisi saya mau keluar dulu, pamit Tesya lalu menghampiri suaminya yang berdiri di ambang pintu."


" Aduh gimana nih bisa bisa kita di pecat sama pak bos gara gara istrinya kita katain."


" Semoga istri pak Kevin ga cerita kalau tadi sempat kita jutekkin, kalau sampai cerita tamatlah kita."


Kedua karyawan itu panik sendiri karena perbuatan yang tak menyenangkan sama istri bosnya.