I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
36# BAB 36



 


" Bismillah,ucap Tesya ketika akan mengetuk pintu ruangan Kevin.


Tok... Tok...Tok.


" Masuk, perintah Arda dari dalam."


Ketika Tesya membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat Rasti masih berada disana. Hatinya gelisah takut Rasti masih ingat kejadian kemarin.


" Silakan duduk, ada apa mencari saya,ucap Vano yang sementara di minta Kevin buat menggantikannya."


" Ini persetujuan meeting kemarin pak,terus dari sana meminta secepat mungkin kita memproduksi dan minta desain terbaru,jelas Tesya."


" Oke besok pagi kita meeting buat bahas ini,masih ada lagi,tanya Vano."


" Ga ada pak,kalau begitu saya permisi dulu,pamit Tesya."


 


Saat hendak keluar tangan Tesya tiba tiba di tarik oleh Rasti. Tesya yang kaget spontan mengibaskan tanganya dan membuat tangan Rasti terbentur meja.


 


" Kamu cewek yang kemarin pakai mobilnya Kevin kan,tanya Rasti."


" Kalau iya kenapa ada masalah sama mbak,jawab Tesya dengan nada sedikit tinggi."


" Ada hubungan apa kamu sama Kevin kok sampai mobilnyapun kamu yang bawa."


" Hubungan karayawan dan boslah emangnya mau hubungan yang kaya gimana,tanya Tesya balik."


" Ga mungkin kalau hanya bos dan karyawan, Rasti masih ga percaya."


" Kan kemarin udah aku kasih tahu kalau pak Kevin itu jual mobil ini kebetulan saya tertarik ya sudah tak beli,jelasnya lagi."


" Mana mungkin Kevin jual mobil kesayangannya, lagian karyawan kaya kamu mana ada duit buat bayar, ejek Rasti."


" Mbak itu kenapa kok ngurusin saya,mau saya punya uang atau ga kan itu masalah pribadi saya kok ikut campur. Saya memang karyawan di sini tapi saya jadi bos di usaha saya, dari pada mbak yang apa apa andalin orang tua."


" Pokoknya jangan pernah dekati Kevin, dia itu milikku,kata Rasti."


" Mana buktinya kalau punya mbak,bukannya mbak itu cuma mantannya ya. Lagian pak Kevin mana mau balikan sama orang suka selingkuh kaya mbak."


" Jaga mulut kamu ya tahu apa kamu soal saya, tanya Rasti."


" Semua orang juga tahu kelakuannya mbak itu seperti apa,kalau aku jadi pak Kevin juga ogah balikan sama mbak orang sampah sudah di buang kok di punggut lagi,kata Tesya yang terbawa suasana jadi tambag marah."


Rasti semakin emosi mendengar ucapan Tesya. Untuk pertama kalinya Tesya marah buat membela laku laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


" Aku yakin kamu itu ada hubungan special sama Kevin, Rasti terus saja mencari penjelasan."


" Mbak kan tadi saya sudah bilang masih belum paham juga. Begini mbak saya ga tertarik tu sama pak Kevin yang galak jutek sikapnya dingin kaya es."


"Mana mungkin ada orang yang ga suka sama Kevin, dia mapan tampan juga kaya. Hanya orang ga normal aja kali yang kaya gitu contohnya kamu,ledek Rasti."


" Sebenarnya maksud mbak ngomong kaya gitu itu apa, kenyataaanya memang saya ga suka sama pak Kevin, harusnya mbak itu ngaca sebelum ngomong. Bilang saja mbak ga bisa move on kan sama pak Kevin atau pacar mbak ga ada yang sekaya pak Kevin, Tesya makin tersulut emosinya."


Arda dan Vano mereka hanya diam takut salah kalau ikut campur. Tesya sudah ga tahan berjalan keluar dari ruangan itu tapi lagi lagi Rasti mencegahnya.


" Ada apa lagi masih belum puas dengar jawabanku,tanya Tesya."


" Awas kalau sampai aku lihat kamu dekati Kevin, aku yakin kalau kamu hanya manfaatin uang Kevin buat memenuhi kehidupannmu."


" Oke aku ga akan dekati pak Kevin,dan semua ucapan mbak itu salah saya ga manfaatin siapa siapa udah hanya itu kan, kata Tesya sambil melanjutkan langkahnya."


" Dasar cewek murahan tahu saja ada cowok tajir nganngur langsung di dekati, gerutu Rasti."


Kini kemarahan Tesya sudah sampai titik puncaknya.Begitu mendengar ucapan Rasti spontan ia berbalik dan medaratkan tamparan keras di pipinya.


Rasti terkejut mendapat perlakuan seperti itu dengan cepat ia mengambil tasnya lalu pergi begitu saja.


" Awas kalau kita ketemu lagi akan aku balas, kata Rasti sambil memegangi pipinya yang memar."