
Seminggu kemudian acara yang di nanti nanti kini telah tiba. Tesya dan keluarga yang lain sudah rapi. Mereka berangkat menuju ke gedung dimana pesta itu di selenggarakan.
Tepat pukul 09.00 Vano mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan napas dan kedua saksi serempak mengucapkan Sah.
Setelah akad nikah di lanjut resepsi di tempat yang sama. Ribuan tamu datang memberikan selamat. Vano dan Sita tampak bahagia setelah perjalan panjang yang di bumbui LDR, putus nyambung dan masih banyak lagi. Akhirnya kini di persatukan dalam ikatan suci pernikahan.
" Selamat ya kak Sita bang Vano, sekarang udah sah jadi suami istri semoga menjadi keluarga yang SAMAWA, ucap Tesya."
" Makasih ya sayang udah repot bantuin aku sampai acaranya sukses, jawab Sita dan memeluk Tesya."
" Selamat ya brother sekarang udah ada kak Sita, kalau lihat orang lagi manja manjaan ga boleh iri, kata Kevin."
" Uhhh dasar, kata Vano yang memeluk tubuh adiknya."
" Selamat berjuang bang nanti malam semoga kak Sita cepet hamil, bisik Kevin."
" Harus itu, setelah penantian panjang akhirnya sekarang bisa cetak gol, balas Vano."
Dan kedua kakak beradik itu tertawa girang. Seketika tamu yang ada disana langsung mencari sumber suara tawa yang begitu riuh padahal mereka hanya berdua. Tawa yang membuat para tamu ikut tersenyum walaupun mereka tak tahu sedang menertawakan apa.
" Kevin, Vano kalian ini selalu saja bikin heboh, malu tuh di lihatin banyak orang , tegur papanya."
" Maaf pa, jawab keduanya kompak."
" Mas,pulang yuk aku capek, pinta Tesya."
" Pamit mama papa dulu ya sayang takutnya nanti di cari."
" Pa ma, kami pulang dulu ya. Soalnya kasian Tesya sudah capek,pamit Kevin."
" Iya sayang, kalian hati hati ya, jawab mamanya."
" Maaf ya ma, ga bisa sampai selesai Tesya udah capek, sambungnya."
" Mama paham kok, sampai rumah nanti kakinya di rendam dulu pakai air hangat ya."
"Baik ma,jawab keduanya lalu pergi meninggalkan ramainya pesta."
Selesai mandi Tesya merendam kakinya,yang rasanya sudah campur aduk.
" Udah mendingan kok mas, tinggal ngantuknya saja."
" Sini mas bantu keringkan kakinya."
Ketika merebahkan tubuhnya Tesya rasa kantuknya malah perlahan hilang. Padahal tadi matanya sudah kaya ketempelan lem.
" Loh katanya mau tidur sayang?"
" Tadi pas duduk udah ga kuat nahan kantuk giliran di rebahin tubuhnya malah seger gini."
" Sayang kapan periksa lagi? Mas kangen lihat dedek di dalam, kata Kevin sambil mengusap usap perut Tesya."
" Hari sabtu minggu depan mas, ga kerasa ya mas udah masuk bulan ke tujuh. Dua bulan lagi kita udah jadi mama sama papa ya mas."
" Iya sayang, jawab Kevin yang masih mengusap perut istrinya."
" Dedek anak papa ya, kalau papanya yang usap usap perut mama selalu respon tapi kalau mama selalu di cuekin."
" Itu dek mamanya cemburu, anak papa di dalam baru apa, tanya Kevin."
" Pengen seblak pa, jawab Tesya menirukan suara anak kecil."
" Itu yang pengen mamanya, jangan fitnah dedek ah, ledek Kevin."
" Mas tahu aja ."
" Kalau gitu kamu mau yang pedes apa yang sedang tanya Kevin sambil membuka aplikasi gofood."
" Aku maunya sosis sama basonya yang banyak terus dua porsi ya mas."
" Yakin mau makan dua porsi sayang? tanya Kevin keheranana."
" Yakin dong mas, yang satu aku yang satu buat dedek."
Kevin menggeleng gelengkan kepalanya karena masih merasa heran dengan istrinnya. Walupun Kevin sudah mulai terbiasa melihat istrinya selalu makan dua porsi. Pantas saja sekarang berat badan Tesya naik drastis.