I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
104 #BAB 104



 


" Ya allah mbak Tesya kok kakinya sampai seperti itu, kata bi Mun yang terkejut melihat kaki Tesya."


 


" Iya nih bi, rasanya panas perih gitu bi."


 


" Yang sabar ya mbak,tapi kok ada ya yang tega sama mbak."


 


" Ada yang ga suka sama saya mungkin bi, doakan saja semoga lekas membaik."


" Orang sebaik mbak aja ada yang ga suka apa lagi kalau ga baik.Iya mbak saya doakan cepat pulih."


 


Dari luar Kevin berlari menuju kamarnya,dengan membawa lidah buaya di tanganya.


Kevin di bantu bi Mun mengobati luka di kaki istrinya. Setelah selesai bi Mun keluar dari kamar majikannya.


" Terima kasih ya bi sudah bantu ngobati luka Tesya."


" Sama sama mas, saya permisi dulu."


Rasa di kakinya berangsur membaik Tesya kembali tidur. Tapi Kevin masih terjaga takut kalau sewaktu waktu Tesya membutukan sesuatu dia tidak tahu.


 


" Mas, jangan begadang besokkan harus kerja,ujar Tesya yang melihat suaminya masih terjaga."


"Iya sayang ,kalau kamu butuh apa apa bangunin mas ya."


 


Tesya hanya menganggukan kepalanya dan melanjutkan tidur. Pagi harinya Kevin dn Tesya tampak sudah rapi, hari ini Tesya ga boleh kemana mana sama Kevin takut kalau sampai ketemu sama orang yang mau mencelakainya.


 


Bi Mun sudah selesai menyiapkan sarapan.Dari dapur ia melihat majikannya kesusahan memapah istrinya. Ia langsung berjalan menghampiri.


 


" Saya bantu mas, katanya,"


" Bawakan tas saya saja bi taruh di mobil sekalian panggil pak Udin, Dita sama satpam depan ya, ujar Kevin."


 


Dari luar mereka datang bersamaan menemui majikan mereka di ruang tamu. Tesya dan Kevin menyambutnya dengan senyuman hangat.


 


" Ada apa ya mas kok kami semua di kumpulkan disini, tanya pak Udin?"


 


Pegawainya tampak kaget mendengar ucapan Tesya tadi. Mereka terharu dengan perlakuan majikannya. Acara sarapan selesai sebelum Kevin berangkat ke kantor ia berpesan kepada semuanya kalau ada orang yang mencurigakan di sekitar rumah harus cepat cepat memberitahunya.


Kevin berangkat. Tesya duduk sambil melihat tv. Beberapa laporan yang tadi sudah


di antar Dita tersusun rapi di atas meja.


 


Kriiing kring kring suara handphonenya berdering, ia tahu siapa yang selalu menghubunginya jam jam segini.


 


" Halo Lia, ada apa kangen ya sama aku."


 


" Jahat kamu Sya, sampai hati ga kasih tahu kalau lagi kena musibah."


 


" Maaf sayang, bukannya jahat tapi lupa. Lagian ga papa kok jangan panik gitu ah. Tahu dari kantin ya kalau aku kena musibah."


" Ga papa gimana kata anak kantin kakimu sampai melepuh kok. Iya tadi pagi pas sarapan di kantin pada heboh ngomongin kamu. Kok bisa sih Sya sampai kena air panas?"


 


" Namanya juga musibah Li siapa yang tahu.Ngomong ngomong kabar Intan gimana?"


" Ntar aja pulang kantor aku mampir, ga enak ngomongnya kalau lewat telpon,kamu ga ada rencana pergi kan?"


 


" Ya galah Li, kaki sakit gini mau kemana emangnya. Mau keluar rumah aja di larang apa lagi mau main."


" Kasihan, ya udah pokoknya selesai kantor aku langsung kesana. Mau di bawain apa nih?"


" Bawain somay depan kantor ya. pinta Tesya."


" Oke di tunggu ya sayang, udah dulu ya itu pak bos udah keliling takut kena semprot."


" Hahaha, suara tawa Tesya. Kalau sampai kena semprot bilang sama pak bos kalau kamu lagi telpon istrinya yang cantik, ledek Tesya."


" Ihhh ogah ah, da Tesya tunggu somaynya di rumah jangan ngiler dulu ya, kata. Lia dan langsung mematikan teleponnya."