I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
132# BAB 132



 


Selesai sarapan Intan kembali ke kamarnya sementara Tesya dan Kevin mulai menyiapkan beberapa keperluan untuk nanti malam. Beberapa karyawan cattring Tesya sudah sibuk di dapur. Ruang tamu dan ruang makan juga sudah di tata rapi.


" Sya, mau ada acara apa kok rumah kamu di rapikan."


" Makan malam sama keluarga besar Tan, nanti kamu ikut ya."


" Tapikan Sya, aku bukan siapa siapa kamu masa aku ikut. Ga enak sama keluargamu yang lain Sya."


" Gapapa Tan, lagi pula acaranya santai kok. Cuma keluarga aku sama keluarga mas Kevin, kamu kan juga sudah kenal sama mereka. Masa iya yang lain makan makan kamu ga."


" Iya nanti saya usahakan ikut Sya."


" Nah gitu dong, ujar Tesya."


" Semoga Intan ga marah kalau tahu aku sama mas mengundang keluarganya. Maaf ya Tan aku berbuat kaya gini juga demi kebaikan kamu."


 


Kini malam datang, keluarga Tesya dan Kevin sudah kumpul. Kini Kayla sudah di tangan kedua omanya, sementara Tya asik ngobrol dengan Tesya dan Sita. Kalau bapak bapak jangan tanya mereka pasti membahas urusan pekerjaan.


" Pa, nanti bantu aku ngomong sama keluarga Arda dan Intan ya."


" Ah elu Vin, di kantor aja ngomong sama klien yang baik sampai yang kiler berani masa kaya gini doang minta tolong sama papa sih."


" Bukan ga berani bang tapi jujur serem lihat muka papanya Intan. Mending aku menghadapi klien yang garang dari pada menghadapi papa Intan."


 


" Tenang nanti sebisa mungkin papa bantu. Sejauh ini yang kamu lakukan sudah benar Vin. Walaupun sebenarnya ini bukan urusan kita tapi ga ada salahnya buat membantu."


Dari teras tampak keluarga Intan datang tak lama berselang keluarga Arda sudah berada di halaman rumah Tesya.


 


" Mari mari masuk ajak Kevin kepada tamunya."


Dari depan Kevin memberikan kode kepada Tesya agar masuk ke kamar Intan.


" Loh Sya kok kamu malah kesini, bukannya sudah pada kumpul ya?"


" Kayla ga tidur Tan makanya aku bawa kesini biar ada temannya main."


" Keluarga aja Tan, jawab Tesya sambil menidurkan Kayla."


 


Handphone Tesya berbunyi tanda ada pesan masuk, ia langsung membukanya siapa tahu itu kode dari suaminya. Teryata benar Kevin memintanya keluar bersama Intan.


Betapa terkejutnya Intan melihat papa mamanya dan keluarga Arda disana. Wajahnya tertunduk tanda malu dan takut. Tesya membantu Intan menggendong bayinya sementara Kayla di gendong Tya.


" Intan .......teriak mama dan papanya yang langsung mendekap tubuh anaknya yang hampir setahun tak berjumpa."


" Intan....kata Arda dalam hati."


" Maaf sebelumnya, mungkin sebenarnya ini bukan urusan saya tapi karena saya beserta keluarga hanya ingin membantu meluruskan masalah."


Keluarga Arda dan Intan binggung sebenarnya ada apa di balik undangan makan malam yang sengaja di adakan oleh Kevin.


" Memang ada apa Vin, tanya papa Arda?"


" Jadi begini om tante semuanya, sekali lagi saya minta maaf sebenarnya ini bukan wewenang saya tapi saya disini mau berbicara soal kebaikan. Om dan tante orang tua Intan apa masih ingat dengan laki laki ini? Laki laki yang beberapa bulan lalu pernah dengan tulus ikhlas melamar putri kalian? "


 


Kedua orang tua Intan berpandangan lalu menatap wajah Arda.


" Ya mungkin kalian lupa dengan dia, karena kejadian itu membuat putri om pergi dari rumah dan menenangkan diri. Tapi om ga tahu apa yang dia lakukan karena terlalu setres. Akhirnya mereka melakukan hal yang di larang sama agama. Sekarang om dan tante lihat bayi mungil yang ada di dekapan istri saya itu cucu kalian, jelas Kevin."


Kedua orang tua Arda dan Intan berjalan menuju ke tempat duduk Tesya. Melihat betapa lucu dan menggemaskan bayi perempuan itu.


" Sekarang keputusan ada pada semua para orang tua, saya beserta keluarga minta maaf yang sebesar besarnya karena terlalu ikut campur, sambung Kevin."