
" Iya, kalau ada apa apa cerita sama aku, jangan di pendem sendiri, goda Tesya."
" Iya sayang, eh iya nanti pulang kantor jengguk Lia yuk, ajaknya."
" Oke , tapi aku ga bawa mobil tadi pagi di antar ."
" Aku bawa kok tenang saja, jelas Intan yang kini mulai ceria lagi."
" Tan anak priduksi udah ada yang ngabter sample belum , soalnya mau aku kasih ke pak Kevin, tanya Tesya."
" Kayanya belum dech Sya, coba tanya kesana siapa tahu udah jadi tapi belum sempat antar. Kan kamu tahu bagian produksi kewalahan karena banyak order yang masuk."
" Oke dech aku kesana dulu ya, terus mau langsung ke ruangan pak Kevin sebelum istirahat."
Setelah mendapatkan sample produksi, Tesya langsung ke ruangan suaminya.
Tok.... tok.... tok... suara ketukan pintu membuyarkan rasa kantuk Kevin.
" Masuk teriak Kevin dari dalam."
Tesya masuk dengan senyumnya yang khas. Membuat Kevin salah tingkah di buatnya.
" Sendirian saja mas, pak Arda kemana?"
" Hemmm orang ke ruangan aku kok yang di cari Arda, kamu itu aneh."
" Cie cemburu nih goda Tesya."
" Ya galah masa mas cemburu sama Arda."
" Ah yang bener, godanya lagi."
" Mulai kan, udah pinter godain suaminya ya , kata Kevin lalu bangkit dari tempat duduknya."
" Mas mau ngapain deket deket, kata Tesya panik."
" Mau ngapain ya terserah mas kan tadi yang mulai goda kamu, bisik Kevin."
" Kan ini di kantor mas masa iya mau,......"
Belum selesai Tesya bicara Kevin keburu mencium bibirnya.Mendapat serangan mendadak membuat Tesya nggos nggosan kehabisan napas.
" Ga ah udah terlanjur, salah sendiri tadi godain mas,gerutu Kevin."
" Tapi mas kalau ada yang lihat kan ga enak, jelas Tesya."
" Yang ga enakkan mereka ,kalau mas sih enak enak aja."
Akhirnya terjadilah pertempuran diantara mereka.
" Mas jahat, capek mas... kata Tesya yang duduk bersandar di sofa."
" Jahat kok di nikmati, ejek Kevin."
" Au ah kata Tesya yang berlalu menuju ke kamar mandi."
Keduanya kini sudah rapi dengan pakian masing masing. Sambil mengeringkan rambutnya Tesya minta ijin kalau pulang nanti mau pergi menjenguk Lia.
" Boleh ya mas, tanya Tesya."
" Boleh asal mas sampai rumah kamu udah ada, jelas Kevin."
" Emang mas mau kemana, tanya Tesya."
" Mau metting, selesainya sampai malam."
" Malamnya jam berapa,tanya Tesya."
" Jam 6 udah pulang kok, mau di bawain apa, Kevin balik tanya?"
"Ga usah di bawain apa apa biar mas cepet pulang."
" Hemmmm yang ga mau jauh jauh dari suaminya yang tampan ini."
" Bukan ga mau jauh jauh mas ,tapi aku mau ajak mas belanja, di dapur udah ga ada bahan masakan mas. Emang besok mas mau puasa."
" Oke, mas usahain mettingnya cepet biar sampai rumah awal dan nemeni istriku yang cantik ini belanja."
Tesya kembali ke ruangannya. Tampak Intan yang curiga melihat rambut sahabatnya sedikit basah.
" Lama amat sih Sya ngapain aja, terus itu rambut kenapa basah gitu, elu ga aneh aneh kan, Intan terus saja bertanya."
"Apaan sih Tan,tadi rambut aku kena lem pas ke bagian produksi terus aku bersihin di kamar mandi baru ke ruangan pak Kevin, kata Tesya bohong."
" Kamu ga macem macemkan sama pak Kevin."
" Intan........ya ga lah. Ada ada saja kamu itu."
" Ya kali aja, kata Intan lalu tertawa."