I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
73# BAB 73



 


Intan kini tinggal di sebuah kontrakan tak jauh dari kantornya. Sama seperti kakaknya ia memilih meninggalkan rumahnya.


 


Pagi harinya ia merasakan perutnya sakit, ia teringat kalau seharian kemarin tak makan apa apa.


Ia menyalakan phoncellnya dan memesan makanan. Saat itu juga banyak pesan dan notivikasi panggilan.


Dari semua pesan dan panggilan tak ada satupun dari orang tuanya. Hanya nama Arda dan Tesya yang ada. Intan benar benar kecewa dengan sikap dan sifat kedua orang tuanya.


KEDIAMAN KEVIN DAN TESYA


Tesya tampak sudah siap untuk jalan pagi sementara Kevin masih sibuk mencari celana olahraganya.


 


" Sayang celana aku kemana,teriak Kevin dari kamar."


" Ada di almari yang satunya mas, coba di cari dulu.Aku tunggu di luar ya."


 


Sambil menunggu Kevin, Tesya jalan jalan kecil di depan. Ada beberapa ibu ibu yang hendak berbelanja datang menghampirinya.


"Pagi ibu, kok ramai ramai mau kemana,sapa Tesya."


" Pagi juga mbak, mau jalan jalan ya, tanya salah seorang ibu."


" Iya bu ,mumpung libur pengen jalan jalan di sekitar sini."


Ketika ibu ibu sedang asik ngobrol Kevin datang dari dalam dan menyapa semuanya yang ada di sana.


" Pagi..."


" Eh mas Kevin, udah mau jalan ya,kata ibu tadi."


" Iya bu, bisa ngambek nanti kalau ga di turuti, goda Kevin."


" Mas Kevin bisa saja goda istrinya. Mbak Tesya kalau pesan cattring tempak mbak apa harus kesana."


" Ga kok bu, kalau pas saya di rumah bisa langsung kesini bu."


 


" Kebetulan kalau begitu, tapi nanti sire mbak di rumah kan?


 


" Ada, kalau nanti ibu mau kesini biar aku ambilkan beberapa sample makanan dari sana, jelas Tesya."


" Iya mbak, nanti habis ashar ya. Soalnya nunggu anak saya pulang dulu."


" Iya bu, saya hari ini stay di rumah. Kalau ibu ibu yang lain mau ikut ga papa siapa tahu ada yang berminat,jelasnya.


Tesya dan Kevin berjalan ke arah taman. Biasanya kalau hari sabtu banyak yang olahraga atau sekedar jalan jalan disana.


 


" Bukannya hari ini mau periksa ya sayang, kok malah undang ibu ibu tadi main ke rumah."


" Oh iya lupa belum kasih tahu mas, tadi pagi assistannya dokter Indah kasih kabar kalau hari ini ga bisa soalnya ada beberapa pasiennya yang melahirkan dan ada yang oprasi juga."


 


" Oke, jadi hari ini mau kemana kita."


" Ambil sample makanan terus jalan jalan dech,seru Tesya."


Akhirnya mereka berdua sampai di taman, Saat akan mulai jalan Tesya melihat ada penjual bubur ayam. Dengan cepat ia menarik tangan suaminya menuju ke penjual tadi.


 


Pesannan mereka datang bersamaan dengan panggilan masuk di handphone Kevin.


" Woy Vin, lagi dimana sih dari tadi ga keluar keluar panas nih, suara Vano memenuhi telinga Kevin."


 


" Di taman bang kenapa?"


 


" Cepet balik, elu kira gue satpam nungguin depan rumah kamu. Mana dari tadi di lihatin orang mulu."


" Baru makan buryam bang, sabar bentar lagi pulang kok."


 


" Ya udah aku susul kesana dech sekalian pesenin dulu satu ayam sama kuahnya banyakin, pinta Vano dan langsung tancap gas menyusul Kevin."


" Siapa mas, tanya Tesya?"


 


" Bang Vano, dia udah sampai rumah. Biasa marah marah gara gara ga di bukain pintu."


"Ya udah ayo mas pulang kasihan kalau bang Vano kelamaan nunggu."


 


" Bang Vanonya nyusul kesini sayang, oh iya tadi suruh pesenin dulu. Kamu mau nambah lagi ga?"


" Iya mas , jawab Tesya sambil tersenyum manja."