I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
44# BAB 44



 


" Ini laporan yang bapak minta dan ini beberapa desain terbaru dari kita, jelas Tesya begitu bertemu dengan Kevin."


" Iya, berkasnya saya terima, akan saya pelajari dulu nanti kita bahas saat meeting."


 


" Kalau begitu saya permisi dulu ya pak,pamit Tesya."


" Duduk di sini dulu temani ngobrol, sebentar lagi kan istirahat,pinta Kevin."


 


" Ga enak mas kalau sampai ada yang lihat,tolaknya. Mas nanti sore Intan ngajak nonton aku boleh pergi kan."


" Boleh asal mas juga iku."


" Terus Intan tahu dong hubungan kita, kata Tesya."


" Kita nonton sama sama pisah tempat duduknya saja.Andaikan berdekatan juga ga papa."


" Ya dech, Tesya keluar dulu ya mas takut ada yang lihat kalau lama lama di sini."


 


" Hati hati semangat kerja, pesan Kevin ketika Tesya meninggalkan ruangannya."


Di ruangan lain Arda masih asik ngobrol sama Intan. Mereka saling bersenda gurau saling bertukar cerita. Melihat Tesya datang keduanya jadi salah tingkah.


" Hemmm pak Arda makin dekat aja nih, goda Tesya."


 


" Apaan sih elu Sya,ga usau ledek gitu dong. Ucap Intan membela Arda."


" Eh Tan ntar habis istirahat meeting lagi,desainnya sudah di pelajari sama pak Kevin katanya secepatnya akan di produksi contohnya."


" Wah bakal ada bonus lagi nih kalau desain kita bisa deal, kata Intan kegirangan."


" Ya berdoa saja, bakal ada bonus yang masuk ke rekening kita."


" Hemmm seneng banget yang bakal dapat bonus,makan makan nih,celetuk Arda."


" Oke oke nanti aku traktir,seru Intan."


 


 


" Langsung pulang kan,tanya Kevin ketika bertemu Tesya."


" Iya mas, mau langsung siap siap,takutnya kalau mampir mampir nanti ga keburu buat nonton sama Intan."


" Emang mau nonton film apa sich,tanya Kevin lagi?"


" Kata Intan ada film baru tapi aku juga belum tahu sih judulnya apa."


" Hemmm gitu, ya udah nanti aku tungguin sekalian baru kita ke apartment. Soalnya jaraknya ke mall lebih deket kalau dari sana."


" Iya mas. Eh iya mas aku lupa mau bilang kalau tempat usaha aku kan udah selesai di bangun, karyawannya juga udah ada. Menurut mas enaknya kapan ya buat openningnya."


"Terserah kamu saja,semakin cepat kan semakin baik. Nanti aku bantu promosiin ke perusahaan perusahaan lain. Kalau ga kita coba di bagian produksi disana kan sering lembur sampai malam biar mas rekomendasikan buat ngasih jatah makan dari tempat kamu."


" Makasih ya mas udah mau suport aku, kata Tesya yang tersenyum lega karena Kevin tak membatasi aktivitasnya."


 


" Soalnya kemarin kata mereka catring yang biasa udah ga mampu. Karena kekurangan tenaga kerja sedangkan di bagian produski ada ribuan orang."


 


" Kira kira nanti tempat aku mampu ga ya mas,tanya Tesya lagi."


 


" Emang sudah ada berapa orang, Kevin balik tanya?"


" Baru ada 10 orang mas. 3 orang buat tim belanja, 2 orang penanggung jawab, 4 juru masak dan yang satu bagian depan yang mencatat semua pesanan."


 


" Lusa kalau acara kita sudah selesai mas bantuin di sana biar usaha kamu bisa jalan terus dan satu lagi usahain buat mengajak warga di sekitar tempat usaha kamu buat bekerja. Mas jamin itu akan menambah nilai plus buat usaha kamu."


" Makasih ya mas buat semua masukkannya semoga dengan adanya usahaku bisa membuat ladang pekerjaan buat di sekitarnya."