I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
122 # BAB 122



 


" Sudah bukaan 4 mbak, kalau rebahan di usahakan miring ke kiri ya. Karena membantu menperlancar proses persalinan."


 


" Baik dok,jawab Tesya dan Kevin bersamaan."


Sepeninggal dokter Tesya baru merasakan sakit yang kadang hilang kadang muncul lagi.Ketika rasa sakit itu datang dengan sekuat tenaga Tesya mengenggam tangan Kevin.


 


" Maaf ya mas, kalau sakit."


" Ga papa sayang sakit ini ga seberapa di bandingkan rasa sakitmu. "


Rasa sakit itu semakin sering terasa, Kevin lantas keluar untuk mencari perawat yang berjaga disana.


 


" Mari mbak Tesya kita pindah ke ruangan bersalin, ajak suster sambil mendorong kursi roda."


Di ruangan bersalin Tesya gantian di temani mamanya, sampai saat ini bukaannya masih 4 belum bertambah.


 


"Kenapa waktunya lama sekali, dari tadi jarum jamnya tak bergeser geser, gumam Tesya."


" Ma, maaf ya kalau selama ini Tesya pernah ada salah sama mama. Aku sekarang tahu dan ngerasain sendiri gimana perjuangan seorang mama buat melahirkan."


" Sayang kamu ga pernah ada salah sama mama, sampai saat ini yang mama rasakan itu bahagia memiliki seorang putri yang dari kecil sudah mandiri bahkan mama juga bangga sama kesuksesan yang sudah kamu raih saat ini. Mama cuma mau pesan tetaplah rendah hati dan jadi kamu apa adanya walaupun kesuksesan ada di gengganan kamu."


 


" Aduh maa sakit, kata Tesya sambil menggegam tangan mamanya."


"Sebentar sayang mama panggilkan dokter,ujar mamanya."


Kevin masuk bersamaan dengan dokter yang menangani Tesya.Ia langsung berdiri di samping Tesya sambil menggegam tangan istrinya.


" Sudah bukaan 6 mbak, kata dokter."


" Aduh dok kayanya kepalanya sudah mau keluar, teriak Tesya."


Beberapa suster datang membantu dokter untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Ketika para suster baru memasang sarung tangan ,dengan menggegam tangan Kevin kuat dan sekali mengejan keluarlah bayi perempuan yang lucu dan cantik. Sontak membuat suster dan dokter itu terkejut karena mereka belum siap melakukan tindakan.


Suara tangis bayi perempuan dengan berat 3,7kg dan panjang 51cm memenuhi ruangan. Kevin tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena mulai malam ini status ia berubah menjadi seorang papa. Matanya sampai berkaca kaca karena antara rasa bahagia dan terharu berkumpul jadi satu.


 


" Terima kasih sayang sudah berjuang melahirkan bayi cantik, mas bangga sama kamu, kata Kevin lalu mengecup kening Tesya."


Tesya hanya tersenyum sambil mengumpulkan tenaganya yang terkuras habis untuk melahirkan.


" Baik sus, tapi tolong di sini sebentar saya mau mengadzani putri saya dulu."


" Iya pak."


Kevin sudah kembali ke samping Tesya sambil membawa makanan.


 


" Mas teh hangatnya, pinta Tesya."


" Mas ambilkan, mau mas suapi?"


" Boleh mas, sekarang baru kerasa laparnya dari tadi siang ternyata aku belum makan."


 


" Loh kenapa, bukannya tadi siang mama bawa banyak makanan ya?"


" Ga ketelan mas mau makan soalnya udah panik gitu. Oh iya mama mana kok ga kesini."


" Mama istirahat di kamar rawat inap kamu sayang, kasihan kecapaian. Tadi papa sama Tya juga sudah datang kok. Kalau papa sama mama Sofi besok pagi baru kesini."


" Mas, lagi dong nasinya masih lapar, pinta Tesya."


 " Iya sayang, oh iya gimana kalau anak kita aku kasih nama Kayla Syifa Azzahra."


 


" Boleh mas aku suka kok sama namanya."


Kini Tesya dan baby Kay sudah pindah ke ruang rawat inap, begitu bahagianya pak Bayu beserta keluarganya melihat cucu pertama mereka yang cantik dan menggemaskan itu.