
" Bagaimana keadaan kedua adik saya dok?" tanya Vano.
" Semuanya sudah baik pak, tinggal pemulihan saja. Siang ini bisa di pindahkan ke ruangan rawat biasa," sambung dokternya.
" Baik dok, kedua adik saya pindahkan saja ke ruangan VVIP.
" Baik Pak kalau begitu nanti tinggal menunggu suster untuk disiapkan ruangannya."
"Kalau keduanya sudah benar-benar pulih apakah mereka berdua bisa cepat pulang, soalnya kasihan mereka punya seorang baby yang sudah beberapa bulan ditinggalkan."
"Bisa Pak kalau sampai nanti sore tidak ada keluhan lagi, kemungkinan besok pagi mereka sudah bisa pulang," jelas sang dokter.
" Terima kasih dok."
" Sama-sama Pak kalau ada apa-apa bisa langsung tambah suster atau langsung menemui saya," imbuh dokter itu.
" Gimana kan keadaan Tasya dan Kevin Apakah mereka sudah baik-baik saja?" tanya Rama yang baru pulang membeli sarapan dan segelas kopi."
" Mereka baik-baik aja Ram dan kamu santai saja siang ini mereka sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap .Kalau sampai nanti sore keadaan mereka baik-baik saja besok mereka sudah bisa kok
kembali ke rumah."
" Elu mau balik sekarang apa nanti nunggu Tessa sama Kevin pindah kamar?" tanya Rama.
" Ntar ah nunggu mereka pindah dulu takutnya kalau mereka udah pindah terus aku nggak tahu ruangannya kalau ke sini bisa kesasar lagi."
" Lah katanya lu mau meeting kok masih di sini," seru Rama.
"Astaga aku lupa ya udah aku balik dulu ya nanti kalau udah pindah ke kamar rawat bilang-bilang."
" Oke sip sip lagian aku juga di sini sampai sore yang lain pada sibuk nggak ada yang tungguin mereka."
Udah sana kamu berangkat aja nanti keburu ditunggu sama kliennya."
Makasih ya Ram udah bantuin jaga mereka."
Alah kayak sama siapa aja sih Van udah sana aku mau masuk, lanjut sarapan dulu udah lapar.
Sesampainya Rama di dalam ternyata melihat Tasya dan Kevin sedang tidur dengan lelapnya padahal keduanya belum sarapan dan minum obat.
"Bangun bangun bangun tidur mulu kurang apa kemarin tidur sampai 1 bulan lebih,ayolah bangun sarapan dulu kek minum obat emang kalian pengen cepet pulang."
"Ah mas Rama gangguin orang tidur aja nyebelin banget sih," kata Tesya.
" Emang kurang tidur 1 bulan lebih nggak kasihan gitu sama mas Rama bolak-balik Rumah Sakit nungguin kalian, kalian enak tidurlah aku sama yang lain bolak-balik mondar-mandir paniknya minta ampun. Udah gitu acara semua ditunda lagi nungguin kamu sadar."
" Terus kok dari tadi yang aku lihat cuman Mas Rama yang lain pada ke mana?" tanya Tesya.
" Pagi ini mereka sibuk semua, Dita dari pagi sampai sore ada jam kampus.Terus Vano ada meeting dengan klien kemungkinan juga sampai sore, papa kamu Vin bantuin Arda meeting juga sementara mama kamu ada acara pengajian di tetangga yang katanya mau berangkat umroh. Sementara Tia dia ada acara di kampusnya nggak mungkin ditinggal soalnya dia panitia,kalau eyang dia lagi ngurusin toko kue kamu yang orderannya banyak sekali sementara Dita nggak bisa ngurusin sendiri. Sedangkan Om sama Tante baru ke Jogja berangkat pagi ini soalnya mau ngambil beberapa kain pesanan dari temannya, kalau nggak salah sih gitu tadi bilangnya sama mau ngambil beberapa berkas di kantor Eyang yang di sana jelas," Rama.
"Terus rencana mas Rama buat lamaran sama Dita gimana ?"tanya Tesya lagi.
"Ya sementara diundur sampai nunggu kalian sembuh tapi kalau kalian udah sembuh secepatnya aku akan melamar Dita," jawab Rama.
"Bukannya kalau mau lamaran itu harus nunggu Dita sampai lulus kuliah Mas?"tanya Kevin.
"Aku malah maunya nggak usah pakai lamaran-lamaran lagi langsung nikah aja gitu jawab," Rama seenaknya.
" Huh dasar Mas Rama aja yang kebelet lagian Dita juga masih lama aku lulusnya, "ledek Tasya.
" Ya nggak apa-apa kan tinggal bilang sama Pak Udin sama bi Mun gitu aja kok repot. "
"Nggak usah asal deh mas Rama orang Dita nya masih mau mengejar cita-citanya dan mau buka usaha juga jadi nggak mungkin cepat-cepat nikah sama kamu," kata Tesya.
"Tapi kalau aku paksa mungkin dianya mau, kamu aja yang sok tahu Sya,"kata Rama dengan sok pd-nya.
" Mas Rama itu kalau dibilangin nggak usah ngeyel deh orang Dita udah bicara sama aku kok kalau dia mau buka usaha dulu enggak mau nikah sama kamu.
" Lagian Mas Rama juga belum kerja kan ngapain cepet-cepet. Udahlah mas nikmatin dulu masa mudanya nanti kalau udah punya anak istri nggak bisa jalan-jalan bebas lagi," sambung Kevin.
" Terus kenapa kamu nikah muda nggak nikmatin dulu waktu kamu," balas Rama.
"Ya kalau aku lain mas ,"sangkal Kevin.
"Apanya yang lain Vin orang kamu aja maksain Tasya buat nikah sama kamu. Apa jangan-jangan kamu udah kecintaan lagi sama dia atau takut kehilangan dia," balas Rama.
"Tapi kan aku udah mapan Mas sedangkan kamu suruh kerja aja susah banget suruh milih kerjaan di tempat aku semuanya ditolak katanya nggak cocok. Terus maunya kamu apa? Emang kalau nikah nggak butuh biaya banyak, nggak butuh biayain anak istri juga harusnya masih Rama mikir dong sampai situ," jawab Kevin.
" Ah kalian berdua nggak seru masa iya kakaknya mau nikah dihalang-halangin mulu. Terus aku nikahnya kapan dong nunggu Dita lulus atau nunggu Dita sampai punya usaha itu masih lama banget setahun 2 tahun lagi baru bisa ke laksana. "
"Yaelah Mas Rama segitu itu cepet bandingin Bang Vano sama Kak Sita nunggunya sampai 6 tahun baru bisa sah cuman nunggu 2 tahun aja ribet amat, "kata Tesya.
" Apa aku pakai mode kayak Arda aja ya biar bisa cepat langsung nikah gitu ,"kata Rama ngasih ide gilanya.
"Ih Itu namanya nggak gentle Mas Rama masa mau tembak duluan. Itu namanya bikin malu tahu ,masa kakak seorang Tesya melakukan kesalahan kayak gitu mau ditaruh mana muka aku di depan karyawan toko kue aku sama di depan semua keluarga nanti dikiranya aku nggak bisa jaga Dita sama kamu mas."
"Udah ah Mas Rama itunya gila aku nggak mau ikut-ikutan pokoknya awas aja sampai Mas Rama nekat aku gantung di bawah pohon mangga."
"Astaga Sha, Vin kalian tega bener kamu sama mas mu ini, masa kakaknya sendiri mau digantung di bawah pohon mangga benar-benar kejam .Udah bahas yang lain aja kalian nambah-nambahin aku pusing."