I LOVE YOU BOSS

I LOVE YOU BOSS
156 # BAB 156



Akhirnya Tesya dan Kevin nonton berdua, bahkan Kevin yang bertubuh kekar dan macho bisa juga baper hanya dengan melihat film.


" Cie ada yang baper nih lihat film, matanya sampai sembab gitu."


" Kamu juga, itu air mata meleleh gitu di pipi,"kata Kevin.


" Serukan mas filmnya."


" Iya, besok kalau lihat film ajak ajak ya."


" Oke, makanya jangan kerjaan terus yang di pikirin sekali kali lihat film walaupun cuma di rumah."


" Iya iya, tidur yuk udah malam besok masih harus kerja juga."


" Yuk."


Paginya seperti biasa keduanya di sibukkan dengan pekerjaan masing masing, setelah menyiapakan semua keperluan suaminya untuk bekerja Tesya langsung memandikan Kay dan mengajaknya jalan jalan di depan komplek sambil menyuapinya.


Ada beberapa ibu ibu sedang menunggu tukang sayur di depan rumah Tesya.


" Lama ga bertemu ya mbak Tesya, "sapa salah satunya.


" Iya bu, baru ada pekerjaan jadi jarang keluar, nunggu tukang sayur ya bu?"


" Iya mbak Tesya. Halo cantik jam segini sudah wangi sudah sarapan juga."


" Mbak itu toko kuenya memang sekarang Dita yang kelola ya?"


" Saya percayakan sama Dita bu, anaknya mampu mengelolanya nyatanya sekarang semakin ramai. Kadang kalau pas ada waktu luang ia promosikan juga lewat media sosial. Biar Dita juga belajar tanggung jawab, siapa tahu kelak dia bisa buka toko sendiri."


" Wah mbak Tesya selalu memperlakukan karyawaanya dengan istimewa. Tapi apa mbak ga takut kalau ada karyawan yang tega nusuk dari belakang karena mbak terlalu baik sama mereka?"


" Saya tidak membedakan antara karyawan sama bos bu, takut sih ada tapi saya ga mau terlalu melikirkannya. Saya hanya berlaku adil saja sama mereka, mereka juga punya keluarga yang harus ia tanggung. Kalau mereka jahat sudah pasti mata pencaharian mereka juga akan hilang."


" Kalau semua bos kaya mbak Tesya ga ada karyawan yang mwnderita."


" Ibu bisa saja, mari bu saya mau masuk dulu sepertinya mas Kevin sudah mau berangkat ke kantor."


" Iya mbak Tesya."


Ibu ibu tadi masih ngobrol di depan rumah Tesya karena tukang sayur yang di tunggu belum juga datang.


" Itu keponakan aku yang kerja di tempat mbak Tesya gajinya besar loh bu, apalagi kalau kerjanya bagus bonusnya juga ga tanggung tanggung. Sekarang keponakan saya bisa melanjutkan sekolah dan menyekolahkan adiknya."


" Kita harus bersyukur punya tetangga yang sukses seperti mereka, berdoa saja kita juga kecipratan suksesnya," sambung salah satunya.


DALAM RUMAH KEVIN


" Anak cantiknya papa habis jalan jalan ya sama mama, sini papa gendong dulu sebelum ke kantor."


Kay tersenyum dan ngoceh ala anak kecil yang sekarang sudah bisa panggil mama papanya, maem sama num(minum).


" Mas sarapan dulu yuk, nanti kesiangan loh."


" Yuk, Kay ikut sarapan sama papa mama ya."


Selesai sarapan Kevin langsung berangkat di antar istrinya sampai ke depan.


" Dadah sayang papa kerja dulu ya,"pamit Kevin.


" Hati hati papa," kata Tesya.


Dengan kompak Tesya dan Kay melambaikan tangannya.


" Sekarang Kay nemani mama kerja ya sambil nunggu Key dan aunty aunty cantik datang."


Kay duduk di strollernya sambil memainkan beberapa mainan yang ada di sana, sementara Tesya duduk dan mulai bekerja.


" Pagi,"sapa semuanya kepada Tesya.


" Pagi juga, yuk gas pol biar nanti sore pestanya ga hanya wacana,"ujar Tesya.


" Hayuk," jawab semuanya.


Tepat pukul 16.00 semua pekerjaan beres dan sudah di serahkan kepada kliennya dan kini saatnya mereka berpesta. Tesya di bantu yang lainnya menyiapkan semua bahan, sementara pak Udin dan Wawan menata tempatnya.


Malam ini malam kemenangan buat mereka semua karena target pekerjaan mereka selesai tepat pada waktunya.


" Terima kasih buat kerja samanya selama hampir satu bulan ini, semoga nanti ada kesempatan lagi untuk bekerja walaupun dari rumah," kata Kevin.


" Sama sama pak kami semua juga berterima kasih sama bapak dan mbak Tesya, walaupun kerjaannya di kejar deadline tapi seru," jawab Intan.


" Sudah semuanyaa kita makan dulu ngobrolnya di lanjut nanti dan besok kita liburan," ujar Tesya.