
Mereka bertiga berangkat menuju ke mall,mama Kevin juga sudah ada disana menunggu ketiganya.
" Maaf ma kita telat,udah lama ya ma nunggunya," kata Tesya.
" Gapapa Sya, mama juga baru aja sampai kok, katanya kalian ajak bi Mun dan keluarga mana?"
" Belum sampai ma, tadi sama Wawan berangkatnya mungkin sebentar lagi sampai,"jelas Kevin.
Saat semua sudah kumpul,langsung pergi untuk berbelanja kebutuhan, Tesya berdua sama mama mertuanya Kevin Wawan dan Kay, sementara bi Mun sama keluarga kecilnya.
Ketika Tesya sedang asik memilah milah datang seorang perempuan.
" Hay Tesya, masih ingat sama aku," kata perempuan itu.
" Hay, maaf mbak siapa ya?"tanya Tesya.
" Oh bagus kalau sudah lupa, aku cuma mau bilang cepat atau lambat aku akan merebut Kevin dan semua yang kamu miliki, ingat dulu kamu yang melakukan itu sama aku, sekarang saatnya aku balas perlakuanmu dulu," kata perempuan itu.
" Coba saja mbak kalau bisa, asal mbak tahu bagaimanapun caranya akan aku lakukan untuk mempertahankan semua yang aku punya. Mbak itu perempuan ga baik menggancurkan perempuan lain dengan ego mbak, kalau dulu mas Kevin memilih saya berati mbak bukan yang terbaik buatnya," jelas Tesya.
Tak berapa lama perempuan itu pergi meninggalkan Tesya. Hati Tesya sudah tak karuan rasanya sedih dan takut kalau sampai ia kehilangan suami yang sangat ia sayangi.
Malam menjelang, selesai makan malam Tesya langsung menuju ke kamarnya. Ia masih binggung mau cerita sama suaminya mulai dari mana, karena ia benar benar takut.
" Sayang kamu kenapa mas perhatikan dari pulang belanja tadi hanya diam saja?"tanya Kevin.
Bukanya menjawab Tesya langsung berhambur ke pelukan sauminya dan menangis sejadi jadinya.
" Hay,kamu kenapa sih sayang cerita sama mas."
Tesya terus menangis di pelukan suaminya, pelukan yang membuatnya nyaman dan merasa dilindungi.
" Sayang, apa mas melakukan kesalahan sama kamu,"kata Kevin sambil mengusap air mata Tesya yang mengalir ke pipinya.
" Mas,"panggil Tesya.
" Iya sayang."
" Boleh aku bertanya,"kata Tesya.
" Ya boleh dong sayang, emang mau tanya apa sih."
" Kalau ada perempuan yang lebih cantik dari aku yang lebih segalanya dari aku dekat sama mas, bahkan mencintai mas lebih dari aku apa mas bakal meninggalkan aku?"
" Kok nanyanya seperti itu sih sayang!"
" Tadi pas kita belanja, aku ketemu sama perempuan di bilang sama aku kalau dulu aku yang merebut mas dari dirinya, terus saat ini ia akan merebut mas lagi dari aku dan semua yang aku punya," jelas Tesya.
" Perempuan siapa, Rasti bukan?"
Tesya menggelengkan kepalanya, karena yang menemuinya bukan Rasti mantan Kevin.
" Kalau bukan Rasti terus siapa?"
" Aku juga ga tahu mas dia siapa, aku baru ketemu hari ini, apa mas punya mantan kekasih selain Rasti?"
"Ga ada sayang, kata Kevin."
" Yakin ga ada, kalau gebetan atau perempuan yang dekat sama mas sebelum aku?"tanya Tesya lagi.
" Ga ada sayang,setelah putus dari Rasti aku sama sekali ga dekat sama perempuan manapun. Kalau kamu ga percaya bisa kok tanya sama Arda besok. Dan kamu ga usah khawatir, mas ga akan ninggalin kamu sayang. Kamu adalah perempuan kedua yang aku sayang,"
" Kok perempuan kedua?"tanya Tesya heran.
" Iya soalnya yang pertama itu mama, yang kedua kamu. Bagaimanapun caranya aku akan menjaga perempuan perempuan hebat yang aku cintai. Sudah sekarang istirahat biar besok badannya fress," kata Kevin lalu mencium kening istrinya.
" Makasih mas,aku beruntung punya kamu,"kata Tesya dan membalas mencium pipi suaminya.
" Halo Da," sapa Kevin.
" Halo kenapa Vin malam malam gini telpon?"
" Maaf kalau ganggu istirahat kamu, aku cuma mau minta tolong sama kamu. Besok sebelum ke kantor kamu ke mall Aneka ya."
" Lah ngapain pagi pagi ke mall,"potong Arda.
" Jadi gini, sore tadi aku sama keluarga belanja kesana terus ada perempuan datangi Tesya katanya dia mau rebut aku dari Tesya, kamu cek CCTV disana ya, aku penasaran siapa perempuan tadi."
" Paling Rasti Vin, siapa lagi yang suka gangguin Tesya," kata Arda.
" Kata Tesya bukan Rasti, makanya aku penasaran perempuan itu siapa. Kan kamu tahu sendiri Da, mantan aku kan cuma Rasti ga ada yang lain."
" Gini nih resiko kalau punya wajah tampan, masih muda terus udah jadi bos, perempuan banyak yang suka,"ledek Arda.
" Udah ga usah ngeledek, pokoknya besok kalau kamu sampai kantor udah bawa copyan CCTVnya."
" Iya iya, udah ya bos mau tidur nih besok biar ga kesiangan,"pamit Arda.
" Oke, selamat beristirahat."
Pagi harinya Kevin sudah sampai di kantor memeriksa beberapa berkas yang ada di mejanya sambil menunggu Arda datang. Ia terus berpikir siapa yang sudah mengancam istrinya.
" Siapapun kamu dan dimanapun kamu akan ku cari, jangan harap kamu bisa lari dari aku. Salah sendiri kamu menggusik kehidupanku dan keluargaku," batin Kevin.
" Pagi."
" Pagi Da, gimana udah dapat?"
" Udah nih,"jawab Arda.
Dengan saksama Kevin memperhatikan video dari layar laptopnya.
" Nah itu dia,"teriak Kevin mengejutkan Arda yang duduk tak jauh darinya.
" Ngagetin aja sih Vin, ada apa?"
" Ketemu orangnya Da,"kata Kevin.
" Lah inikan Fanny anak pak Hery yang waktu itu kesini",jelas Arda.
" Lah terus maksudnya apa kok tiba tiba ngancam ngancam Tesya?"tanya Kevin heran.
" Ah elu lupa ya, dia kan tergila gila sama kamu Vin. Inget ga pas kamu tanam saham di perusahaan papanya dia kan cari muka sama kamu tapi kamu cuekin kan. Beberapa kali dia juga datang kesinikan,waktu itu kamu baru dekat sama Tesya."
" Lupa aku Da, lagian ga penting banget dia. Tapi kalau dia masih keterlaluan lihat saja apa yang akan aku perbuat."
" Paling kamu bakal putuskan kerjasama sama mereka dan kamu tarik semua sahamnyakan,"kata Arda.
" Ya jelas, siapa suruh dia mengusik kehidupan pribadiku."
" Kamu itu benar benar CEO kejam Vin. Eh iya Vin nanti siang ada meeting lanjutan buat bahas produk yang baru di kerjakan sama istri istri di rumah,"jelas Arda.
" Aduh, kan gambarnya belum selesai,"kata Kevin kaget.
" Santai aja kenapa, mereka cuma mau lihat yang udah jadi kok. Nanti sebelum makan siang aku jemput mereka biar kita datangnya ga telat,"sambung Arda.
" Oke nanti sekalian bawain aku makan siang ya, bawain juga buat yang lainnya," ujar Kevin.
"Ribet amat sih bos hidupmu, makanan tinggal pesan online kok mau makan apa aja tinggal pilih ga perlu ribet ribet datang ke restonya,"kata Arda.
"Bilang dong dari tadi,"jawab Kevin sambil tersenyum malu.